MESIR

Akhir Tragedi Presiden Morsi

| dilihat 1003

Mohammed Morsi tiba-tiba diam dan terkulai di persidangan yang sedang mengadilinya dengan tuduhan spionase, Senin (17/6/19). Lelaki itu kemudian pingsan, dan tak berapa lama dikabarkan meninggal dunia.

Morsi pingsan beberapa saat setelah berpidato dari kerangkeng kaca kedap suara di salah satu pengadilan di Kairo, yang saedang mengadilinya atas tuduhan spionase, kontak dengan kelompok Islam Palestina Hamas, yang memiliki hubungan dekat dengan Ikhwanul Muslimin.

Morsi berbicara selama sekitar lima menit, lalu dinyatakan meninggal di rumah sakit pada 16:50 waktu setempat (14:50 GMT). Jaksa Penuntut Umum menyatakan, tidak ada tanda-tanda cedera pada tubuhnya.

Tragedi perubahan dramatik Republik Mesir, pun -- seolah -- mengabarkan kepada dunia, perubahan politik bisa berlangsung seolah turbulensi pesawat udara ketika sedang melaju dalam kecepatan tinggi, jauh dari kota tujuan.

Morsi adalah sosok penting dalam proses perubahan di Mesir yang terimbas demokratisasi a la Barat. Dia lahir desa El-Adwah pada tahun 1951.

Morsi adalah aktivis, sejak dia menjadi mahasiswa Fakultas Teknik di Universitas Kairo (1970), sebelum hijrah ke Amerika Serikat memungkas seluruh proses pendidikan dirinya, dan menyandang gelar PhD (Phylosophy Doctor).

Ketika proses politik dalam kekuasaan Mohammad Hosni Mubarak lencong ke arah otoriterianisma dan represif, dia bergabung dalam Ikhwanul Muslimin (Persaudaraan Islam) yang bermetmorfosa menjadi partai.

Lelaki teguh pendirian itu memimpin Ikhwanul Muslimin (2012) dan kemudian terpilih sebagai Presiden Mesir pada 3 Juli 2013.

Adalah Morsi yang memimpin pergerakan rakyat melawan dan menumbangkan rezim Hosni Mubarak.

Di bawah kepemimpinan Morsi, perubahan politik terjadi. Tapi, instabilitas menghambat pertumbuhan ekonomi, yang berdampak langsung pada lambatnya geliat kesejahteraan rakyat. Arus politik berubah. Rakyat kembali bergerak dan menuntutnya mundur.

Polarisasi terjadi dalam dua kutub yang bersifat frontal. Penguatan dukungan dari kalangan Ikhwanul Muslimin diimbangi dengan bertumbuhnya oposisi, yang ternyata lebih kuat mendorong arus yang mendesaknya mundur.

Drmonstrasi berlangsung di jalan-jalan kota di seluruh Mesir. Setahun pemerintahannya dirayakan oposisi dengan demonstrasi besar yang mengusik militer untuk beraksi, menyelamatkan Republik Mesir.

Morsi tak mampu bergerak lebih cepat dari arus besar pergerakan rakyat yang menentangnya. Panglima tentara Mesir, Abdul Fattah al-Sisi memimpin arus perubahan 'lain' bersama pasukannya, untuk dan atas nama stabilisasi dan mengakomodasi aspirasi rakyat.

Morsi ditangkap, sebelum agenda pemilihan umum yang ditetapkannya berlangsung. Dia tak berkutik, meski dari balik jeruji penjara dia berteriak-teriak Al-Sisi dan tentara Mesir sudah melakukan kudeta.

Morsi berpindah dari Istana Kepresidenan ke penjara. Setarikan nafas, Al-Sisi bermigrasi dari barak ke Istana Kepresidenan. Kekuasaannya 'dikukuhkan' melalui pemilihan umum  tahun 2014.

Al-Sisi tak peduli dengan jajak pendapat kelompok-kelompok hak asasi yang menyebut proses pemilihan umum yang memilihnya sebagai pemilihan umum yang "lucu."

Morsi tak bisa berbuat banyak, ketika Ikhwanul Muslimin dinyatakan sebagai partai terlarang dan dibekukan. Lantas, penguasa di bawah kepemimpinan Al-Sisi melancarkan penumpasan terhadap para pendukungnya. Termasuk menutup koridor  perbedaan pendapat secara sistemik, massif, dan terstruktur.

