Ceko Berhasil Menekan Covid19 dengan Masker

Gubernur Anies Serukan Warga Pakai Masker

| dilihat 441

Untuk menekan penularan virus corona (Covid-19) yang massif Gubernur Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menyerukan kepada seluruh warga Jakarta, menggunakan sungkup hidung dan mulut (masker).

Dalam Seruan Gubernur Jakarta No.9 Tahun 2020, yang ditanda-tanganinya Jum'at (3/4/20), Anies mengemukakan, penggunaan masker itu diperlukan sebagai bagian dari langkah bersama menghadang penularan virus corona kian meluas. Terutama memutus mata rantai penularan.

Warga Jakarta diserukan untuk :

Pertama, selalu menggunakan masker ketika berada atau berkegiatan di luar rumah, tanpa kecuali. Kedua, menggunakan masker jenis kain minimal dua lapis yang dapat dicuci. Selanjutnya secara rutin mencuci masker kain yang digunakan dan harus dikerjakan setiap hari.

Ketiga, tidak membeli atau menggunakan masker medis serta menyadari bahwa masker tersebut diprioritaskan bagi tenaga kesehatan. Keempat, masyarakat dapat membeli atau membuat sendiri masker kain dua lapis sesuai kebutuhan masing-masing.

Kelima, tetap mengutamakan berada di rumah, menjaga jarak aman, sering mencuci tangan dengan sabun dan melaksanakan etika batuk dan bersin secara benar. Keenam, bagi warga yang ingin membantu sesama warga maka disarankan mengadakan atau memproduksi serta membagikan masker kain.

Ketujuh, menyerukan supaya pengurus wilayah yaitu RT/RW, kader PKK dan lainnya mengingatkan warga agar selalu menggunakan masker apabila keluar rumah.

"Langkah Gubernur Jakarta perlu direspon dan diikuti. Walaupun tinggal di kota Tangerang, saya membuat sendiri masker," kata Anis Chotib, pegawai Pemerintah Kota Tangerang yang tinggal di Kecamatan Pinang.

Di Republik Ceko, pemberlakuan masker wajah menjadi kewajiban. Steve Kashkett, Opinion Kontributor USA Today di Praha menulis, pemberlakuan masker di Ceko diperdebatkan di awal selama beberapa pekan, kemudian dipatuhi oleh seluruh kalangan masyarakat. Tanpa kecuali.

Bulan lalu, tulis Kashkett, saat isu paling awal kasus Covid-19 muncul, pemerintah negara di Eropa tengah yang berpenduduk 10 juta ini, adalah yang pertama di benua itu menutup semua bisnis non primer, memberlakukan pembatasan ketat kerumunan orang, dan menutup seluruh pintu masuk negaranya di perbatasan.

Masyarakat negara ini pun dengan cepat melaksanakan instruksio untuk mencuci tangan dan fisik yang kini menjadi standar di seluruh dunia. Tetapi yang membedakan Republik Ceko dari hampir setiap negara lain di Eropa adalah keputusan dua minggu lalu yang meminta setiap orang mengenakan masker wajah -- yang menutupi hidung dan mulut -- setiap saat di luar rumah.

Hasilnya? Negara ini mampu mengendaliklan penyebaran virus yang juga disebut nanomonster itu.

Reaksi rakyat Ceko dan warga asing terhadap aturan ketat penggunaan masker, itu mendorong ribuan orang dan pebisnis segera mulai menjahit masker dari berbagai kain.

Lusinan tutorial video untuk membuat masker pernapasan darurat muncul di Internet dalam bahasa Ceko dan Inggris. Dalam tiga hari, ada cukup masker untuk setiap pria, wanita, dan anak di negara ini yang berpenduduk 10 juta.

 Aksi masyarakat Ceko itu, juga dilandasi oleh pemahaman mereka, untuk menjaga persediaan masker medis / profesional hanya untuk petuigas layanan kesehatan utama di garis depan. Jadi tanpa keluhan, seluruh bangsa mengubah dirinya hampir semalam menjadi pabrik raksasa yang membuat topeng buatan sendiri.

Dalam laporannya, Kashkett menulis, "Ketika saya berani berjalan-jalan dengan anjing saya, saya jarang melihat siapa pun di jalanan Praha tanpa masker. Terlepas dari ketidaknyamanan dan ketidaknyamanan karena harus bernapas melalui sungkup, itu telah menjadi lencana kehormatan dan bentuk ikatan sosial untuk memiliki hidung dan mulut yang tertutup."

 Mengenakan masker adalah sinyal kesediaan setiap orang untuk memainkan perannya dalam pertempuran epik melawan pandemi ini.

Mereka yang menentang hukum dengan secara ceroboh menarik topeng mereka untuk minum kopi atau merokok sebatang rokok dikenakan denda yang besar dan juga berisiko dikonfrontasi dan diasingkan oleh sesama warga. Pemerintah sekarang telah melarang merokok di luar, karena alasan ini.

"Dengan sedikit pengecualian - ada banyak orang bodoh di mana-mana - tampaknya sebagian besar orang di sini telah memeluk aturan masker wajah universal dengan filosofi kebulatan tekad bersama dan tanggung jawab kolektif untuk mencegah virus corona dari merusak negara ini." tulis Kashkett. | Nien / Haedar

Editor : Web Administrator | Sumber : berbagai sumber / usatoday
 
Budaya
20 Jul 20, 00:16 WIB | Dilihat : 281
Dimensi Kata di Tangan Sapardi Djoko Damono
06 Jul 20, 09:30 WIB | Dilihat : 394
Puisi, Pandemi dan Kisruh Logika Publik
Selanjutnya
Sainstek
20 Nov 19, 13:05 WIB | Dilihat : 1362
Rumah Ilmuwan Bukan di Menara Gading
08 Nov 19, 23:07 WIB | Dilihat : 1756
Kebijakan Perikanan Belum Berbasis Sains yang Utuh
26 Agt 19, 10:46 WIB | Dilihat : 932
Daya tarik Magnetis Monza SP2 Ferrari
30 Okt 18, 00:11 WIB | Dilihat : 1349
Menerima Realitas Kecelakaan Lion JT610
Selanjutnya