Tiga Isteri di Musim Semi

| dilihat 459

Alonza Ulana

BAGIAN SATU

KAFÉ itu lumayan besar, meski diberi nama Le Petit Cafè. Terletak di Rue Descartes, hanya beberapa menit jalan kaki dari Université Paris Sorbonne.

Ke pojok kafé itu Tyque, Jeehan, dan Meisj akan singgah, mengulang kenangan kisah kehidupan mereka.

Tyque perempuan yang berbakat dalam banyak hal. Pandangannya luas. Seorang yang mampu menginspirasi orang lain berteriak atau meneriakkan gagasan, dan selalu mengusik siapa saja untuk senantiasa mau mempertanyakan sesuatu di balik sesuatu, bersoal ihwal sebab akibat. Perempuan yang di dalam pesona personanya berwibawa dan bermartabat. Ia juga seorang yang elegan. Dia berasal dari kawasan pertanian Bordeux, 36 kilometer di luar Paris.

Jeehan seorang perempuan asal Isfahan, Iran. Matanya berbinar laksana permata. Berbeda dengan Tyque yang saintis, Jeehan seorang pakar dalam ilmu filsafat dan budaya. Ibarat listrik, dia selalu menjadi energi yang memberi semangat kepada siapa saja. Dia perempuan jujur dan setia. Kegiatannya banyak, terutama sebagai seorang pensyarah, dosen di beberapa universitas. Dia juga seorang yang disiplin dan tertib.

Meisj perempuan asal Johor, Malaysia. Seorang perempuan multitalent yang menjadi motivator, sekaligus pebisnis yang berbakat. Semangatnya untuk maju dan berkembang luar biasa. Perjalanan hidupnya sebagai orang perempuan yang sangat menyayangi ibu, memberinya banyak pengalaman, sehingga pribadinya kuat. Dia senang berbagi dan sangat menyenangkan.

Ketiganya berhubungan dekat satu dengan lain. Ketiganya bertemu di Kuala Lumpur, sejak beberapa tahun silam. Dia dipertemukan Diaz, seorang perempuan tangkas dan berani yang kini tiada. Seorang dokter yang mengembangkan dirinya dengan teknologi lingkungan, juga filsafat.

Musim semi baru masuk, ketika ketiganya berjalan santai menelusuri Rue Cujas, melintasi Rue Saint Jacques. Di depan perpustakaan Sainte Geneviéve, di depan Place du Panthéon - Universite Paris III Sorbonne Nouvelle, ketiganya berhenti. Tyque memandang lama bangunan perpustakaan itu.

Dia terkenang pada Diaz.

"Tiga tahun lalu, aku masih menghabiskan waktuku hampir seharian dengan Diaz, di situ," cetus Tyque.

"Aku dengar itu. Kalian berdiskusi tentang bagaimana memanfaatkan nuklir untuk kepentingan medis, kan? Diaz bicara denganku," sambung Jeehan.

Meisj yang paling muda menyimak sambil memandangi bangunan tua berdinding kokoh warna khaki, dengan konsep Baroque yang menjadi salah satu ciri khas Paris.

Ketiganya melanjutkan langkahnya. Jeehan merangkul Meisj.

"Abang pernah cerita, di perpustakaan ini juga akak berdiskusi tentang aku?" ujar Meisj.

"Bukan di perpustakaan itu, tapi di di sini, di pedestrian tempat kita melangkah ini, aku, abang, tyque dan Diaz membicarakanmu," jawab Jeehan sambil memandang ke Place Panthéon.

Ketiga terus melangkah, sambil berjalan santai. Tyque membetulkan ujung jilbabnya.

"Yang pasti di kafe yang akan kita kunjungi, kami mendengar cerita Diaz tentang kamu," tambah Tique.

"Ketika itu Diaz sedang berjuang memenangkan optimisme melawan cancer yang dideritanya lebih dari sepuluh tahun," saambung Jeehan.

Ketiganya tiba di kafe yang oleh Diaz diberi nama Kafe Serimbit.

"Aku tidak tahu apa arti Serimbit itu," ujar Tyque. Jeehan dan Meisj juga menggeleng.

Ketiganya saling pandang. Tyque mengambil inisiatif memesan makanan dan minuman yang mereka sukai masing-masing. Kemudian melanjutkan perbincangan.

Ketiganya kemudian membincangkan sesosok lelaki yang ada dalam kehidupan ketiganya. Lelaki Indonesia berdarah campuran Arab, Mandar, dan Banten, yang mereka panggil Abang.

Perbincangan tersela sesaat, ketika pelayan kafe mengantar makanan dan minuman yang mereka pesan. Meisj bicara, dia menerima kehadiran Abang, mulanya karena Mak, ibu yang dia terima sebagai keramat dalam kehidupan, menilai Abang sebagai jodoh terbaik baginya, walaupun Mak tahu, Abang sudah beristri Diaz, Tyque, dan Jeehan.

"Ketika Abang, kak Diaz, sœur Tyque, dan akak berbincang dengan Mak, saya sungguh merenung konsep. Apa itu jodoh? Apakah saya punya satu? Apakah saya hanya beroleh sedikit saja, karena semua hendak membagi jodoh, itu? Saya teruk, pikiran saya buntu. Tapi, seperti Mak cakap, saya pun ada hati dengan Abang," ujar Meisj.

