Gebrakan Yamaha di Ajang Supercar

| dilihat 2976

AKARPADINEWS.COM | TOKYO Motor Show (TMS) yang berlangsung di Tokyo, Jepang, tiap tahunnya selalu menghadirkan kejutan yang diberikan oleh pabrikan otomotif ternama. Tahun ini, TMS mendapat kejutan dari salah satu pabrikan otomotif ternama Jepang, Yamaha. Di ajang TMS ke-43 kali ini, Yamaha memajang karya terbarunya, yakni mobil super Yamaha Sport Ride Consept (YSRC).

Dipertontonkannya YSRC menjadi kejutan dari Yamaha. Pasalnya, dari semenjak berdirinya, pabrikan asal Jepang tersebut hanya berkutat dengan melahirkan beragam motor cepat. YSRC di TMS menjadi penanda keseriusan Yamaha untuk berkiprah di panggung mobil berjenis supercar.

Dengan desain futuristik dan minimalis, mobil besutan Yamaha tersebut memiliki berat kendaraan seberat 750 kilogram (kg) dan panjang 3900 milimeter (mm). Untuk sebuah mobil supercar, YSRC termasuk ringan dan tidak lebih panjang dari supercar besutan pabrikan Lotus. Untuk mesin, sayangnya pabrik berlambangkan garputala itu enggan membaginya saat mengenalkan YSRC. Namun, bila dilihat dari karakter Yamaha dalam membesut kendaraan roda duanya, dapat dipastikan Yamaha menggunakan mesin dengan daya pacu tinggi.

Interior dalam YSRC tak dapat dipandang sebelah mata. Dengan kursi untuk kapasitas dua orang yang dibalut kulit, YSRC memberikan kesan elegan kepada siapapun yang mengendarainya. Selain itu, desain elegan itu dipadupadankan dengan citarasa sporti yang terlihat dari minimnya aksesoris. Dengan desain elegan nan sporti itu, YSRC memang disiapkan oleh Yamaha untuk menjadi kuda pacu yang akan dilirik oleh para penggemar otomotif.

Untuk soal sasis rangka, YSRC ditopang dengan rangka sasis yang dibuat dengan menggunakan metode iStream. Metode tersebut sejatinya adalah metode pembuatan sasis untuk kuda pacu F1 yang dikembangkan oleh Gordon Muray untuk kuda pacu McLaren. Kelebihan rangka sasis tersebut terdapat pada keringanannya sehingga tidak membuat kendaraan menjadi berat, namun memberikan pijakan yang apik ketika tengah melaju dengan kecepatan tinggi. Dengan begitu, mengendarai YSRC sama saja dengan mengendarai dua motor Yamaha R1 dengan menggunakan satu kemudi.

Pembesutan YSRC memperlihatkan Yamaha tidak main-main dengan mobil tersebut. Dengan menggandeng Gordon Murray, Yamaha seakan memberikan tanda kepada pabrikan roda empat untuk berhati-hati akan masuknya pabrikan tersebut ke dalam pasar super car.

Dunia industri kendaraan roda empat memang akrab dengan Yamaha. Karena, Yamaha pernah menjajaki industri mobil, namun baru sebatas pembuatan mesin untuk beberapa merek pabrikan. Kerjasama untuk membuat mesin mobil pernah dijajaki Yamaha dengan Toyota, yakni untuk produksi mobil Toyota 2000GT.

Yamaha juga pernah bekerjasama menginovasikan mesin mobil Taurus SHO besutan Ford. Lexus pun pernah menjalin kerjasama dengan Yamaha untuk membesut mesin V10 yang menjadi organ dalam Lexus SFA Supercar. Dengan beragam pengalaman itu, bukan tidak mungkin Yamaha akan memasuki pertarungan supercar dengan beragam pabrikan ternama yang sudah menahun di industri tersebut.

Kejutan dari Yamaha tidak berhenti sampai di situ. Pada ajang TMS, Yamaha juga memamerkan dua sepeda motor listrik hasil inovasi timnya, yakni PES2 dan PED2. PES2 atau Passion Electric Streetsport 2 merupakan motor sport listrik dengan desain futuristik. Sepeda motor listrik dengan bobot 130 kg tersebut juga dibesut dengan teknologi baru sehingga menjadikannya sebaga sepeda motor pertama dengan label 2WD (two-wheel drive).

Dengan teknologi tersebut, PES2 bergerak dengan penggerak yang terdapat pada kedua rodanya. Hal itu sangat berbeda dengan sepeda motor pada umumnya yang digerakan oleh penggerak pada roda belakang. Teknologi ini menarik perhatian para pecinta otomotif karena sensasi mengendarai sepeda motor yang kedua rodanya menjadi penggerak tidak dapat terbayangkan sebelumnya. Adapun, bayangan yang dapat diberikan Yamaha ialah PES2 ini akan lebih cepat melaju dibandingkan dengan sepeda motor listrik lainnya.

Tak jauh berbeda dengan PES2, PED2 atau Passion Electric Dirtsport 2 merupakan sepeda motor listrik dengan model dirtbike atau trail. Sama dengan PES2, PED2 juga ditanamkan teknologi 2WD. Desain motor trail listrik ini lebih ramping jika dibandingkan dengan PES2 dan lebih ringan. PED2 hanya berbobot 100 kg, 30 kg lebih ringan dari PES2.

Kedua sepeda motor listrik itu menjadi atraksi menarik bagi pecinta otomotif di TMS. Pasalnya, merupakan hasil riset pabrikan Yamaha untuk menciptakan sepeda motor ramah lingkungan, namun tidak lelet seperti kebanyakan sepeda motor listrik yang ada saat ini.

Kehadiran kedua sepeda motor listrik itu menunjukan pabrikan tersebut dapat memproduksi sepeda motor dengan konsep menarik. Kedua sepeda motor itu ada kemungkinan dipasarkan bilamana permintaan sepeda motor listrik sudah meningkat. Untuk itu, Yamaha masih menyimpan rapi kapan sepeda motor listrik itu dapat mengaspal.

Dua kejutan itu merupakan jawaban Yamaha atas tuntutan zaman. Tak hanya berani memunculkan wacana untuk memasuki dunia otomotif supercar, Yamaha juga menancapkan taringnya pada dunia otomotif sepeda motor masa depan. Yamaha menunjukkan diri sebagai pabrikan bertaji dan bervisi ke depan.

Muhammad Khairil

Editor : M. Yamin Panca Setia | Sumber : Mashable, Indianautosblog, Autoblog, Carscoops, dan Cnet.
 
Humaniora
04 Nov 21, 07:24 WIB | Dilihat : 342
Tolak Toleransi Zina di Kampus
13 Okt 21, 09:25 WIB | Dilihat : 628
Pendekar Mabuk di Tengah Coronastrope
05 Okt 21, 16:00 WIB | Dilihat : 418
Penista Nabi Muhammad Mati Dilahap Truk
03 Sep 21, 12:31 WIB | Dilihat : 264
Membaca Tantangan Abad 21 dan Hegemoni Pendidikan Global
Selanjutnya
Polhukam