
JAKARTA, AKARPADI.COM. GITA Wirjawan mengundurkan diri dari posisinya sebagai Menteri Perdagangan. Hal itu disampaikannya kepada wartawan, Jum’at (21/1/2014) persis di tenggat waktu efektif pengunduran dirinya. Di Senayan Golf – lapangan golf milik Sekretariat Negara yang dikelola perusahaannya (Ancora), Gita menyatakan hal itu.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengabulkannya pada Rabu (29/1/2014). Ketika pertama kali mengajukan pengunduran diri tahun lalu, Presiden SBY menolak. Gita mengaku, sudah tiga kali mengajukan pengunduran diri.
Berita biasa. Tak ada yang istimewa. Seseorang menjabat sesuatu atau mundur dari jabatannya tidak menunjukkan makna apapun. Meski pengunduran itu terjadi ketika isu tentang beras impor Vietnam sedang meruyak kembali. Kalaupun ada yang khas, dia mundur pada hari libur, saat berlangsung peringatan Imlek.
Isu tentang pengunduran diri itu sendiri memang sudah lama. Setahun berkembang. Persisnya, ketika dia digadang-gadang bakal menjadi bakal calon Presiden dari Partai Demokrat. Belakangan, partai berlambang bintang merci itu menggelar konvensi, dan Gita menjadi salah satu pesertanya.
Dari berbagai iklan dan aksi promosi diri yang dilakukannya selama ini, memang nampak, Gita serius bertandang dan bertanding dalam konvensi itu. Mantan kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) lulusan Harvard University – Amerika Serikat, itu mundur karena ingin berkonsentrasi penuh berkompetisi dalam konvensi itu. Ia ingin fokus di politik.
Kepada wartawan dia mengatakan, "Pertama kali minta mundur tahun lalu setelah saya diminta ikut konvensi.” Alasannya, agar tak ada benturan kepentingan antara jabatannya sebagai Menteri Perdagangan dan posisinya peserta konvensi. Keputusan itu diambil Gita, menurut pengakuannya, berdasarkan kesadaran etis bahwa akan terjadi benturan kepentingan bila di tetap sebagai Menteri. Tentu tidak baik dan bisa menimbulkan persepsi publik yang buruk. Persepsi publik yang buruk, tentu akan mereduksi citranya sebagai bakal capres 2014.
Gita tak tak risau dengan keputusannya itu. Apalagi persiapan dia maju ke ajang konvensi, sudah bulat. Ia membuktikannya dengan masuk dan menjadi Ketua Umum Barindo, salah satu organisasi sayap Partai Demokrat. Ia mengaku, keputusannya meninggalkan Kementerian Perdagangan dengan kondisi baik karena kementerian itu sudah memiliki sistem yang stabil.
"Jadi, saya yakin, akan tetap terjadi kesinambungan dan capable untuk meneruskan ke pondasi yang lebih baik," katanya.
Gita yang dilahirkan di Jakarta, 21 September 1965, itu menurut fengsui kudu bekerja keras untuk memburu ambisinya untuk terpilih sebagai kandidat Presiden dari Partai Demokrat. Dari ilmu ramalan Persia berbasis tanggal lahirnya, untuk mewujudkan apa yang dia harapkan, Gita kudu mengerjakan sesuatu yang dia yakini benar, dan tak perlu mendengar nasihat siapapun. | Noora