Selesma

| dilihat 1452

Bang Sèm

SAYA tak bisa mengingkari kenyataan, bahwa secara fisik, mengalami penurunan daya tahan tubuh yang tak setangguh dulu.

Tubuh saya sangat riskan menghadapi perubahan cuaca. Penghujung Januari 2023 lalu, dua pekan sesudah merasa pulih dan fit kembali, saya melakukan perjalanan ke Jawa Timur dengan menggunakan kereta api.

Dari Jakarta, saya singgah dan bermalam di Bandung, lantas keesokan paginya melanjutkan perjalanan sepanjang hari ke Madiun.

Setelah rehat beberapa saat, menikmati pecel di kota yang sedang giat bersolek itu, melanjutkan perjalanan via mobil ke Pare - Kediri, Jawa Timur.

Dalam perjalanan dan ketika tiba di kota kecamatan yang dikenal sebagai Kampung Inggris, hujan turun deras. Angin dingin dan tampiasan hujan sempat membasahi sebagian tubuh saya.

Keesokan harinya melakukan kegiatan yang relatif padat sampai jelang sore. Lantas bergerak ke kota Kediri. Juga masih dalam cuaca hujan.

Kembali lagi ke Pare dan melakukan lagi aktivitas sampai petang, esok harinya. Kemudian kembali ke Kediri. Lagi hujan turun deras. Agak bergegas saya masuk ke Stasiun Kediri, lalu kembali ke Bandung dengan kereta, melintasi malam.

Meski berselimut yang disediakan petugas KAI (Kereta Api Indonesia) udara dingin dari mesin pendingin di dalam gerbong, sempat membuat tubuh agak menggigil.

Perjalanan agak melelahkan, karena kereta kerap berhenti di berbagai stasiun di kota-kota sepanjang perjalanan. Tidur sambil duduk di kursi, meski sandarannya direbahkan, tetap saja tak nyaman. Tenggorokan sudah tak nyaman, dan suara mulai berubah.

Ketika kereta berhenti beberapa menit di stasiun Cipeundeuy, saya sempat berjalan melintasi beberapa gerbong, lantaran kaki mulai agak membengkak.

Kereta berhenti di stasiun Kiaracondong - Bandung. Sempat sarapan sesaat, namun harus segera bergerak ke Stasiun Bandung, karena harus melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Masih sempat merem-merem ayam. Namun, tak sempat tertidur.

Lepas tengah hari, kereta berhenti di stasiun Gambir. Kepala sudah agak pening. Suara kian serak. Tenggorokan kian tak nyaman. Jalan menuju ke rumah juga macet di beberapa titik.

Sedianya saya berencana, tiba di rumah langsung rehat. Namun tak bisa. Seorang kolega dari Kuala Lumpur, mengingatkan saya belum mengirimkan makalah yang sudah di akhir tenggat waktu.

Saya prioritaskan waktu mereview draft makalah yang sudah saya siapkan beberapa hari sebelumnya. Tentu dengan melakukan perbaikan di sana sini. Selepas itu, agak malam, baru bisa tidur.

Kala bangun jelang subuh, seperti biasa, kepala terasa berat. Suhu tubuh agak panas. Bersin-bersin dan batuk-batuk kecil. Jelang pagi, terpaksa 'membungkus' lagi tubuh dengan selimut.

Selesma menyerang. Beberapa agenda mau tak mau harus diubah-suai. Saya manfaatkan waktu untuk total rehat. Sekaligus mengambil jarak dengan bimbit (smartphone).  Tapi, tak urung, beberapa kali mesti saya angkat karena terkait dengan beberapa agenda kerja di awal Februari 2023.

Kali ini saya sungguh memusatkan perhatian, melawan selesma yang menerjang. Rehat total, kemudian melakukan olah raga ringan di dalam rumah, termasuk naik turun tangga.

Selesma tak boleh dibiarkan menerjang. Harus dilawan. Segala hal yang bisa mengusik pikiran, saya abaikan. Yang tak bisa saya abaikan adalah pergi ke dokter, lalu ke apotik. Kemudian, minum obat dan rehat.

Sejak kecil, setidaknya sejak kelas 6 Sekolah Rakyat (kini Sekolah Dasar), selain karena terjatuh dari pokok Guava di halaman rumah, tabrakan sepeda motor dan mobil yang membuat saya mesti rehat di hospital, yang sering kali mengganggu adalah selesma. Pernah juga, agak lama,  mengalami gangguan sinus akut ketika musim dingin di Eropa.

Saya ingat pesan allahyarhamah dokter Sumilah yang merawat saya masa kanak-kanak, saya memang riskan dengan selesma. Termasuk alergi dengan debu. Saya bersyukur, sepanjang pandemi Covid-19 -- boleh jadi karena patuh dengan vaksinasi ? -- yang selalu 'berkunjung' hanya selesma biasa. Bukan yang lain.

Rehat total dan meningkatkan imunitas adalah cara terbaik melawan selesma. Tentu, dalam situasi khusus, ditambah dengan minum obat. |

 

Editor : eCatri
 
Ekonomi & Bisnis
08 Agt 26, 19:08 WIB | Dilihat : 253
Bukan Karena Wangsit
28 Jul 26, 00:07 WIB | Dilihat : 512
Destry Pjs Gubernur BI
22 Jul 26, 23:27 WIB | Dilihat : 450
AirBorneo Kebanggaan Rakyat Negeri Sarawak
Selanjutnya
Lingkungan
19 Jun 26, 11:49 WIB | Dilihat : 560
Penang
07 Jun 26, 12:42 WIB | Dilihat : 672
Jakarta Baur Budaya
28 Apr 26, 14:29 WIB | Dilihat : 670
Jumhur Hidayat
03 Des 25, 18:35 WIB | Dilihat : 968
Jangan Pernah Menentang Semesta
Selanjutnya