"Ya, aku ingat, ketika kamu bertanya, di mana milikku? Tak mungkinkah aku memilikinya penuh seluruh?" tanggap Jeehan sambil tersenyum.

"Pertanyaanmu sama dengan pertanyaanku dan Jeehan dengan diri masing-masing," sambar Tyque.

"Saya baru tersedar pada kenyataan jodoh, ketika akak mengatakan, gagasan bahwa ada satu orang istimewa yang diciptakan hanya untuk hanya seorang, atau beberapa orang terpilih, amat menarik untuk dipertimbangkan," sambung Meisj sambil tersenyum.

"Ya. Meisj baru mampu menerima, setelah jumpa dengan anak-anak dari pernikahan Abang dengan Diaz dan sœur Tyque kan?"

"Ya.. Ya.. Anak-anak kak Diaz dan sœur Tyque memikat hatiku. Anak-anak yang mulia resam budinya. Ketika itu saya berfikir, kak Diaz dan sœur Tyque, bersama Abang adalah orang-orang hebat," cetusnya sambil memandang Tyque. "Dan.. ini yang utama, akak Jeehan cakap sesuatu yang membuat hati saya luluh."

"Apa itu?" tanya Tyque.

"Kata akak, Tuhan memberi kelebihan kepada lelaki yang baik dan hebat keutuhan cinta, ketika kita hidup tidak pada domisili yang sama. Pun ketika Abang bersikap pasif, dan motivasinya penuh seluruh untuk membahagiakan."

"Ketika kak Diaz dan sœur Tyque bicara dan memperjodohkan saya dengan Abang sebagai isteri ketiga, saya berhenti berfikir. Hati saya menolak ketika itu," ungkap Jeehan.

"Mengapa?" sela Meisj.

"Ketika itu, saya benar-benar percaya pada belahan jiwa, tetapi definisi saya melampaui gagasan tradisional tentang prinsip, hanya satu. Kemudian, ketika saya istiharah, saya berubah fikiran," ungkap Jeehan.

"Bagaimana perubahannya?" tanya Tyque.

"Fikiran dan hati saya tentang konsep belahan jiwa, berubah. Tak lagi hanya, le seul et unique, satu dan sepenuhnya milik saya. Melainkan une pour l'articulation, satu untuk artikulasi  belahan jiwa itu sendiri," lanjut Jeehan.

"Saya akhirnya sepakat dengan kak Diaz, bahwa belahan jiwa, itu bisa jadi seorang suami, yang diikhlaskan isteri-isterinya, secara tidak sengaja membuatku juga tertarik untuk menjalin hubungan."

Tyque mereguk kopinya. Terbayang wajah Diaz, sahabatnya berdebat, berdiskusi, dan saling mencurahkan perasaan, mulai dari berbagai hal tentang ilmu, sampai tentang kehidupan.

"Diaz meyakinkanku tentang chemistry. Ini mengubah cara pandangku selama ini. Aku sampai pada pengertian baru, bahwa pasangan jiwa dibawa ke dalam hidup kita, sehingga kita dapat tumbuh dan berkembang ke versi terbaik dari diri kita," ungkap Tyque. "Tak semua perempuan akan memahami ini, tanpa mereka tahu, bagaimana isteri-isteri aktif untuk berbagi belahan jiwa."

Meisj bicara. Selain karena Mak, dia tertarik dengan Abang, justeru karena lelaki itu tak terlihat mengambil inisiatif, tetapi dari caranya memandang, ada getaran rasa dan kasih sayang yang dialirkannya.

"Abang ketika itu berkata, coba pikirkan ketertarikan sejenak dengan orang-orang pilihan, seperti adik berpikir tentang almarhum abah," cerita Meisj mengulang ucapan Abang suatu hari.

Meisj juga mengulang ucapan Jeehan, ketika beberapa kali bertemu sebelum dia sungguh tertarik pada Abang.  

"Kita  berhubungan dengan banyak orang sepanjang hidup. Dan kita tertarik pada beberapa dari mereka. Tetapi hanya sedikit yang membuat kita begitu tertarik, sehingga kita membuat keputusan untuk bermitra," ungkap Meisj mengulang ucapan Jeehan saat meyakinkan dia. Jeehan tersenyum, Tyque menyimak. | Bersambung

Editor : sem haesy | Sumber : grafis berbagai sumber
 
Polhukam
25 Mei 19, 23:15 WIB | Dilihat : 15
Warga Sipil Harus Dihormati dan Dilindungi
19 Mei 19, 20:33 WIB | Dilihat : 286
Daulat Rakyat vs Intervensi Teritori Internasional
13 Mei 19, 21:39 WIB | Dilihat : 361
Tun Dr. Mahathir : Rakyat Bebas Mengeritik Pemimpin
05 Mei 19, 13:22 WIB | Dilihat : 357
Politisi Datang dan Pergi, Wartawan Tetap di Tempatnya
Selanjutnya
Ekonomi & Bisnis
16 Mei 19, 11:03 WIB | Dilihat : 260
Utang Negara dan Pembangunan Sosial
25 Mar 19, 12:00 WIB | Dilihat : 766
Lompatan Kutu Anjing
25 Mar 19, 11:49 WIB | Dilihat : 621
Jangan Untung Jadi Buntung
12 Mar 19, 00:36 WIB | Dilihat : 471
Pesawat Boeing 737 Max Dikandangkan Sementara
Selanjutnya