
AKARPADINEWS.COM| SETELAH boring menonton berbagai tontonan ampang (hambar) sepanjang Ramadan dan tontonan ‘tanpa ruh’ di berbagai stasiun televisi, seperti dikemukakan banyak kalangan. Bahkan, tayangan yang ‘mempermainkan’ esensi nilai agama itu sendiri, termasuk mereduksi firman Tuhan dan hadits nabi.
Kini saatnya kembali ke TVRI. Menyaksikan film seri televisi Rindu Satpam Kita (RSK), yang ditayangkan setiap Minggu (19/7) – pukul 20.00-21.00 wib. Tayangan yang terus memuliakan kecerdasan dan selera asli pemirsa film televisi.
Film seri televisi (yang memang diproduksi dengan fomat dan kaidah film - bukan sinetron seri), dan sejak episode 10 disutradari Tito Kurnianto (sebelumnya editor andal – yang sekaligus second director) itu, memang satu-satunya film seri televisi dalam format edutainment. Tayangan yang sengaja disiapkan tidak hanya sebagai tontonan hiburan, melainkan juga hiburan yang menuntun. Sarat makna dengan pesan moral jelas, dan mempertahankan prinsip keselarasan artistika – estetika – etika.
Minggu malam, RSK sudah memasuki episode ke 20. Episode ini bercerita tentang babak baru kehidupan Rindu sebagai satpam bank sekaligus mahasiswi yang sedang menulis skripsi untuk tugas akhirnya. Meski agak susah menjalankannya, Rindu tetap konsisten dengan tugasnya sebagai satpam dan amat serius menyelesaikan penulisan skripsinya. Hambatan pun menghadang.
Dosen pembimbingnya, Roy (Shamy) terbilang sibuk. Jadi, bimbingan tak bisa berjalan mulus. Tapi, berkat mempraktikan taktik yang diberikan Yanti (Karina Meitha) – yang tak diketahui Rindu sebenarnya pacar Roy – kendala dengan sang dosen bisa diatasi.

YANTI (Karina Meitha), RINDU (Krisni Dieta), WULAN (Erma Zarina) saling meledek | RANI (Latisya) memainkan 'modus'-nya mendekati ROY (Shamy).
Yanti terus terang bicara pada Rindu, “Mudah-mudahan elo berhasil, Rindu,.. Jurus jitu gue itu udah terbukti memang paten.. Banyak dosen favorit jomblo yang klepak-klepek..” Rindu tersipu. Apalagi, ketika Yanti mengatakan, bila taktiknya dipakai, Rindu akan mendapat manfaat: “Skripsi lancar, kuliah selesai, terus dapet bonus deh..., dosen keren.”
Tapi, tak hanya itu persoalan yang menghadang Rindu.
Kembalinya Rani (Latisya) ke rumah Gendon dan menebar tudingan, cercaan, dan bahkan kecurigaan, membuat Darmi (Lisa Syahtiani) dan Oyot (Erick) – masing-masing ibu dan kakak sepupu Rindu, menjadi tak betah tinggal di rumah Gendon. Di kantor sendiri, kekariban Yanti dengan Rindu, akibat tawaran mutasi - promosi dari Topeng, membuat Wulan (Erma Zarina) tak begitu suka.
Rani tak hanya mencurigai Darmi dan Oyot. Dia juga mencurigai hubungan Anto (Arief Wibowo) – putera Jendral Gendon dengan Rindu (Krisni Dieta). Rani bersungguh -sungguh bicara dengan Bu Gendon (Linda Zein), bahwa dia akan menghalangi terjadinya hubungan antara Anto dengan Rindu. Tapi, Rani tidak tahu, kalau Roy, dosen keren yang sedang digodanya, adalah dosen pembimbing Rindu, kekasih Yanti, dan mantan pacar Dhira (Walma). Roy baru saja diputus oleh Dhira, karena perilakunya yang menyebalkan, dan sangat mengecewakan Dhira dan ayahnya.
Dhira yang oleh ayahnya mengurusi gallery dan sanggar seni bersama Anto, menutup pintu untuk Roy. Untuk itu, dia minta tolong Anto untuk pura-pura menjadi kekasih Dhira. Kehadiran Dhira relatif mengurangi syakwasangka yang ditebar Rani kepada Bu Gendon.

