Gorontalo Bakal Miliki Rusun Berkualitas Hotel untuk Lansia Miskin

| dilihat 1607

GORONTALO | Wakil Ketua DPR RI Bidang Korinbang, Rachmat Gobel, mengaku berbahagia karena Gorontalo akan memiliki rumah susun untuk lansia yang memiliki kualitas setara hotel.

“Ini bagian dari membangun peradaban baru. Salah satunya dengan memberikan penghormatan kepada para orangtua kita,” katanya, Jumat, 25 Agustus 2023.

Gobel melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan rumah susun untuk orang lanjut usia. Pembangunan ini ditargetkan selesai pada Oktober nanti.

Gedung ini berlantai tiga berbentuk dua tower kembar yang terhubung dan terintegrasi. Rusun ini dibangun di atas lahan 9 ribu meter persegi. Tiap ruang memiliki luas 36 meter persegi dengan jumlah ruang ada 76. Gedung dilengkapi lift, tangga, dan jembatan untuk kursi roda dari lantai satu menuju lantai tiga.

Selain itu, rusun ini dilengkapi klinik, minimart, ruang jenazah, dapur umum, kantin, klinik, dan musola. Juga dilengkapi klinik fisioterapi dan ruang olahraga. Setiap ruang dilengkapi toilet.

Gobel mengatakan pembangunan rusun lansia ini diilhami saat ia blusukan ke kampung-kampung selaku anggota DPR. Ia mengaku sering menjumpai ada lansia yang menempati gubuk yang kurang layak huni. Mereka tinggal sendirian. Gobel trenyuh menyaksikan hal itu diberbagai lokasi berbeda.

Karena itu selaku anggota DPR, ia mengajukan program untuk menampung para lansia miskin tersebut. Program ini diluluskan kementerian pekerjaan umum.

Di Kabupaten Pohuwato sudah dibangun 15 rumah untuk lansia. Sedangkan rumah susun ini dibangun di Tapa, Kabupaten Bone Bolango. Anggaran pembangunan rusun ini sekitar Rp 37 miliar. Rusun dengan kualitas seperti ini merupakan yang pertama di Indonesia.

“Saya berpesan agar rusun ini dibangun dengan benar sesuai ketentuan dan selesai tepat waktu. Ini akan menjadi pahala. Ini harus menjadi rumah surga. Harus diingat, bangsa yang besar adalah bangsa yang memuliakan para orangtuanya. Karena tak ada kita tanpa orangtua,” katanya.

Gobel mengatakan, setelah bangunan selesai maka selanjutnya harus dikelola dengan baik dan benar. Pertama, pemilihan penghuninya harus tepat dan objektif. Tak boleh ada pilihan subjektif. Mereka harus orang miskin. Kedua, dikelola dengan profesional.

“Harus dikelola dengan hati dan dengan niat ibadah. Ini bagian dari bakti kita kepada orangtua dan pada masyarakat,” katanya. | Riliesa

Editor : delanova
 
Budaya
30 Agt 26, 07:03 WIB | Dilihat : 323
Menyambut Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi
19 Agt 26, 19:43 WIB | Dilihat : 501
Gema Bumantara Siti Nurhaliza dan Refleksi Pemikiran STA
23 Jun 26, 22:10 WIB | Dilihat : 838
Jakarta Ruang Lebih Luas Bagi Budaya dan Seni
01 Jun 26, 21:47 WIB | Dilihat : 784
AGI Sosok Artistik yang Bergerak
Selanjutnya
Energi & Tambang
31 Agt 26, 07:54 WIB | Dilihat : 248
Jebolan Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan dengan Iwak
28 Agt 26, 17:30 WIB | Dilihat : 289
PHE Perkuat Kemitraan Masyarakat
18 Agt 26, 18:17 WIB | Dilihat : 456
PHE Pertegas Komitmen Jaga Ketahanan Energi Nasional
17 Jul 26, 17:25 WIB | Dilihat : 436
Monetisasi Gas Sengeti Dorong Investasi Baru di Jambi
Selanjutnya