Ratusan orang terbunuh dan puluhan ribu lainnya ditahan sebagai pengganti narasi dehumanitas.

Al-Sisi tak mampu digoyahkan oleh pengikut Morsi, setelah Ikhwanul Muslimin lumpuh. Apalagi, langkah militer yang dilakukannya, dianggap banyak kalangan rakyat Mesir, sebagai langkah penyelamatan negara yang sesuai dengan protes massa anti-pemerintah selama berhari-hari yang menolak Morsi.

Pun, sesuai dengan ultimatum para jenderal dan petinggi militer lain sebagai aksi menyelesaikan krisis politik terburuk Mesir sejak Hosni Mubarak digulingkan pada 2011.

Sampai tiba ajalnya yang diumumkan karena serangan jantung, Morsi diadili bersama 14 tokoh senior Ikhwanul Muslimin, dengan tuduhan primer : menghasut pendukungnya untuk membunuh seorang jurnalis dan dua pengunjuk rasa oposisi. Morsi dan para petinggi Ikhwanul Muslimin, juga dituduh memerintahkan penyiksaan dan penahanan ilegal terhadap orang lain.

Tuduhan-tuduhan itu, terkait dengan bentrokan antara demonstran oposisi dengan pendukung Ikhwanul Muslimin di luar istana kepresidenan Ittihadiya di Kairo pada Desember 2012.

Morsi tak terima tuduhan itu. Dari balik 'kerangkeng,' dia berteriak, bahwa dirinya adalah korban "kudeta militer," dan karenanya, dia menolak otoritas pengadilan untuk mengadilinya.

Dia dibebaskan dari pembunuhan, tetapi terus dipenjara selama 20 tahun karena tuduhan yang lain (memerintahkan penyiksaan dan penahanan para demonstran) terbukti di pengadilan. Mulanya Morsi terancam hukuman mati, tetapi berubah menjadi vonis hukuman 20 tahun penjara, itu.

Tuduhan berikutnya adalah, Morsi melakukan aksi spionase dan diadili, sampai ajalnya tiba, Senin - 17 Juni 2019.

Anak desa dari Sharqiya di provinsi Delta Nil, itu selepas merampungkan studinya di Amerika Serikat, kembali ke Mesir dan mengabdikan dirinya sebagai kepala departemen teknik di Universitas Zagazig.

Dinamika politik, menyeretnya menjadi anggota parlemen mewakili IM selama lima tahun (2000-2005).

Sebagai seorang anggota parlemen, kadang dia dipuji karena penampilan oratorisnya yang memukau. Namanya populer, ketika dia mengecam ketidakmampuan pemerintah menangani bencana kereta api pada tahun 2002.  Namanya terus menjulang ketika dia membahas berbagai kasus lain yang menunjukkan ketidakmampuan pemerintah Mesir mengatasi masalah.

Di dalam Ikhwanul Muslimin sendirinya namanya populerdan merebut posisi sebagai Presiden Ikhwanul Muslimin (April 2012) dari tangan pengusaha politisi Khairat al-Shater. dipaksa untuk mundur.

Selama kampanye internal Ikhwanul Muslimin, Morsi hanya menyuarakan satu isu sentral saja, mengganti Hosni Mubarak, dan dialah benteng utama melawan kebangkitan Hosni Mubarak.

Kala terpilih sebagai Presiden Mesir, Morsi berjanji untuk memimpin pemerintahan "untuk semua rakyat Mesir." Tapi, dia gagal mengatasi gejolak di pemerintahannya selama setahun memimpin. Terutama, karena Morsi terkesan kuat, memusatkan kekuasaan di tangan Ikhwanul Muslimin.

Dia juga dituding tak mampu dan salah menangani ekonomi. Juga gagal menangani berbagai isu yang membawanya ke kekuasaan: panggilan untuk hak dan keadilan sosial.

Situasi itu dimanfaatkan kaum oposan yang mulai bergerak sejak November 2012,  ketika parlemen yang didominasi Ikhwanul Muslimin tak dapat menyelesaikan konstitusi baru. Morsi mengeluarkan dekrit presiden yang memberikan kekuasaan kepada berlebih pada dirinya.

