Aspirasi Rakyat Menambah Semangat Agus dan Sylvi

| dilihat 1701

AKARPADINEWS.COM | HARI yang panjang. Selasa (11/10/16) Agus Harimurti Yudhoyono yang populer dipanggil AHY, mengunjungi masyarakat di Jakarta Utara. Bakal kandidat Gubernur DKI Jakarta, itu berinteraksi langsung dengan masyarakat Koja, kampung Nelayan Muara Angke, Rusunawa Sindang. Agus ditemani isterinya, Annisa Larasati Pohan dan manajer kampanye tim pemenangan, Wishnu Wardhana.

Bakal kandidat Wakil Gubernur pasangannya, Sylviana Murni, juga mengunjungi Jakarta Utara, menyambangi anak-anak yatim di Masjid Luar Batang. Sylvi didampingi kerabatnya di masjid itu.

AHY dan Sylvi bertemu di Gelanggang Remaja Jakarta Utara. Kemudian berpisah lagi, sampai akhirnya bertemu di kediaman Sylvi di kompleks Marinir – Billymoon – Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Hari itu, Sylvi berulangtahun ke 58. Diisi dengan pengajian khas masyarakat Betawi, diisi ceramah ustadz Abu Hanifah yang sohor itu.

Di kediaman Sylvi, Agus bercerita. Di Muara Angke, Koja, daqn Rusunawa Sindang dia berinteraksi langsung dengan masyarakat.  Agus melihat Ironi kemanusiaan di situ. Di satu sisi dia melihat bangunan menjulang tinggi yang berdiri di atas lahan menjorok ke pantai, di sisi lain dia merasakan keluhan masyarakat nelayan yang hidupnya belum juga membaik.

Di Rusunawa Sindang, sejumlah warga menyampaikan aspirasi mereka, karena situasi di Rusunawa itu ia melihat dan merasakan langsung kekumuhan. Tentu, Agus juga dihamburkan keluhan oleh penghuni Rusunawa, ihwal sewa yang makin mahal, dan kondisi rusunawa yang tak memadai. Bahkan di rusunawa itu tak ada masjid untuk warga beribadah.

Di sebuah mushalla kecil, usai salat dzuhur, warga menghamburkan aspirasi mereka. Termasuk ihwal penggusuran dan penertiban perkampungan kumuh yang pernah mereka alami. Alhasil, dari kunjungannya ke lapangan, Agus melihat dampak sosial yang ditimbulkan oleh pembangunan reklamasi di pantai utara Jakarta itu.

Agus mengemukakan, keluhan warga kepadanya, memberi isyarat, semua orang yang memperoleh kehidupan lebih baik, perlu memberi atensi. Apalagi pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang memang berkewajiban memberikan fasilitas yang memadai, fungsional, dan proporsional untuk menunjang dan meningkatkan kebahagiaan semua warga ibukota.

Agus memberi perhatian khas kepada lingkungan kumuh di Rusunawa Sindang. Bagi Agus, lingkungan padat adalah hal yang mungkin terjadi di ibukota negara yang menjadi tujuan urbanisasi. “Tapi, lingkungan tak boleh kumuh,”katanya.

Di situ, Agus tergugah. Dalam konteks program aksinya bila kelak dipilih rakyat memimpin Jakarta, dia berencana menghadirkan bukan hanya tempat tinggal yang memadai, tapi sekaligus tempat bermukim yang lebih baik. “Artinya, warga mesti punya ruang interaksi sosial secara baik,”ungkap Agus.

Agus juga bercerita, dia mengunjungi pasar Sindang yang juga perlu perbaikan dan memadai sebagai salah satu sentra sosial ekonomi masyarakat. Agus menyatakan, pasar itu perlu ditingkatkan kualitas lingkungannya. “Pasar harus higienis agar pengunjung nyaman. Jangan sampai tidak sehat,”ungkap Agus.

Sekilas, Agus bercerita tentang kunjungannya ke Muara Angke, ketika dia bertemu dengan Serikat Nelayan Tradisional. Para nelayan menyampaikan aspirasinya kepada Agus. Mereka merasa mata pencaharian mereka terganggu oleh megaproyek reklamasi Pantai Utara Jakarta, yang menyebabkan penghasilan mereka menurun tajam.

Terutama karena lokasi mencari ikan sudah ditimbun lumpur, akibat pembangunan Pulau G.  Para Nelayan berharap, kelak Agus akan meninjau ulang proyek reklamasi ini, sehingga mata pencaharian mereka pulih kembali.

Ikhtiar Memenuhi Harapan Rakyat

APA yang dikemukakan Agus senada dengan pandangan Sylviana Murni, seluruh pemangku kepentingan dan penentu kebijakan harus duduk bersama mengatasi berbagai masalah. Termasuk mengatasi masalah reklamasi. Sylvi menyebut, itulah yang dia maksudkan dengan pembangunan partisipatoris.

“Rakyat kudu dilibatin. Saya sudah mengingatkan hal itu, ketika menjadi pejabat di  pemprov DKI Jakarta. Tapi, saya kan cuman punya wewenang memberikan rekomendasi. Kalo nanti terpilih, baru punya wewenang, baru bisa mengeksekusi apa yang selama ini jadi gagasan,”ungkapnya di sela syukuran ulang tahun yang sederhana itu.

