Pasokan Listrik Terhenti 4 Jam Gelap

Di Taiwan : Presiden Minta Maaf dan Menteri Mundur Karena Listrik Padam

| dilihat 453

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen minta maaf kepada rakyat, dan Menteri Ekonomi Lee Chih-kung, mengundurkan diri, menyusul pemadaman listrik yang terjadi di negara pulau itu, Selasa (29/7/19) pekan lalu.

Tsai Ing-wen yang sedang dalam tekanan untuk meninggalkan energi nuklir, itu menyatakan secara terbuka kepada rakyatnya, akibat listrik padam dan lebih dari 6 juta rumah tangga di pulau itu hidup tanpa listrik selama beberapa jam.

Dikabarkan oleh South China Morning Post, pemadaman itu terjadi akibat kombinasi dari cuaca panas yang luar biasa, kerusakan infrastruktur akibat topan baru-baru ini, dan dorongan oleh pemerintah Tsai untuk meninggalkan tenaga nuklir, yang membuat Taiwan hampir tidak dapat memasok listrik yang cukup untuk pengguna perumahan dan bisnis.

Pemadaman itu berlangsung sebelum jam 5 sore pada hari itu, ketika sebuah pabrik di Taiwan utara berhenti menghasilkan listrik, setelah pekerja secara tidak sengaja menutup pasokan gas alamnya.

Listrik telah dipulihkan pada jam 10 malam, sebelum Lee Chih-kung, Menteri Ekonomi negeri, itu mengundurkan diri, karena penanganan situasi gelap gulita berlangsung lambat.

Suratkabar China Times, Rabu (28/7/19) mempertanyakan kompetensi pemerintah Tsai,  karena membiarkan situasi sangat buruk dengan desakannya untuk menghapuskan nuklir secara bertahap.

Apple Daily memberitakan, Seorang warga mati akibat listrik mati dan ibunya yang sudah lanjut usia terluka, setelah lilin yang mereka gunakan menyebabkan kebakaran. Selebihnya tak ada lagi kematian atau cedera lain yang dilaporkan.

Sebelum pemadaman itu terjadi, pemerintah telah beberapa kali menyampaikan informasi peringatan untuk rakyat tentang pasokan listrik Taiwan.

Sepekan sebelum pemadaman. perusahaan milik pemerintah Taiwan Power Co mengeluarkan peringatan merah, karena margin cadangan operasi - perbedaan antara daya yang diproduksi dan yang dikonsumsi - turun ke level terendah kedua dalam catatan.

Tekanan atas Tsai untuk meninggalkan energi nuklir, juga datang dari Federasi Industri Nasional China.

Tsai tidak bergeming, karena soal energi termasuk salah satu faktor penting dalam kampanye, dan membuat dia mendulang suara, sehingga terpilih sebagai Presiden Taiwan lebih dari setahun yang lalu.

Padamnya listrik, merupakan dampak dari aksi Taiwan melakukan mothball salah satu dari empat pembangkit tenaga nuklirnya, dan dari enam reaktor yang tersisa, tiga di antaranya, saat ini ditutup untuk pemeliharaan.

Selain permintaan maaf, di laman Facebook-nya, Tsai menegaskan kembali tekadnya untuk meneruskan kebijakannya, menghapuskan tenaga nuklir demi energi terbarukan.

"Pemerintah mempromosikan energi hijau yang didistribusikan untuk menghindari insiden di satu pembangkit listrik yang dapat mempengaruhi pasokan listrik untuk seluruh negara," tulis Tsai. “Kami tidak akan mengubah haluan. Insiden hari ini hanya membuat kita lebih bertekad."

Pemadaman listrik yang berlangsung selama empat jam membuat orang terjebak dalam lift, lintas macet di kota-kota besar.

Lebih dari 668.000 rumah serta gedung perkantoran dan department store di seluruh Taiwan tersekap dalam kegelapan.

