Industri Game Naik Saat Pandemi

| dilihat 413

Ade C. Setyawan

Perusahaan Verizon mencatat terjadinya kenaikan pengguna game secara global selama pandemi, setidaknya terdapat peningkatan pengguna game sebanyak 75 persen.

Industri game di Indonesia juga sedang tumbuh, terlebih saat pandemi Covid-19. Banyaknya orang yang beraktifitas di rumah sehingga memungkinkan untuk lebih banyak waktu bermain game.

Di Indonesia, menurut data yang dikeluarkan oleh Asosiasi Game Indonesia (AGI), pertumbuhan pengembang game di Indonesia naik 10-20 persen di tengah pandemi.

Jika melihat potensi Industrinya, menurut data Newzoo bahwa industri game di Indonesia bernilai 882 juta dolar AS pada 2017 atau naik sekitar 200 juta dolar AS dibandingkan tahun 2016. Hal ini membuat game Indonesia bertengger di posisi 17 terbesar di dunia dengan capaian 44 juta gamer.

Dari banyaknya gamer di Indonesia, setidaknya terdapat beberapa potensi yang didapatkan oleh para kreator konten game. Terlebih lagi saat ini dengan adanya fasilitas Facebook Gaming yang mempermudah orang membuat konten game. Setidaknya terdapat tiga sumber penghasilan yang bisa didapatkan oleh para kreator konten game di Facebook

Gaming yang terdiri dari dari iklan (ads), stars ("mata uang" pada Facebook Gaming), dan fan support (langganan).

Mendulang Rupiah Dari Game

Berdasarkan pengamatan yang ada, setidaknya terdapat beberapa potensi yang didapatkan oleh gamer.

Pertama, pada umumnya gamer akan membuat konten youtube kemudian akun youtube akan dimonetisasi.

Kedua, pemain mengoptimalkan sosial media mereka kemudian digunakan untuk mengendorse produk tertentu.

Kemudian yang ketiga, yang sedang trend dilakukan oleh gamer adalah membuat akun facebook gaming. Umumnya para gamer akan mengoptimalisasikan saat melakukan siaran langsung agar mendapatkan stars/bintang.

Stars / bintang ini semacam mata uang pada facebook gaming yang dapat dibeli penonton. Saat gamer sedang bermain, penonton dapat ‘menyawer’nya.

Selain dari berbagai sumber pendapatan tersebut juga terdapat sumber pendapatan lain, diantaranya dengan menjadi bintang tamu/artis gamer.

Ketika memenangkan perlombaan juga terdapat potensi pendapatan bagi gamer. Namun, mengikuti event perlombaan pada umumnya untuk mempertahankan eksistensi gamer maupun menaikkan ‘rating’.

Industri Game di Indonesia

Data Kemenparekraf menunjukkan, Industri gaming di Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing dalam pasar internasional.

Setidaknya pada tahun 2017, pengembang aplikasi dan game berkontribusi 1,93 persen terhadap produk domestik bruto sektor ekonomi kreatif Indonesia atau sebesar Rp 19.115,1 Miliar.

Sektor ini juga dapat menyerap 44.733 tenaga kerja pada subsektor aplikasi dan game developer.

Data dari Indonesia Exports Premier League (IESPL) di 2019 menunjukkan Indonesia menempati peringkat 12 di pasar gaming dunia dengan total pemain game aktif sebanyak 62,1 juta orang.

Secara keseluruhan di tahun 2019 industri game menghasilkan pendapatan sebesar 1,04 Miliar dolar AS.

Pada tahun 2020 ketika banyak industri terpukul akibat adanya pandemi covid-19, justru industri game mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Maka tidak mengherankan jika Tiongkok memperluas definisi pekerjaan, termasuk pemain e-sports sebagai pekerjaan resmi walaupun terdapat syarat agar masuk kategori pekerjaan.

 

(Penulis Pengamat Industri Kreatif)

Editor : eCatri
 
Sainstek
27 Okt 21, 17:41 WIB | Dilihat : 255
Waspadai Kabar Palsu Artis Meninggal di Media Sosial
20 Nov 19, 13:05 WIB | Dilihat : 1970
Rumah Ilmuwan Bukan di Menara Gading
Selanjutnya
Energi & Tambang
29 Mar 21, 20:15 WIB | Dilihat : 392
Pertamina Jamin Pasokan BBM Aman
28 Jan 20, 13:31 WIB | Dilihat : 1282
Komitmen Budaya pada Reklamasi Pertambangan
22 Okt 19, 12:46 WIB | Dilihat : 1489
Sinergi PHM dengan Elnusa Garap Jasa Cementing di Rawa
Selanjutnya