Inovasi Kurban dan Kepemimpinan Kreatif Inovatif

| dilihat 274

Catatan Bang Sém

Kreatif memimpin adalah niscaya. Dengan cara kreatif semacam itu, seorang pemimpin akan menemukan banyak cara menemukan dan memberikan solusi atas berbagai masalah yang dihadapinya.

Jean Chouinard dan Marjorie Doucet, menulis ihwal kepemimpinan kreatif ini (Le leadership créatif, Medium, 2016). Keduanya sama berpandangan, pemimpin memainkan peran utama dalam konteks kreatif dengan mengintervensi individu dalam lingkungan kolektif.

Setarikan nafas, dengan otoritasnya, seorang pemimpin harus mengesampingkan keyakinan dan nilai-nilainya sendiri untuk menguji pendekatan baru yang akan memiungkinkannya mengembangkan sarana inovatif (Amabile, 2004).

Pemimpin mesti punya daya untuk menggerakkan staf, ia tak hanya mengelola orang, melainkan mengelola tugas - tanggungjawab dan ide.

Sikap inilah yang ditampakkan Anies Baswedan sebagai Gubernur - Kepala Daerah sekaligus pemimpin Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta. Berbagai langkah yang ditempuhnya menampakkan hal demikian.

Anies agaknya sadar betul, setiap gagasan baru pasti akan banyak beroleh tantangan dan bahkan cercaan, karena gagasan-gagasan baru seringkali menawarkan perubahan minda yang banyak bersinggungan dengan beragam kepentingan dari beragam orang.

Gagasan anyar yang dikedepankan Anies adalah inovasi seputar kurban, Idul Adha 1440 H.  Mulai dari sertifikasi pemotong hewan kurban (sesuai syariah), penggunaan besek bambu - pengganti plastik -- untuk daging kurban, sampai program 'Dapur Kurban' untuk mengolah hewan kurban, sehingga para mustahik - khasnya kaum dhu'afa (fakir miskin) dan semua unsur yang berhak menerima sesuai asnaf,  akan beroleh hidangan daging kurban siap santap.

Khas terkait 'Dapur Kurban,'  Anies dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerjasama dengan berbagai lembaga yang biasa mengelola kuran, seperti ACT dan Rumah Zakat, serta chef profesional - muslim dari berbagai hotel berbintang: Hotel Borobudur, Hotel Dharmawangsa, Hoteng Shanti-La, Hotel Pluit, dan lain-lain. Pun, asosiasi keamanan pangan.

Maknanya adalah, Anies memulai inovasi baru di DKI Jakarta, mendistribusikan daging kurban olahan siap santap dengan kualitas terjamin, yang bisa dipakai dalam jangka yang panjang. Tentu, dengan tetap menjamin berlangsungnya tradisi kurban yang sudah berlangsung di lingkungan masyarakat selama ini.

Di balik inovasi ini, Anies membuktikan lagi, sikap konsisten dan konsekuen atas komitmennya memperjuangkan keadilan. Inovasi ini memungkinkan, santapan hasil olahan chef ternama dan profesional, yang selama ini hanya bisa dinikmati kalangan ekonomi menengah - atas, bisa dinikmati oleh masyarakat biasa pada umumnya, yang tak berkesempatan menikmati santapan di resto-resto hotel berbintang.

Untuk kali pertama, daging olahan siap santap akan dinikmati kaum dhu'afa di 9 (sembilan) kelurahan: Manggarai, Kampung Melayu, Tanah Tinggi, Jatipulo, Jembatan Besi, Keagungan, Kapuk, Penjaringan, dan Kalibaru.

Selaras dengan itu Rumah Zakat Indonesia akan memproduksi daging kurban dalam bentuk kornet rendang kalengan yang tahan enam bulan. Untuk pertama kali, dua ekor sapi sudah dikirim ke Kepulauan Seribu untuk diolah, bagi kepentingan masyarakat setempat.