Taiwan Power Corporation mengabarkan, insiden pemadaman listri total itu terjadi sejak sekitar pukul 16:50, ketika enam unit Datan Power Station di Taoyuan, selatan Taipei, terkendala, sehingga terjadi penurunan empat juta kilowatt listrik, kata perusahaan Taiwan Power Corporation yang dikelola pemerintah.

Layanan darurat pulau itu dibanjiri dengan panggilan untuk bantuan, beberapa di antaranya dari orang-orang yang terjebak dalam lift. Dinas pemadam kebakaran New Taipei menerima lebih dari 100 panggilan dalam dua jam, setelah pemadaman.

Menteri Ekonomi Lee Chih-kung bertanggung jawab atas insiden itu dan mengajukan pengunduran dirinya kepada Perdana Menteri Lin Chuan, yang menerimanya, seperti diumumkan juru bicara kabinet Hsu Kuo-yung.

"Menteri Lee mengajukan pengunduran diri tertulisnya ke kabinet pada satu atau dua hari ke depan," kata Hsu.

Ia mengatakan bahwa pemadaman listrik telah menyebabkan beberapa fasilitas pemerintah tak berfungsi sebagaimana mestinya, tetapi tidak mempengaruhi Kantor Presiden. Dia menambahkan, tidak ada kerusakan yang disebabkan di rumah sakit atau kawasan perdagangan.

Media mengungkapkan, Bandara, jalur kereta api berkecepatan tinggi dan jalan raya juga tidak terpengaruh, meskipun kegagalan sinyal pada jalan yang lebih kecil membuat lalu lintas macet di beberapa bagian Wilayah Greater Taipei, yang meliputi Taipei, Keelung dan New Taipei City.

"Itu mengingatkan saya pada waktu Taiwan dilanda gempa bumi 921," ungkap Lin, seorang warga, kepada United Daily News yang berbasis di Taipei. Gempa yang mengguncang Taiwan 21 September 1999, yang menewasjkan lebih dari 2.000 orang.

Lin mengatakan, dia ada di supermarket di New Taipei City ketika semua lampu padam. Dia dia terjebak di toko untuk sementara waktu dan setelah pergi, ia terjebak pula kemacetan. Komunikasinya juga terganggu, karena kegagalan sinyal.

Polisi mengatakan bahwa petugas dikirim untuk mengarahkan lalu lintas, dan tidak ada korban yang dilaporkan.

"Investigasi awal menunjukkan bahwa pemadaman listrik disebabkan oleh kesalahan operasional selama pasokan gas alam ke pembangkit listrik oleh perusahaan minyak CPC Corporation, Taiwan," kata juru bicara TaiPower.

Pasokan listrik dipulihkan setelah sekitar empat jam, dan telah mempengaruhi aktivitas kehidupan 17 kota dan kabupaten di Taiwan.

Konsumsi daya telah melonjak di Taiwan selama tiga hari terakhir, karena suhu meningkat hingga 38 derajat Celcius dan masyarakat  menaikkan unit pendingin udara mereka. Hsu mengimbau masyarakat untuk menghemat energi sedapat mungkin. | aghni, delanova

Editor : Web Administrator | Sumber : SCMP dan berbagai sumber
 
Budaya
24 Agt 19, 16:44 WIB | Dilihat : 129
Kongko Bersama Kaum Muda Kreatif Betawi
21 Agt 19, 15:14 WIB | Dilihat : 380
Tilik Literasi Betawi
07 Agt 19, 20:46 WIB | Dilihat : 572
Berguru pada Sejarah, Transformasi Elang
Selanjutnya
Polhukam
21 Agt 19, 07:58 WIB | Dilihat : 396
50 sampai 100 Juta Akun Medsos Duplikat dan Palsu
16 Agt 19, 00:14 WIB | Dilihat : 614
Bersatulah Bangsa Melayu
15 Agt 19, 11:18 WIB | Dilihat : 664
Belajarlah Becermin Sebelum Buli Anies
11 Agt 19, 16:14 WIB | Dilihat : 277
Setiap Pejuang Akan Diuji
Selanjutnya