Jalan-jalan ke Museum

Melihat Sejarah Artefak di Museum Gajah

| dilihat 2760
 
JAKARTA, AKARPADINEWS.Com-  Mau menambah wawasan tentang artefak di seluruh penjuru Indonesia maka tengoklah Museum Nasional yang dikenal dengan Museum Gajah yang gedungnya merupakan salah satu peninggalan kolonial Belanda.
 
Museum Nasional ini adalah sebuah lembaga studi warisan budaya dan pusat informasi edukatif kultural dan rekreatif yang berperan untuk menyelamatkan dan melestarikan benda warisan budaya bangsa Indonesia. Hingga saat ini koleksi yang dikelola berjumlah 141.899 benda, terdiri atas tujuh jenis koleksi yaitu prasejarah, arkeologi, keramik, numismatik, heraldik, etnografi, dan geografi.
 
Museum artefak ini kerap di sebut Museum Gajah karena di halaman depan museum terdapat sebuah patung gajah perunggu. Patung tersebut merupakan hadiah dari Raja Chulalongkorn (Rama V) dari Thailand yang pernah berkunjung ke museum itu pada tahun 1871.
 
Museum yang didirikan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen itu kadang kala disebut juga "Gedung Arca" karena di dalam gedung memang banyak tersimpan berbagai jenis dan bentuk arca yang berasal dari berbagai periode.
 
 
Museum ini terletak di Jalan Medan Merdeka Barat 12, Jakarta. Anda akan menjumpai secara mudah dengan mengunakan transportasi publik, diantaranya Trans Jakarta,  taksi, mini bus dan bus lainnya.Untuk menuju Museum Nasional Anda bisa berhenti di halte Museum Nasional (Monas) dan berjalan menuju museum. 
 
Di dalam museum Anda bisa menyaksikan dan mengagumi peninggalan prasejarah merupakan hal menarik yang ditawarkan museum ini. Di sini Anda juga dapat meniti kehidupan nenek moyang sebelum mengenal tulisan di zaman prasejarah, mengenal peradaban bangsa lain sampai menjadi kerajaan-kerajaan terkuat di Asia Tenggara.
 
Koleksi Arca Terlengkap
Gedung Arca ini memiliki berbagai macam koleksi arca, namun ada satu arca yang begitu terkenal di sini, yakni Arca Bhairawa. Arca setinggi lebih dari empat meter ini begitu mencolok berdiri kokoh diantara arca-arca lain yang berukuran lebih kecil. Patung Bhairawa itu merupakan manifestasi dari Dewa Lokeswara atau Awalokiteswara, yang merupakan perwujudan Boddhisatwa (pancaran Buddha) di Bumi.
 
Sayangnya, penjagaan di museum ini tak begitu ketat, lantaran beberapa waktu lalu, ada beberapa pencurian sejumlah artefak penting di museum ini.
 
Selanjutnya, kita masuk ke bagian dalam, setelah melewati Arca besar dan kecil, kita langsung melihat sebuah taman. Tamannya beda dari taman kebanyakan, meskipun tetap dihiasi rumput hijau, taman ini dinamai Taman Arca.  Sesuai dengan namanya, taman berumput hijau ini juga dipenuhi dengan arca-arca berbagai bentuk dan ukuran, serta lumpang-lumpang kuno yang terbuat dari batu andesit. Salah satu yang mencolok di taman arca yakni arca Nandiswara yang berbentuk lembu (sapi).
 
Selain arca, museum nasional ini juga memiliki Ruang Miniatur Rumah Adat. Di ruangan ini kita bisa menyaksikan berbagai miniatur rumah adat berbagai suku di Indonesia (dari Sabang sampai Merauke).
 
Jika Anda datang beserta rombongan, Anda bisa meminta jasa guide (pemandu wisata) atau jika Anda datang sendiri maka bergabunglah dengan pemandu wisata rombongan lain. Jadi Anda akan tahu tentang seluk beluknya secara detail. Uniknya lagi, pemandu wisata museum juga banyak dari orang asing, mereka begitu fasih menerangkan seluk beluk artefak dengan bahasa Inggris.
 
Seperti halnya, ketika akarpadinews berkunjung ke sana dan bergabung dengan pengunjung Indonesia yang dipandu oleh pemandu asing tersebut. Jadwal kunjungan yang tersedia:Senin-Kamis, pukul 08.30 - 02.30 wib,Jumat: pukul 08.30 - 11.30 wib,Sabtu: pukul 08.30 - 01.30 wib dan Minggu, Tutup.  
 
 
Editor : Nur Baety Rofiq
 
Lingkungan
04 Feb 21, 08:23 WIB | Dilihat : 200
Dahsyatnya Ular Betina
02 Feb 21, 09:26 WIB | Dilihat : 223
Anjing
26 Des 20, 19:59 WIB | Dilihat : 220
Tsunami Dahsyat Menggempur Aceh 1394 dan 2004
05 Des 20, 16:53 WIB | Dilihat : 264
Menghirup Udara Bersih Adalah Hak Asasi Manusia
Selanjutnya
Ekonomi & Bisnis
16 Des 20, 07:56 WIB | Dilihat : 337
Peta Bank Syariah di Indonesia Berubah
09 Okt 20, 21:01 WIB | Dilihat : 325
Mengharap Garuda di Langit
03 Okt 20, 19:40 WIB | Dilihat : 287
KAMI Tolak Bailout Jiwasraya 22 Triliun Rupiah
18 Sep 20, 21:20 WIB | Dilihat : 349
Naik Turun Indeks Harga Saham itu Niscaya
Selanjutnya