Pram Bicara Jakarta di U20 New York City

Gubernur Jakarta Pramono Dialog dengan Walikota New York Mamdani

| dilihat 67

NEWYORK CITY |  Penuh percaya diri, Gubernur Jakarta Pramono Anung menyatakan, ikhtiar pemerintah DKI dan warga Jakarta mengubah  cara khalayak bergerak di seluruh Jakarta di hadapan peserta forum konferensi tingkat tinggi para pemimpin kota Urban 20 (U20) New York City - Amerika Serikat (19-20/09/26).

Dalam konteks event penting yang diselenggarakan di bawah kepemimpinan Walikota New York City - Zohran Mamdani dan Walikota Los Angeles - Karen Bass, itu Gubernur Pram juga melakukan dialog biolateral dengan Walikota New York Zoran Mamdani yang fenomenal, itu.

Dengan meyakinkan, Pramono menyatakan, hasil dari ikhtiar mengubah cara masyarakat Jakarta tersebut. "Saat ini jaringan transportasi umum terintegrasi kami — yang menghubungkan MRT, LRT, TransJakarta, TransJabodetabek, dan kereta komuter — telah menjangkau 95 persen wilayah Jakarta," ungkapnya.

Pramono melanjutkan dan menyatakan, "Kami terus memperluas jaringan MRT -- mass rapid transit --, yang akan bertambah dari 15,7 km menjadi 46,5 km pada tahun 2030."

Bicara di antara Wali Kota Paris, Prancis Emmanuel Grègoire dan Walikota Amsterdam Femke Halsema, Gubernur Pramono menyatakan, aksi iklim Jakarta tidak bisa dipisahkan dari keperluan asas sehari-hari warga.

"Aksi ini harus mampu mengurangi emisi serta menjadikan Jakarta kota yang lebih bersih, lebih sehat, lebih terjangkau, dan lebih nyaman untuk ditinggali."

Di awal pidatonya, Gubernur Pramono menyatakan, "Setiap hari, Jakarta menghadapi dua tantangan nyata: kemacetan dan polusi udara." Lantas, Pram memberikan gambaran tentang Jakarta, kota dengan dengan populasi sekitar 11 juta jiwa dan pusat kawasan metropolitan yang dihuni lebih dari 42 juta orang, menurut data PBB.

Pada jam sibuk, ungkap Pram, sekitar 4 juta orang keluar-masuk Jakarta dari kota-kota penyangga, dan banyak yang mengandalkan kendaraan pribadi.

Kota Yang Lebih Nyaman

Pada saat yang sama, ungkap Pram, Jakarta menghasilkan sekitar 9.000 ton sampah setiap hari. Tantangan-tantangan tersebut berdampak langsung pada mobilitas, kesehatan masyarakat, dan kualitas hidup warga.

Pramono tampil bersegak sebagai pemimpin kota Jakarta dengan jam terbang yang panjang sebagai politisi dan pemangku amanah, serta penyandang jabatan sebagai pemimpin kota yang penting.

Karena tantangan-tantangan yang dihadapi Itulah, menurutnya, aksi iklim Jakarta tidak bisa dipisahkan dari keperluan asas sehari-hari warga. "Aksi ini harus mampu mengurangi emisi serta menjadikan Jakarta kota yang lebih bersih, lebih sehat, lebih terjangkau, dan lebih nyaman untuk ditinggali," ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, ini mengemukakan, "Kami menjadikan transportasi umum lebih ramah lingkungan."

Saat ini, ungkap Pramono, Jakarta mengoperasikan sekitar 5.000 bus, termasuk 500 bus listrik, dan pada tahun 2029, seluruh armada bus akan beralih menjadi bus listrik.

"Inilah upaya kami untuk memberikan alternatif yang dapat diandalkan dan terjangkau, selain kendaraan pribadi, sekaligus mengurangi kemacetan dan emisi," lanjutnya.

Gubernur Pramono mengemukakan, belajar dari kota-kota besar dunia, Jakarta juga terus memperluas ruang terbuka hijau. "Bersama pemerintah pusat, kami sedang mengembangkan dua fasilitas pengolahan sampah menjadi energi di Jakarta.

