Puisi Puisi H.M Nasrudin Anshory

Mata Maut

| dilihat 175

Introspeksi Kematian

 

Berpayung hitam sendirian

Dalam curah air mata dimana-mana

Kuziarahi batu-batu nisan

Kucari pusaraku sendiri

 

Gerimis tangis melinggis nafasku

Kesiur doa meronta

Di lembah mana akan kutanam rindu

Agar tumbuh cinta hingga di Alam Baka

 

Dalam badai Pandemi

Kujemput kefanaan raga

Kusucikan lahir batin imanku

Siap dan tidak siap bukan jawaban bibirku

 

Hamparan pusara

Requiem dan doa merayakan orkestra

Gugur bunga dalam kuburku melangitkan cinta

 

Setinggi-tinggi tahta

Seluas-luas ilmu

Berderet gelar dan tumpukan harta

Usai sudah saat ajal tiba

 

Kususuri jejak kuburku

Kusyukuri manis madu imanku

Inikah tabungan amal itu?

Ataukah hanya dosa yang tersisa

Merenda usia dengan sia-sia?

 

Kepada siapa aku mengemis kata maaf

Saat nafas terakhir sudah terpisah dari paru-paru

Dan detak jantung sudah menggantang?

 

Tuhanku

Beri aku sepenggal waktu

Untuk mencatat taubat

Untuk berikrar istighfar

Dan mengubur prasangka buruk pada sesama manusia

Bersujud padaMu selama-lamanya

 

Gus Nas Jogja, 28 Juli 2021

 

Belajar Pada Luka

 

Belajar pada luka

Carilah ikhlas tanpa batas pada kedalaman jiwamu

 

Hari ini sudah tak dilahirkan seorang nabi

Tapi di rahim ibulah semua cahaya bisa ditimba

 

Maka biarkan jiwamu terbebas

Melukiskan cinta yang tak sempurna

 

Bertanyalah pada lubuk hatimu

Apakah maina makrifat luka?

Ketika kata dan warna telah dibutakan oleh senja

 

Apakah jawabnya rasa syukur?

Ataukah kesabaran?

 

Hari ini Pandemi telah mengharu-biru

Para terkasih di sekeliling kita telah terbujur kaku

Pekik doa dan raung sirine kian mengiris hati

 

Hanya kepada ibu kuucapkan pamit untuk hijrah ke langit

Berbekal cinta akan kuziarahi kitab-kitab tua para pujangga

Mendaki bait-bait Kalam Suci agar hening dan bening mengendap di dalam diri

 

Pintaku padamu, Ibu!

Ajari aku makrifat sekarat

Agar debu dalam hatiku jelas kulihat

Agar siasat dalam filsafat tak tumbuh jadi rimba jerawat

 

Masihkah kita akan tersesat pada senja yang semakin hari kian semburat?

 

Ibu,

Hari ini kuhijrahkan air mataku ke laut rindu

Catatlah segala luka dan rasa sakit ini dengan pena berdarah bertulis kelu

 

Gus Nas Jogja, 29 Juli 2020

 

Munajat Jum'at #1

 

Tuhanku

Bumi tanah basah

Telah melahirkan jejak langkahku

Di sana kutimba Sumur Keabadian

Mata Air tanpa dasar dari Air MataMu

 

Jum'at ini kupanjat munajat

Mengintip Langit

Melihat para malaikat mencatat

 

Tuhanku

Tumbuhkan aku di Taman Surga itu

Sebagai melati atau mawar

Sebagai kemuning atau cempaka

Menjadi gaharu sekaligus cendana

 

Amin

Gus Nas Jogja, 30 Juli 2021

 

Munajat Jum'at #2

 

Kepak sayap rinduku

Telah patah oleh badai cintaMu

Aku pasrah di kegirangan ini

Gairah marwah memetik berkah

 

Kupetik putik puisi

Dengan panah sejarah

Dalam indah sedekah

 

Jum'at ini kulumat taubat

Sebelum keruh menyumbat

Saat kiamat mendekat

 

Gus Nas Jogja, 30 Juli 2021

 

Mata Maut

 

Mata maut menatap

dukaku!

 

Tuhanku

Kuketuk pintuMu

dengan peluk lapuk

 

Jalan panjang keabadian

Telah tiba di pelupuk mata

 

Siap tak siap

kusapa senyap

Menggigil jiwaku

meratapi lorong gelap

masa lalu

Sendiri dan yatim-piatu

 

Tuhanku

Hanya istighfar

yang menjadi tikar

terakhirku

Bahkan dalam kubur

Terus kugelar istighfar itu

 

Semoga jalan berjelaga

di masa lalu itu

hanya fatamorgana

Semoga tabungan cinta

dan amal rindu ini

tak hanya sia-sia

 

Tuhanku

Berbekal akal

Ternyata tak mampu menajamkan pikirku

Membaca Kekal

Dengan peta takwa ini

kujalani tegak lurus

akhir hayatku

 

Pada Kun firmanMu

Kuterima dengan tunai

fayakun cinta ini

 

Gus Nas Jogja, 31 Juli 2021

Editor : eCatri
 
Seni & Hiburan
31 Jul 21, 04:03 WIB | Dilihat : 176
Mata Maut
03 Mar 21, 06:38 WIB | Dilihat : 414
Industri Game Naik Saat Pandemi
Selanjutnya
Energi & Tambang
29 Mar 21, 20:15 WIB | Dilihat : 393
Pertamina Jamin Pasokan BBM Aman
28 Jan 20, 13:31 WIB | Dilihat : 1282
Komitmen Budaya pada Reklamasi Pertambangan
22 Okt 19, 12:46 WIB | Dilihat : 1489
Sinergi PHM dengan Elnusa Garap Jasa Cementing di Rawa
Selanjutnya