Daging olahan dalam kemasan kalengan tersebut juga akan didistribusikan via Yayasan, Masjid, dan Panti Asuhan. Khasnya daging kurban dari Aparatur Sipil Negara Pemprov DKI Jakarta, Korpri, dan karyawan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah).

Inovasi dalam mengelola daging kurban itu, dalam konteks kepemimpinan kreatif, menghadirkan persepsi potensi kreatif yang berasal langsung dari nilai-nilai yang disampaikan oleh pemimpin. Kelak, hal semacam ini, akan menjadi budaya yang kuat dalam organisasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sekaligus akan mengubah minda tata kelola hubungan dan emosi, dan membentuk minda baru organisasi dalam bentuk mekanika kreatif organisasi.

Bila ada kalangan atau pihak berpandangan, bahwa mereka mampu merontokkan eksistensi Anies dengan caci maki, hujatan, dan ancaman pandir, mereka akan tergulung dengan presumsinya sendiri. Karena dalam konteks kreativitas, Anies memainkan peran kongkret, bahwa pemimpin harus memiliki dan mempertahankan keterampilan yang akan memungkinkannya memimpin tim-nya, sekaligus memotivasi mereka dalam melaksanakan pekerjaan.

Anies nampak sadar betul, masih banyak pejabat dan staf di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang terjebak dalam sosiohabitus lama yang lamban, tak berani mengambil risiko kreatif dan inovatif, dan tak menyadari esensi fungsinya sebagai 'pelayan rakyat berintegritas.'  Terutama karena selama ini, hidup dalam sosio habitus yang serba 'was-was' dan pasif. Lantas terbiasa menjalankan budaya 'lempar kambing,' melemparkan tanggungjawab kepada pimpinan.

 Karena itu, tampak, Anies menyadari harus menjadi memainkan peran sebagai 'pemimpin ide,' dengan memperkenalkan filosofi untuk memenuhi tujuan kepemimpinan yang dilandasi aturan. Sekaligus memberi contoh bagaimana mewujudkannya secara operasional sehari-hari.

Kata kuncinya adalah budaya organisasi yang akan memandu seluruh staf dalam melaksanakan berbagai program secara kreatif dan inovatif. Dan menghidupkan kerja gembira dengan menghidupkan dinamika kreatif dalam menerjemahkan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) secara dimensional.  

Tak mudah memang. Karena Anies, mesti menempa para staf yang akan menggerakkan kerangka kerja kreatif dengan menghidupkan hubungan interpersonal yang menginspirasi untuk di setiap satuan kerja.

Tak ada jalan lain, kecuali kepemimpinan kreatif dan inovatif yang mesti dipilih Anies. Khasnya dalam menghadapi kaum: penista, pemaki, pencitra, dan pecundang yang gemar memelihara budaya fitan, sekaligus senang hati menjadi 'pemakan mayat saudaranya sendiri.' Kaum yang beroleh kenikmatan hidup dengan berkubang dalam fantacy trap - jebakan fantasi. |

Editor : Web Administrator | Sumber : berbagai sumber
 
Budaya
24 Agt 19, 16:44 WIB | Dilihat : 130
Kongko Bersama Kaum Muda Kreatif Betawi
21 Agt 19, 15:14 WIB | Dilihat : 381
Tilik Literasi Betawi
07 Agt 19, 20:46 WIB | Dilihat : 572
Berguru pada Sejarah, Transformasi Elang
Selanjutnya
Seni & Hiburan
18 Agt 19, 21:05 WIB | Dilihat : 710
Kemerdekaan Adalah Jiwa Raga Sehat Tegakkan Keadilan
13 Agt 19, 20:56 WIB | Dilihat : 678
Gubernur Anies Undang Warga Jakarta Nonton JMF2019
12 Agt 19, 22:43 WIB | Dilihat : 399
Pesona Lipet Gandes dan Topeng Jantuk
04 Jul 19, 13:22 WIB | Dilihat : 762
Jakarta Melayu Festival 2019 Merengkuh Keadilan
Selanjutnya