"Upaya pengelolaan sampah kami juga didukung oleh partisipasi masyarakat dalam pemilahan dan daur ulang sampah. Tujuan kami adalah mengurangi jumlah sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA), sekaligus mengubah sampah menjadi sumber energi yang lebih bersih," urainya.

Belajar dari Kota Lain di Dunia

Menurut Pramono, aksi iklim harus memberikan manfaat nyata yang dapat dilihat dan dirasakan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari mereka. Pram memungkas pidatonya dengan mengemukakan, bahwa transportasi yang lebih bersih, ruang publik yang lebih baik, energi yang lebih bersih, dan kualitas hidup yang lebih baik.

"Jakarta siap berbagi praktik yang berhasil, belajar dari kota lain, dan mengubah ambisi iklim bersama kita menjadi solusi praktis. Terima kasih banyak," tegasnya.

Pram tampil dalam  blok tematik ketiga tentang aksi iklim yang nyata hasilnya bersama Wakil Wali Kota New York bidang Operasional, Julia Kersonen; Walikota Paris, Walikota Amsterdam, dan Walikota Bristol.

Secara historis Jakarta punya relasi sejarah dengan kota New York, masing-masing kota pernah mempunyai nama yang sama, Batavia, walaupun kini Batavia hanya sebuah county yang berada di luar Kota New York. Kini, bahkan masih menghadapi masalah laten yang sama: banjir.

"Hari ini adalah saat yang tepat bagi kita untuk berkumpul di sini. Bukan karena ini hari pertama Pekan Iklim (Climate Week) atau karena kita akan segera memasuki Sidang Umum PBB, melainkan karena sekali lagi, New York City sedang dalam status siaga banjir bandang," Julia Kersonen

Pada tanggal 17 September pukul 4 pagi, saat prakiraan cuaca menunjukkan kemungkinan besar akan turun hujan lebat hari ini, "Kami mengaktifkan rencana darurat banjir bandang. Sejak saat itu, petugas kota telah bergerak dari satu jalan ke jalan lain, dari satu lingkungan ke lingkungan lain, untuk mempersiapkan kota kita menghadapi badai," ungkap Kersonen lagi.

Ketika sedang berkumpul NYC, ibu kota keuangan dunia, itu sejumlah petugas tim perlindungan lingkungan sedang giat mempersiapkan infrastruktur saluran air hujan. Dinas Pertamanan sudah siap dan siaga mengevakuasi pohon tumbang, dan pusat komando manajemen darurat terus memantau kondisi secara real-time.

"Situasi seperti ini sudah menjadi hal lumrah bagi kami. Tahun ini, kami menghabiskan seperempat waktu kami — satu dari setiap empat hari — dalam status siaga banjir bandang," jelas Kersonen.

"Hujan sering mengguyur kota kami dengan intensitas tinggi, turun dalam curahan deras yang dengan cepat melampaui kapasitas sistem saluran air hujan kami yang sudah berusia seabad," urainya. | jeanny

Editor : haedar | Sumber : berbagai sumber
 
Humaniora
26 Agt 26, 12:25 WIB | Dilihat : 290
PM Wong Ungkap Peran Besar Puak Melayu Muslim Singapura
23 Agt 26, 12:57 WIB | Dilihat : 277
Keterbatasan Bukan Penghalang
11 Jul 26, 22:56 WIB | Dilihat : 567
Daya Cinta Rakyat kepada Ayatollah Ali Khamenei
Selanjutnya
Energi & Tambang
31 Agt 26, 07:54 WIB | Dilihat : 248
Jebolan Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan dengan Iwak
28 Agt 26, 17:30 WIB | Dilihat : 291
PHE Perkuat Kemitraan Masyarakat
18 Agt 26, 18:17 WIB | Dilihat : 457
PHE Pertegas Komitmen Jaga Ketahanan Energi Nasional
17 Jul 26, 17:25 WIB | Dilihat : 436
Monetisasi Gas Sengeti Dorong Investasi Baru di Jambi
Selanjutnya