Morsi menyelesaikan masalah dengan masalah, ketika rangkaian kerusuhan menyusul dekritnya. Ia mengeluarkan lagi dekrit yang memberi wewenang kepada tentara Mesir untuk melindungi lembaga-lembaga nasional dan tempat-tempat pemungutan suara sampai referendum tentang rancangan konstitusi diadakan pada 15 Desember 2012.

Dekrit itu dipahami sebagai darurat militer dan memicu bentrok antara militer dengan pendukungnya sendiri, sehingga jatuh korban sampai 50 orang. Hal itu mendorong rakyat kembali turun ke jalan.

Dalam situasi itulah, militer mengisyaratkan kepada Morsi untuk melakukan intervensi, jika dia  tidak memenuhi tuntutan rakyat dalam waktu 48 jam. Sampai tenggat waktu, Morsi tak mampu memenuhi tuntutan rakyat.

Pada malam 3 Juli, militer mengumumkan, menangguhkan konstitusi dan pembentukan pemerintahan sementara teknokratis menjelang pemilihan presiden baru. Sekaligus mengumumkan penangkapannya.

Para pendukungnya turun ke jalan-jalan Kairo, menuntut supaya dia dibebaskan dan dikembalikan posisinya sebagai Presiden Mesir. Sia-sia. Militer melakukan aksi penetratif, memecah dua demonstran dan melokalisasinya ke dalam dua titik di ibukota pada 14 Agustus, sekaligus menangkapi tokoh-tokoh penting Ikhwanul Muslimin.

Bentrokan tak terhindari. Kerusuhan meletup. Hampir 1.000 orang tewas dalam aksi, yang oleh penguasa sementara militer, disebut sebagai perjuangan melawan "terorisme."

Perlawanan Ikhwanul Muslimin berlanjut secara gerilya. Berbagai aksi kekerasan meningkat. Militer menumpas mereka dengan menggunakan regulasi pemberantasan terorisme.

Rakyat Mesir kembali dalam kehidupan rutin. Popularitas Morsi perlahan menghilang dari pikiran rakyat.  Dalam situasi itu, Presiden Hosni Mubarak dibebaskan dari penjara.

Menyusul kematiannya, para pendukung Morsi -- Ikhwanul Muslimin, menyebut, kematian itu Morsi adalah "pembunuhan senyatanya." Aktivis dan keluarganya sudah lama mengatakan, Morsi tidak menerima perawatan serius untuk masalah kesehatannya, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes, karena terus-menerus ditahan di sel isolasi.

Bulan lalu, keluarganya mengatakan pihak berwenang berulang kali menolak akses kepadanya dan mereka hanya tahu sedikit tentang kondisi kesehatannya. Selama di penjara, Morsi hanya diizinkan menerima tiga kunjungan dari kerabat dan tidak diberi akses ke pengacara atau dokternya, ungkap Amnesty International.

Kepada kantor berita Reuters, Abdullah, puteranya mengatakan tidak tahu lokasi jenazah ayahnya. Dia juga menyatakan, pemerintah menolak untuk mengizinkan Morsi dimakamkan di Sharqiya. Inilah akhir tragedi Presiden Morsi.

Kematian Morsi adalah kematian Presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis. Diduga, kematian itu akan mengobarkan reaksi dari para pendukung dan sekutunya di Mesir dan sekitarnya. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dengan cepat menggambarkannya sebagai seorang martir. | semhaesy

Editor : Web Administrator | Sumber : Reuter, BBC, Al Ahram, dan berbagaisumber
 
Ekonomi & Bisnis
10 Sep 19, 14:32 WIB | Dilihat : 299
Atmosfir Pelayanan di Hutama Karya
08 Sep 19, 20:57 WIB | Dilihat : 156
Perkuat Nilai Tukar Rupiah, BI Akselerasi Pasar Keuangan
08 Sep 19, 19:47 WIB | Dilihat : 148
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat
Selanjutnya
Sainstek
26 Agt 19, 10:46 WIB | Dilihat : 359
Daya tarik Magnetis Monza SP2 Ferrari
30 Okt 18, 00:11 WIB | Dilihat : 798
Menerima Realitas Kecelakaan Lion JT610
19 Jul 18, 09:52 WIB | Dilihat : 1618
Volante Vision, Visi Kendaraan Udara Aston Martin
20 Feb 18, 12:07 WIB | Dilihat : 2523
Tragedi Archimides di Tangan Serdadu
Selanjutnya