PPKM versus Covid 19

Siasat Lewati Masa Darurat

| dilihat 142

Haedar Mohammad

Aksi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jakarta beserta seluruh aparatnya di bawah kordinasi kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan, bawa manfaat.

Jakarta lengang dan senyap sejak hari Jum'at (3/7/21), hari  dimulainya (hingga 20 Juli 2021) Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKPM) Darurat.

PKPM yang diberlakukan di Jawa dan Bali, itu diputuskan Pemerintah Pusat untuk menekan laju penularan nanomonster Covid 19 yang meningkat berkali lipat.

Jakarta  merupakan episentrum menyebarnya nanomonster Covid-19, dan memerlukan kendali ketat.

Saat memimpin rapat secara hybrid  seluruh aparat Pemprov DKI Jakarta, Rabu (30/6/21) Anies mengemukakan, Jakarta akan menghadapi turbulensi yang gawat.

"Kita adalah semua kru yang berada dalam cockpit pesawat yang akan menghadapi turbulensi hebat," ujar Anies mengambil ibarat.

Pernyataan itu mengandung isyarat, semua aparat di Jakarta harus bergerak cepat menghadapi situasi di tengah masyarakat.

Kata kuncinya adalah semua aparat wajib mengambil peran aktif menyelamatkan rakyat.

Pasalnya, seluruh ekstensi dan petugas layanan kesehatan, sudah sampai titik kulminasi dalam melayani pasien yang terpapar nanomonster Covid-19 dalam situasi pepat penat.

Anies menyatakan, terus melakukan kordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait dengan keputusan pemerintah pusat. Jakarta, siap melaksanakan PPKM dan menghadapi situasi darurat.

Hal itu dikemukakannya pada Kamis, 1 Juli 2021, saat meninjau pelaksanaan vaksinasi anak di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Senin, 5 Juli 2021, merespon informasi masih ada kantor dalam bidang sektor non esensial meminta karyawannya bekerja seperti biasa, Anies akan melakukan tindakan cepat dengan sasaran tepat.

Seluruh kegiatan bisnis sektor non esensial dan sekolah 100 persen kerja dari rumah (work from home), sektor esensil boleh beroperasi dengan kapasitas pekerja 50 persen, hanya sektor pokok yang masih boleh bekerja 100 persen dalam masa darurat.

Anies dan seluruh anggota Forkopimda bahu membahu melaksanakan PKPM darurat. Termasuk menyiapkan oxygen dengan tabung isi ulang, agar rumah sakit mudah mendapat keperluan vital pasien yang sedang dirawat.

Dalam situasi Gubernur dan seluruh anggota Forkopimda dengan jajaran aparat masing-masing berkonsentrasi melaksanakan amanat, masih saja ada politisi melakukan tindakan tak patut, berdebat.

Mereka tak mampu mengendalikan syahwat politik untuk kepentingan sesat sesaat. Celakanya masih ada media yang masih memberi tempat bagi berbagai pendapat yang tidak tepat.

Kesadaran dan sense of crisis mereka terkesan mampat, sehingga mengundang umpat. Mereka abai, pada Senin (5/7/21) sudah 2.313.829 warga Jakarta terpapar Covid 19, sudah 61.140 menjadi mayat, meski patut disyukuri 1.942.690 orang sembuh, dinyatakan negatif, dan berakhir masa rawat.

Hari Senin, ini secara nasional tercatat 2.313.829 orang secara nasional, terkonfirmasi positif; 14.416 sembuh dan dinyatakan negatif; 61.140 meninggal dunia (bertambah 558 orang), tak terkonfirmasi berapa banyak orang yang sedang mengalami isolasi mandiri dan tanpa gejala yang belum dicatat.

Pada hari yang sama, tersiar kabar, pemerintah telah melakukan realokasi anggaran kementerian dan lembaga hingga Rp26,2 triliun.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dalam video conference menjelaskan, realokasi anggaran tersebut untuk merespon serangan Covid 19 (vaksinasi hingga perawatan dan bantuan sosial) bagi masyarakat.

Situasi darurat ini menunjukkan, Indonesia masih harus berkutat melawan dan menaklukkan serangan gelombang kedua nanomonster Covid 19, yang terus meningkat.  

Para pejabat dan aparatur negara, memang mesti menerima kenyataan, realokasi anggaran tersebut mengambil berbagai pos belanja, seperti honorarium, perjalanan dinas, paket meeting, belanja jasa, bantuan pembangunan gedung, pengadaan kendaraan, dan anggaran kegiatan yang belum dikontrakkan, yang tidak mungkin akan selesai tahun ini sebagai cara berhemat.

Namun pengurangan tersebut tak boleh menurunkan kualitas layanan dan memerlukan cara yang tepat.

Dalam konteks ini, langkah cepat, terpadu dan tepat yang ditempuh Anies dan para unsur Forkopimda, sudah tepat. Kerja mereka pantas diberi hormat, dengan cara memotivasi siapa saja untuk meningkatkan disiplin masyarakat.

Tanpa disiplin, kerja keras dan cermat seluruh aparat berkolaborasi dengan masyarakat, paparan Covid 19 akan terus meningkat, dan jangan marah ketika menghubungi rumah sakit tak ada lagi tempat dan tenaga kesehatan yang mampu merawat.

Diam di rumah, kerja di rumah, meningkatkan ibadat, meningkatkan imunitas dengan pola hidup gembira dan qana'ah, merupakan siasat melewati masa darurat. Bersama jaga diri, jaga keluarga, jaga lingkungan, jaga kesehatan rakyat. |

Editor : eCatri | Sumber : foto berbagai sumber IG ARB
 
Ekonomi & Bisnis
31 Agt 21, 19:09 WIB | Dilihat : 292
Pandemi dan Pemulihan Ekonomi Lokal
14 Mar 21, 23:46 WIB | Dilihat : 382
Sindroma Ambivalensia
16 Des 20, 07:56 WIB | Dilihat : 549
Peta Bank Syariah di Indonesia Berubah
09 Okt 20, 21:01 WIB | Dilihat : 535
Mengharap Garuda di Langit
Selanjutnya
Sporta
12 Jul 21, 10:12 WIB | Dilihat : 160
Italia Boyong Piala Eropa via Penalti
23 Agt 20, 12:51 WIB | Dilihat : 647
Anggur Hijau Douro untuk Bayern Munchen
22 Okt 19, 13:15 WIB | Dilihat : 1564
Pertamax Turbo Ajak Konsumen ke Sirkuit F2 Abu Dabi
Selanjutnya