Naskah Kuno Nusantara Tersebar di Seluruh Dunia

| dilihat 2000
 
JAKARTA, AKARPADINEWS.Com - Kebudayaan nusantara memiliki banyak peninggalan naskah yang tersebar hampir di seluruh dunia. Inggris dan Belanda merupakan salah satu  pemilik naskah kuno dari Indonesia. Sayangnya, Indonesia tak mampu menarik naskah itu karena minimnya tenaga ahli berkualitas.
 
Seperti  dilansir dalam berita Tribun Jogja online 20 November lalu, negara Inggris mempunyai sekitar 10 buku dan 500 naskah kuno Indonesia—250 di antaranya merupakan naskah kuno Jawa—yang tersimpan Southeast Asia British Library. 
 
Tak hanya di Inggris, Belanda juga dikenal sebagai negara yang memiliki koleksi naskah kuno nusantara. Kurang lebih, Belanda memiliki koleksi hingga puluhan ribu naskah nusantara yang tersimpan di Universitas Leiden. Koleksi naskah kuno tersebut tidak hanya teronggok di perpustakaan Universitas Leiden semata melainkan diteliti melalui beragam penelitian. 
 
Seorang filolog, Putri Susanti menyatakan, bahwa naskah kuno nusantara menunjukkan jati diri bangsa Indonesia yang sedari dulu sudah sangat besar. “Naskah kuno itu bukti nyata dari masa lalu yang menyimpan banyak sejarah nusantara,” tuturnya.
 
Mempelajari naskah kuno sekiranya penting bagi generasi muda. Dengan mempelajarinya, setidaknya tertanam dalam diri generasi muda bahwa bangsanya merupakan bangsa yang besar. Sayangnya, perhatian pemerintah Indonesia dirasa masih amat kurang terhadap naskah kuno nusantara. Terlihat dari masih kurang kualitas dari penanganan naskah kuno di Indonesia.
 
Minim Tenaga Ahli
 
Menurut Putri, kurangnya tenaga ahli di Indonesia untuk merawat naskah kuno menjadi alasan utama naskah kuno nusantara tidak dapat dikembalikan ke Indonesia. “Di satu sisi, secara penanganan, saya masih bersyukur naskah nusantara dirawat dengan baik di luar negeri. Kami—sebagai filolog—masih bisa mengaksesnya. Hanya saja, untuk mengaksesnya perlu pergi ke luar sana,” tambah lulusan Magister Ilmu Filologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia tersebut.
 
Memang menjadi ironi kala naskah milik bangsa ini harus dirawat oleh bangsa lainnya. Terlebih, pemerintah negara lain lebih memfasilitasi para filolog dari Indonesia untuk meneliti naskah kuno nusantara.“Banyak penelitian filologi yang dibiayai oleh lembaga-lembaga asing, seperti dari Jepang ataupun Inggris,” ujar Putri. Ia juga menambahkan bahwa kebanyakan ahli naskah kuno nusantara dan ahli sastra nusantara bukan berasal dari Indonesia melainkan dari Belanda dan Inggris.
 
Sebenarnya, ahli dari Indonesia juga sudah cukup banyak, hanya saja masih kalah bila dibandingkan dengan ahli dari luar negeri. “Ahli naskah kuno nusantara dan sastra nusantara yang berasal dari Indonesia sudah cukup banyak, namun masih kalah dengan ahli bidang lainnya, seperti ahli bidang ekonomi maupun teknologi,” ucap Putri.
 
Melihat kenyataan ini, tentunya perlu perhatian lebih pada bidang filologi dan sastra nusantara. Tugas berat ini tidak hanya tanggung jawab para peneliti filologi dan pengkaji sastra nusantara semata, namun juga pemerintah Indonesia dan masyarakat luas. |Muhammad Khairil.
Editor : Nur Baety Rofiq
 
Polhukam
02 Feb 21, 19:50 WIB | Dilihat : 206
Penguasa Militer Myanmar Tak Peduli Ancaman Joe Bieden
01 Feb 21, 00:29 WIB | Dilihat : 174
Hari Hijab Nasional Filipina Mulai 1 Februari 2021
01 Feb 21, 22:43 WIB | Dilihat : 203
Titik Balik Demokrasi Masa Pandemi
Selanjutnya
Budaya
11 Feb 21, 09:24 WIB | Dilihat : 127
Allah Menyapa
01 Feb 21, 00:45 WIB | Dilihat : 238
Adzan Maghrib Kali Ini
09 Jan 21, 00:30 WIB | Dilihat : 591
Berpegang Adab dan Etika Hidupkan Kolaborasi
08 Jan 21, 08:45 WIB | Dilihat : 1518
SONGONG
Selanjutnya