DARMI (Lisa Syahtini) mulai tidak kerasan didonder Rani.. | GENDON (Wawan Wanisar) memberi contoh musyawarah dengan ANTO (Arief Wibowo) dalam menegakkan demokrasi di dalam keluarga..
Rani yang pecicilan, itu juga bikin kesal Firman – teman dekat Rindu. Rani nampak sengaja, mencari tahu pribadi Rindu, lewat Firman (Swara) dan Galuh (Pelangi). Tapi, yang diperoleh Rani justru bukan informasi, melainkan sikap ketus Firman dan Galuh. Keduanya tak suka Rani melakukan hal yang dianggaonya tak pantas itu.
Rindu menghadapi situasi itu, seperti dia juga harus menghadapi situasi tak karib antara Yanti dengan Wulan, tetapi Rindu mampu mengatasinya. Meski demikian, Rindu yang lebih banyak di kantor dan di kampus, tak merasakan gundah yang menyergap Darmi, yang kian tak nyaman dengan tudingan dan hinaan Rani.
Melihat sikap Rani semacam itu, rasa was-was tak hanya menghantui Darmi dan Oyot. Shinta (Wina Marrino) puteri sulung Gendon, juga was-was. Terutama, ketika Rudy (Asrul Dachlan) mengantar Shinta pulang dan menemui Gendon untuk sharing pendapat soal rencana pernikahan Shinta – Rudy.
Rani paham soal itu. Dengan taktik akal bulus, Rani berhasil mengubah perangainya untuk membentuk citra positif di mata keluarganya itu. Rani menahan diri. Bahkan ketika jumpa dengan Rudy, Rani memberikan suasana lain yang segarCandanya malah menghidupkan suasana pertemuan di gazebo itu.
Meski Dhira hadir dengan pesonanya, Anto tak terusik. Dia tetap menaruh hatinya kepada Rindu. Bahkan, ketika Dhira terus terang meminta bantuannya untuk pura-pura menjadi pacar, Anto sempat ‘meminta maaf’ kepada Rindu di dalam hatinya.

DHIRA (Walma) memutuskan Roy sebagai kekasihnya. RANI mengintip celah dekat dengan Roy. DHIRA karib dengan ANTO dan ROY boleh garuk kepala |
Dalam episode ini berbagai hal terkait dengan perbankan, dimensi kewirausahaan dan CCR (corporate social responsibility) menjadi bagian dari edukasi tentang finansial. Tapi, pesan dan pengetahuan itu mengalir melalui dialog-dialog dan adegan-adegan secara soft. Antara lain dalam adegab, ketika sepasang nasabah bertanya kepada costumer service ihwal layanan ATM di Hongkong khusus untuk nasabah, yang kebanyakan adalah buruh migran Indonesia di sana.
Setarikan nafas, dalam episode ini juga dihadirkan pola komunikasi antara pemimpin keluarga (Gendon) dengan seluruh anggota keluarga, terutama dengan anak-anaknya. Sikap demokratis yang dibangun Gendon di dalam keluarganya dikembangkan melalui musyawarah. Termasuk rencana dia menjual dan pindah rumah.
Rindu sendiri memainkan peran sebagai mitra simak yang menjalankan fungsi sebagai katarsis bagi lingkungan sosialnya baik di rumah maupun di kantor. Terutama bagi Wulan, yang kian dekat menjadi salah satu penerima warisan dari Eyang Veteran, mantan kekasih neneknya.
Sebagai film edutainment, RSK tak sibuk dengan aspek edukasionalnya semata. Berbagai anasir dan faktor terkait dengan aspek hiburan (entertainment) – termasuk pola konflik – dikedepankan. Film seri televisi ini memang didesain untuk tontonan satu jam, karenanya bagian-bagian yang menjadi substansi dan gimmick mesti dilihat keseluruhan. Tak bisa hanya dengan menonton secuplik-uplek, seperti menonton sinetron.
Dalam episode ini, para pemeran pendatang baru, seperti Arief Wibowo dan Latisya berhasil memainkan karakternya yang sama – sama unik. Hal itu juga nampak pada Karina Meita. Baik karena atmosfir yang terbentuk selama syuting, juga karena transfer pengalaman dari aktor - aktris senior, seperti Wawan Wanisar dan Ida Zein, serta ‘kepungan kreatif’ dari pemeran lain, seperti Asrul Dachlan, Erma Zarina, Krisni Dieta, Wina Marrino, dan lainnya..
Episode yang ditutup dengan special greeting Idul Fithri 1 Syawal 1436 Hijriah, ini akan menjadi titik pacu film seri ini sampai ke episode 30. Khasnya tentang perjuangan hidup Rindu menjadi mewujudkan cita-cita almarhum ayahnya.., meski hanya seorang sopir bajaj.. | JM Fadhillah

SPECIAL GREETINGS Hari Raya idul Fithri 1 Syawal 1436 H : Arief Wibowo (Anto), Asrul Dachlan (Rudy), Wina Marrino (Shinta), Krisni Dieta (Rindu), Erma Zarina (Wulan), dan Christy Carol (Lina) | Wina Marrino bergaya..