Ilmu Membaca dan Menterjemahkan Naskah Kuno

Apa Itu Filologi?

| dilihat 2881
DEPOK, AKARPADINEWS.Com - Masih sangat jarang masyarakat Indonesia mengetahui cabang ilmu filologi. Filologi  adalah ilmu di bidang pernaskahan dan sering dikaitkan dengan arkeologi maupun sejarah karena cabang ilmu ini memang mempelajari benda peninggalan sejarah berbentuk naskah kuno. 
 
Para filolog, pekerja dan peneliti di bidang filologi, berkutat dengan naskah kuno nusantara untuk mengalihaksarakan dan mengalihbahasakan naskah-naskah kuno agar dapat dipahami oleh masyarakat luas. 
 
Kita tidak akan tahu isi cerita epos Ramayana dan Mahabarata versi Indonesia bila tidak ada para filolog. Jadi peran para filolog ini sangat penting dan dibutuhkan dalam pelestarian budaya.
 
Wishnu Prahutomo, seorang filolog dan mahasiswa program doktoral Ilmu Filologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI) mengatakan bahwa tugas utama filologi adalah mengolah naskah-naskah kuno yang tidak terbaca oleh masyarakat di zaman sekarang menjadi terbaca.
 
Meski terlihat sederhana, namun tugas seorang filolog tidaklah sederhana. Di dalam suatu naskah kuno nusantara, terdapat banyak rekaman budaya tradisi nusantara. “Naskah kuno berfungsi sebagai sumber informasi yang terkait dengan kehidupan di masa lalu, baik untuk referensi sejarah, adat-istiadat, dan lain sebagainya”, ujar Wishnu. Hal itu menuntut seorang filolog harus mengetahui konten yang terdapat di dalam sebuah naskah untuk mengalihbahasakannya. 
 
Secara garis besar kajian ilmu filologi terbagi menjadi dua, yakni tekstologi dan kodikologi. “Masing-masing mengkaji kandungan naskah dan fisik naskah”, terang lulusan Program Studi Jawa FIB UI tersebut.  Wishnu menambahkan bahwa kedua bidang itu dapat saling berkolaborasi dalam sebuah penelitian filologi ataupun berdiri sendiri.“Kedua bidang itu—tekstologi dan kodikologi—secara luwes bisa saling berkolaborasi atau berjalan terpisah sesuai dengan arah kebutuhan peneliti, namun tetap mampu berkontribusi di ranah pelestarian naskah-naskah kuno”, pungkasnya.
 
Filologi, sebagai sebuah bidang ilmu, seharusnya juga mendapat perhatian dari generasi muda. Pasalnya, bidang ilmu tersebut merupakan jembatan bagi generasi muda Indonesia mengenal dengan seksama warisan budaya bangsanya sendiri. “Generasi muda perlu dikenalkan dengan naskah-naskah kuno. Tumbuhkan kecintaan mereka terhadap naskah-naskah kuno dan biarkan mereka pilih sendiri apakah mereka akan menggeluti bidang itu (filologi) atau tidak”, jelas Wishnu.
 
Dengan mengenalkan naskah kuno pada generasi muda, setidaknya, memberikan ketertarikan akan bidang ilmu filologi. “Bagaimanapun, regenerasi di semua bidang, utamanya filologi dalam hal ini, ya harus dan mutlak diperlukan”, harap pria yang juga berkecimpung di dunia tari Jawa tersebut. 
 
Tidak ada bidang ilmu yang melebihi bidang lainnya. Bidang ilmu yang jarang orang tahu, seperti filologi, juga memiliki peran penting dalam membangun bangsa ini. Hingga kini, filolog bergerak di bawah bayangan dan terus membantu membangun bangsa melalui karya-karya penelitiannya. |Muhammad Khairil.
Editor : Nur Baety Rofiq
 
Sainstek
20 Nov 19, 13:05 WIB | Dilihat : 1689
Rumah Ilmuwan Bukan di Menara Gading
08 Nov 19, 23:07 WIB | Dilihat : 2062
Kebijakan Perikanan Belum Berbasis Sains yang Utuh
26 Agt 19, 10:46 WIB | Dilihat : 1222
Daya tarik Magnetis Monza SP2 Ferrari
Selanjutnya
Polhukam
02 Feb 21, 19:50 WIB | Dilihat : 206
Penguasa Militer Myanmar Tak Peduli Ancaman Joe Bieden
01 Feb 21, 00:29 WIB | Dilihat : 175
Hari Hijab Nasional Filipina Mulai 1 Februari 2021
01 Feb 21, 22:43 WIB | Dilihat : 203
Titik Balik Demokrasi Masa Pandemi
Selanjutnya