Deddy Mizwar : Gotrasawala 2013 Membuka Wawasan Budaya

| dilihat 1966

BANDUNG,AKARPADINEWS.com-Gotrasawala sebagai ajang unjuk karya seniman Jawa Barat yang berkolaborasi dengan seniman internasional akan terus berlanjut di tahun - tahun mendatang. Bila pun ada rintangan, kegiatan yang digagas dengan motivasi utama memajukan karya unggul seniman Jawa Barat tak boleh berhenti.

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menegaskan hal itu kepada Akarpadinews, usai menutup Gotrasawala 2013, di Gedung Merdeka, Bandung (Sabtu: 7/12). Penutupan acara ditandai dengan presentasi kolaborasi seni seniman wayang golek, musisi, penari dan pemain teater dengan Larry Reed, seorang kreator seni teater bayang (the shadowlight theatre) dari Amerika Serikat, Beluk, dan Topeng Losari - Cirebon.

Di malam sebelumnya dipresentasikan kolaborasi kreatif tari sejumlah penari Bandung dengan Peter Chin dari Kanada, Topeng Banjet Karawang, dan kolaborasi musisi Anna Alcaide dan Bill Colley dari Spanyol dengan seniman tradisional multitalent dari Jawa Barat.

Dalam sambutannya menutup Gotrasawala 2013, Deddy Mizwar mengemukakan, "Gotrasawala 2013 kita selenggarakan sebagai upaya kolektif mengembangkan kearifan, kesenian dan kebudayaan? masyarakat Jawa Barat."

Ia mengungkapkan, selama tiga hari penyelenggaraan temu budaya internasional, itu telah termaknai Gotrasawala 2013 sebagai forum titik temu pemikiran dan eksplorasi intelektualitas untuk menggali keluhuran, keunggulan, dan kekayaan sejarah peradaban bangsa.

"Selama masa itu juga, kita telah memberi arti Gotrasawala 2013 sebagai ajang unjuk karya kreatifitas dan inovasi seni."

Deddy mengemukakan, melalui seminar yang melibatkan nara sumber dari kalangan intelektual dan kreator seni mancanegara, nasional, dan Jawa Barat, telah terjadi proses interaksi pemikiran, pengetahuan, dan pengalaman. Terutama untuk menemukan kembali dan mengembangkan identitas dan martabat masyarakat Jawa Barat berbasis keluruhan budaya di tengah dinamika transformasi peradaban nasional dan dunia.

Deddy juga menyinggung tentang penelitian situs Gunung Padang yang oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan didorong untuk dituntaskan. Menurut Deddy, penelitian tersebut merupakan proses awal upaya ?mengunjungi dan mengenali peradaban dari masa lalu dengan metode dan cara masa kini, bagi kepentingan peradaban kita di masa depan.

Penegasan Gubernur Jawa Barat itu, menurut Deddy, memberi isyarat, bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen nyata untuk menjadikan penelitian sebagai? manifestasi kecerdasan kolektif dalam menemukan kebenaran dan sekaligus nilai peradaban kita yang sesungguhnya di masa lalu.

?Melalui penelitian secara multi disiplin tersebut, kita dapat menapaki jalan panjang peradaban masa lampau, masa kini, dan masa depan secara lebih lengkap. Bentuk-bentuk penelitian semacam ini menguatkan ikhtiar budaya melalui sinergi positif.

Kelak, hasil penelitian tersebut, ungkap Deddy, akan menjadi kontribusi Jawa Barat terhadap perkembangan dan transformasi peradaban kita, peradaban Indonesia, dan peradaban dunia. Melalui acara seminar selama 2 hari ini kita telah pula berdialog secara produktif tentang kesenian dan kebudayaan Jawa Barat di masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang.

Tentang presentasi seni hasil kolaborasi seniman Jawa Barat dengan kreator internasional, Deddy Mizwar mengemukakan, Gotrasawala 2013 juga telah membuka ajang kolaborasi gagasan dan daya cipta kreatif seni berdimensi global, tanpa kehilangan aksentuasi lokal dan nasionalnya. "Gotrasawala 2013 telah membuka ruang kreatifitas dan inovasi seni pertunjukan Jawa Barat yang tidak lagi berdimensi lokal."

Menurutnya, Gotrasawala 2013 telah membuka pengetahuan baru tentang korelasi alam - manusia dan budaya dalam melahirkan nilai-nilai hidup sebagai esensi dan inti peradaban. Juga membuka mata untuk melihat koneksi ilmu pengetahuan secara kreatif dan inovatif dalam memprediksi masa depan yang lebih baik. Sekaligus melihat harmoni pemikiran budaya dalam menjemput peradaban baru yang lebih unggul.

Deddy optimistis, dinamika kreatif yang terjadi dalam waktu singkat, menandai keandalan potensial Jawa Barat, menjemput ajang kompetisi industri kreatif yang menyertai tibanya Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 dan globalisasi. ?Untuk itu, kita tidak akan berhenti hanya pada kegiatan ini saja.

Deddy mengajak seluruh budayawan dan intelektual Jawa Barat, menyusun strategi kebudayaan dalam proses pembangunan Jawa Barat. "Dalam kaitan itulah kami memandang diperlukan suatu wahana yang kami sebut Dewan Kebudayaan Jawa Barat," tegasnya.

Editor : Web Administrator
 
Humaniora
11 Jan 21, 13:34 WIB | Dilihat : 272
Mat Seni Cermin Perjuangan Kaum Betawi
05 Jan 21, 10:16 WIB | Dilihat : 207
Kala Uti Merajut Kasih Menyulam Cinta
04 Jan 21, 09:57 WIB | Dilihat : 429
Hidup Adalah Dunia Yang Akan Pecah Berkeping
04 Jan 21, 10:01 WIB | Dilihat : 182
2021 Tahun Pertobatan Semesta
Selanjutnya
Ekonomi & Bisnis
16 Des 20, 07:56 WIB | Dilihat : 253
Peta Bank Syariah di Indonesia Berubah
09 Okt 20, 21:01 WIB | Dilihat : 255
Mengharap Garuda di Langit
03 Okt 20, 19:40 WIB | Dilihat : 234
KAMI Tolak Bailout Jiwasraya 22 Triliun Rupiah
18 Sep 20, 21:20 WIB | Dilihat : 285
Naik Turun Indeks Harga Saham itu Niscaya
Selanjutnya