Allodoxaphobia, Ketakutan Menerima Opini Orang Lain

| dilihat 5451

AKARPADINEWS.COM | Phobia atau ketakutan akan sesuatu hal dapat saja melanda siapapun. Tua, muda, lelaki ataupun perempuan mampu terkena penyakit psikologis tersebut. Di antara sekian banyak phobia, mungkin yang sangat jarang diketahui orang ialah Allodoxaphobia.

Allodoxaphobia ialah rasa takut akan mendengar opini dan pendapat orang lain. Allodoxaphobia  berasal dari bahasa Yunani, yakni ‘allo’ berarti berbeda, ‘dox’ berarti pendapat dan ‘phobos’ yang diambil dari nama Dewa Ketakutan dari Yunani. Phobia ini memang tergolong sebagai phobia langka yang dapat diderita manusia.

Orang yang menderita Allodoxaphobia  akan merasakan ketakutan konstan dan ketidaknyamanan kala orang lain memberikan opini atau saran kepadanya. Penderita biasanya tidak menyadari bahwa mereka menderita phobia itu. Ada pula yang sudah sadar bahwa dirinya penderita Allodoxaphobia  namun tetap saja tidak mampu menghadapi ketakutan yang mereka rasa tidak masuk di akal.

Phobia yang termasuk ke dalam phobia sosial ini dapat menyerang siapa saja dan dari jenjang usia berapa saja. Phobia ini akan menyebabkan penderitanya terisolasi dari komunitasnya, meski sebenarnya orang tersebut tidak memiliki niat untuk memisahkan diri. Semakin parah Allodoxaphobia  ini diderita seseorang maka semakin terisolir orang tersebut.

Allodxaphobia tidak datang tanpa sebab. Sama halnya dengan phobia sosial lainnya, Allodoxaphobia  dapat disebabkan oleh kenangan buruk atau trauma atas kehidupan di masa lalu. Biasanya, kenangan itu berkaitan dengan kritik keras, negatif, dan tanpa solusi pada seseorang pada masa kanak-kanak.

Selain itu, orang yang pasif dan sensitif juga memiliki kemungkinan besar untuk terkena Allodoxaphobia. Ketika orang pasif dan sensitif mendapatkan kritik keras, maka itu akan memicu stres pada dirinya sehingga membuatnya membuat barikade terhadap kritik ataupun saran yang dilontarkan kepadanya. Hal itu akan tersebut akan terus berkembang hingga akhirnya menjadi Allodoxaphobia.

Kedua hal itu merupakan hal umum yang menjadi penyebab Allodoxaphobia . Penyebab lain yang dapat dikatakan unik seperti opini-opini yang ada di media dan juga keturunan genetika.

Saat penderita Allodoxaphobia  terserang phobianya ada beberapa gejala yang dapat terlihat. Gejala-gejala itu terjadi kala penderita mendapat opini, pendapat dan kritik dari orang lain.

Gejala itu di antaranya telapak tangan berkeringat, detak jantung menjadi cepat dan sulit bernafas, merasa sakit ataupun mual, merasa marah saat sebuah opini dikemukakan—baik itu opini positif maupun negatif—pada dirinya, dan berusaha menghindari segala situasi—dengan lari ataupun bertengkar dengan pemberi opini—yang memungkinkan sebuah opini dapat dikeluarkan.

Dari gejala-gejala yang muncul pada penderita Allodoxaphobia  sudah terbayangkan bagaimana tersiksanya si penderita. Ia akan menjadi terasing dari lingkungannya dan akan membuat diri penderita menjadi anti-sosial. Akan ada gagap komunikasi antara si penderita dengan orang lain karena sulitnya penderita Allodoxaphobia  menerima respon dari lawan bicaranya.

Allodoxaphobia  masih dapat dikurangi efeknya pada seseorang atau disembuhkan. Caranya ialah membawa penderita phobia tersebut untuk menemui dokter psikoterapis yang nantinya akan mencari penyebab munculnya Allodoxaphobia  pada penderita. Setelah ditemukan penyebabnya, biasanya terapi yang akan diberikan pada penderita bergantung dari seberapa parah phobia itu diderita. Contoh-contoh terapi yang diberikan pada penderita Allodoxaphobia  di antaranya terapi dengan berkomunkasi, Psychotherapeutic counseling, terapi kelompok, systematic desensitization, hypnotherapy, dan lain sebagainya.

Peran keluarga juga dibutuhkan untuk menyembuhkan penderita Allodoxaphobia . Karena, penderita akan berusaha mengindari terapi-terapi yang akan diberikan padanya. Hal itu disebabkan ketakutannya menerima opini atau pendapat dari psikoterapis. Selain itu, terapi penyembuhan untuk allodoxaphobia ini juga membutuhkan waktu yang panjang. Oleh karena itu, diperlukan dorongan dan kesabaran yang kuat dari keluarga untuk mengeluarkan penderita dari kungkungan ketakutannya.

Pada dasarnya, phobia semacam allodoxaphobia ini dapat diminimalisir atau dihindarkan apabila kita mau aware terhadap keadaan orang-orang sekitar. Ada kalanya, saat menegur, memberi opini atau kritik, dan memarahi seseorang perlu memerlukan cara yang tepat dan tak harus dengan urat tegang. Dengan demikian, kecenderungan seseorang menderita phobia sosial seperti ini akan mudah terhindari. | Muhammad Khairil

           

 

Editor : Ratu Selvi Agnesia | Sumber : [berbagai sumber]
 
Lingkungan
03 Des 25, 18:35 WIB | Dilihat : 714
Jangan Pernah Menentang Semesta
04 Agt 25, 02:48 WIB | Dilihat : 1399
Almaty Kazakhtan Sentra Suara Akal Sehat
16 Jun 25, 13:19 WIB | Dilihat : 1600
JFF 2025 Menyegarkan Imagineering Jakarta
Selanjutnya
Ekonomi & Bisnis
25 Feb 26, 18:17 WIB | Dilihat : 409
Kata Mat Sabu Stok Beras Cukup
06 Feb 26, 10:04 WIB | Dilihat : 566
Optimistis Iklim Bisnis Lebih Baik
05 Feb 26, 08:53 WIB | Dilihat : 511
Kabayanomic Menghadapi Badai Ekonomi
Selanjutnya