Imagineering Bisnis

Jangan Untung Jadi Buntung

| dilihat 962

Sem Haesy

UNTUNG adalah hak setiap orang yang berikhtiar dan berbisnis. Begitulah pendapat Babah Liem ketika memberi nasihat kepada Asiong, putera bungsunya yang tengah dilatihnya berbisnis. 

Lelaki belia yang baru kembali dari menuntut ilmu di Shanghai, itu tak begitu saja beroleh posisi enak di perusahaan sang ayah, yang sejak memulai bisnis: konsisten berdagang kopi.

Asiong harus bekerja sebagaimana karyawan lainnya bekerja. Karena pendidikannya lebih baik dibandingkan dengan karyawan lain, Asiong memulai karirnya sebagai supervisor pada bagian quality control kopi.

Babah Liem sangat keras terhadap standar kualitas kopi. Ia memberi harga yang bagus untuk kopi yang berkualitas sangat baik dan tak mau mengambil kopi yang tidak memenuhi standar kualitas terendah yang telah ditetapkannya.

“Mengapa Babah harus menetapkan standar kualitas seketat itu?” tanya Asiong.

Ayahnya tersenyum. “Karena babah mau untung yang sebenar-benar untung,” ujarnya.

Sesaat Asiong berkerut kening. “Asiong bingung? Babah paham, Asiong masih berpikir, untung merupakan kelebihan yang diperoleh dari hasil penjualan yang melebihi harga beli, kan?” lanjut Babah Liem. Asiong tak salah. Pada dasarnya yang disebut untung memang seperti itu. Pendapatan melebihi modal.

Bagi Babah Liem, untung yang sebenar untung bukan hanya itu. “Untung yang semacam itu berpotensi kerugian, karena kualitas produk barang dan jasa yang tak dipelihara, tak mampu mengikat konsumen atau pembeli dalam waktu lama. Padahal, keuntungan yang sesungguhnya tidak terletak pada besaran harga jual yang melebihi modal, melainkan pada kepuasan pelanggan atas kualitas produk dan jasa yang kita berikan,” lanjut Babah Liem.

Asiong menyerap pandangan ayahnya. Ia paham, kualitas produk dan jasa terbaik yang kita berikan, akan mengikat pelanggan untuk loyal. Kualitas produk dan jasa terbaik berhubungan erat dengan loyalitas pelanggan. Dan bagi pelanggan yang loyal, harga jual bukan persoalan. “Coba Asiong perhatikan, mengapa pelanggan kita terus bertambah dan meningkat dari tahun ke tahun, bahkan sejak Asiong belum lahir,” seru babah Liem.

Asiong mulai paham pandangan ayahnya, bahwa untung dan keuntungan berhubungan erat dengan sikap konsisten terhadap komitmen produsen kepada konsumennya.

Komitmen utama setiap produsen, baik di bisnis barang maupun jasa, adalah kualitas produk dan kualitas pelayanan. Untuk mencapai kualitas itulah diperlukan kerja keras dan kerja cerdas secara tanpa henti.

Dalam konteks kerja keras, Babah Liem menafsirkannya sebagai kesungguhan tanpa henti memperoleh bahan baku produk yang sesuai dengan standar kualitas, teknologi pengolahan bahan baku yang terus berkembang, dan standar kualitas yang terus berkembang dan bergerak mengikuti keinginan dan kehendak konsumen yang dipengaruhi oleh banyak faktor. Antara lain: pola konsumsi dan standar selera konsumen.

Akan halnya bekerja cerdas, dipahami Babah Liem, sebagai ikhtiar tanpa henti memberikan kualitas pelayanan terbaik kepada pelanggan.

“Babah katakan kerja cerdas, karena pelayanan terhadap konsumen menghadapkan kita dengan manusia, selalu dinamis. Niat baik melayani saja tidak cukup. Harus dikuatkan dengan kiat yang baik dan siasat yang baik,” serunya.

Asiong paham, yang dimaksudkan untung dan keuntungan, merupakan hasil akhir yang diperoleh dari seluruh kerja keras dan kerja cerdas menjalankan bisnis. Untung dan keuntungan tidak semata-mata karena faktor keberuntungan semata.

Oleh sebab itulah, diperlukan kemampuan yang lebih untuk mengelola seluruh faktor produksi dan jasa. Mulai dari penetapan standar kualitas produk, sampai standar kualitas pelayanan terhadap konsumen (termasuk di dalamnya komunikasi vis a vis, delivery, dan sebagainya).

Dalam berbisnis, untung adalah hak. Untuk memperoleh hak itu, kita wajib bekerja keras dan bekerja cerdas dengan sistem dan prosedur yang juga berkualitas. Jangan sampai untung malah bikin buntung !|

Editor : Web Administrator
 
Polhukam
09 Jan 20, 12:07 WIB | Dilihat : 159
Amerika Tak Mudah Prediksi Serangan Balik Iran
06 Jan 20, 09:03 WIB | Dilihat : 330
Kontroversi Mundurnya Menteri Pendidikan Malaysia
04 Jan 20, 08:48 WIB | Dilihat : 390
Anies Baswedan di Tengah Korban Banjir
Selanjutnya
Ekonomi & Bisnis
14 Jan 20, 20:51 WIB | Dilihat : 120
Epos Perubahan Berbasis Modal Insan
14 Jan 20, 13:20 WIB | Dilihat : 117
Produktivitas Tak Lepas dari Iptek dan Manusia
06 Jan 20, 11:46 WIB | Dilihat : 175
Menggambar Gajah Membayangkan Ular
03 Jan 20, 21:48 WIB | Dilihat : 91
Langkah Awal Transformasi
Selanjutnya