Ketika memberikan sambutan di kediamannya, Sylvi mengemukakan, dari kunjungannya ke berbagai lokasi di Jakarta, dia menyerap aspirasi masyarakat, yang berharap diperlakukan secara manusiawi dan adil sebagai warga ibukota negara.

Sylvi memuji Agus, sebagai orang muda yang mempunyai kematangan dan kecerdasan intelektual, emosional, serta spiritual. “Mas Agus akhlaknye cakep. Sebagai calon gubernur, cepet nguasain masalah dan mempunyai pemikiran solusi yang tepat dan cemerlang,” ujar Sylvi.

“Saya tahu diri. Saya akan ambil sikap tutwuri handayani, memberikan gagasan-gagasan, pemikiran, dan rekomendasi solusi yang memungkinkan Mas Agus, sebagai Gubernur, nanti mengambil keputusan yang berdampak kesejahteraan bagi rakyat,”tambah walikota perempuan pertama di Ibukota negara, itu.

Sylvi bersyukur, dia diberi kesempatan mendampingi Agus, yang sejak awal bertemu, sudah mengikat komitmen untuk menyelenggaraan kepemimpinan secara fungsional dan proporsional. “Gubernur – Wakil Gubernur gak boleh salip-salipan,” ungkap Sylvi, mengundang gelak yang hadir.

Malam itu, baik Agus maupun Sylvi menyampaikan pandangannya dengan sangat segar. Keduanya saling memberi apresiasi. Suasananya sangat rileks.

“Kita sudah ngantuk, Mas Agus masih keliatan seger,”ungkap salah seorang tim pemenangannya kepada akarpadinews.

Agus sendiri berujar, “Bapak-bapak, ibu-ibu, Maaf nikh.. saya nonstop kunjungan dari pagi.. Muka saya juga sudah berminyak.” Lagi, membuat hadirin tertawa.

Terlihat yang memenuhi ruangan keluarga dan ruang salat keluarga di rumah Sylviana, padat oleh jamaah pengajian, aktivis Keluarga Mahasiswa Betawi (KMB), beberapa relawan, Ketua Bamus Betawi H. Zainuddin, dan juru bicara pasangan calon Lena Maryana Mukti, dan wakil-wakil dari partai politik pengusung.

Sylvi yang nampak sedang flu, tetap tampil energik. Anak dan menantunya yang dokter, memberinya minuman yang disebut Sylvi sebagai infus berjalan. “Alhamdulillah, punya anak ame menantu dokter..,”ujar Sylvi. Lagi-lagi mengundang gelak.

Sylvi mengemukakan, apa yang dilakukannya bersama Agus adalah ikhtiar, mengembalikan Jakarta untuk Rakyat. Menjadikan ibukota Jakarta, tidak hanya menjadi etalase kota modern, jauh dari itu, juga menjadi ibukota yang manusiawi.

Tugasnya kini adalah berikhtiar. “Yang menentukan adalah Allah. Oleh karena itu, saya tak terus menerus istikharah, mohon petunjuk kepada Allah agar langkah yang ditempuhnya bersama Agus Yudhoyono selalu berada di jalan yang tepat dan benar,”ungkap Sylvi.

Sylvi selalu membaca do’a, “Rabby anzilni munzala mubaarokaa wa anta khairu munziliin.” (Ya Rabb.., tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi tempat).

Perempuan Betawi yang menyandang jabatan fungsional profesional, bergelar doktor ilmu pendidikan, itu fasih melafalkan do’anya. Meski anak tentara dia dididik dalam lingkungan yang agamis, seperti halnya Agus.

Akan halnya Ustadz Abu Hanifah, mendo’akan pasangan Agus Harimurti dan Sylviana Murni diberikan kemudahan oleh Allah untuk mencapai apa yang  diharapkan warga Jakarta kepada mereka.

Dalam pandangan Abu Hanifah, Agus – Sylvi sesuai dengan prinsip-prinsip dasar akidah untuk kepemimpinan ibukota, kepemimpinan yang membawa berkah bagi seluruh warga, tidak terkecuali. Pemimpin kota yang adil bagi seluruh warga yang sangat beragam. Pemimpin ibukota yang dapat menjadi berkah dan rahmat bagi seluruh warga.

Agus dan Sylvi, laksana pemuda tangguh dan ibu yang kokoh dan siap sepenuhnya menerima amanah rakyat, menjadikan ibukota Jakarta sebagai suatu kota yang modern, maju, aman, damai, adil, sejahtera bagi seluruh warganya. Aspirasi rakyat menambah semangat mereka berjuang. | JM Fadhillah

Editor : sem haesy
 
Polhukam
Seni & Hiburan
25 Jul 20, 17:36 WIB | Dilihat : 391
Butong Tak Bisa Pisah dengan Akordeon
22 Mei 20, 05:26 WIB | Dilihat : 807
Refleksi Lagu Kanyaah Indung Bapak
19 Mei 20, 09:55 WIB | Dilihat : 649
Selamat Jalan Alex Aman Chalik
18 Mei 20, 05:02 WIB | Dilihat : 297
Pandemi dan Ramadan dalam Puisi Gus Nas
Selanjutnya