AKARPADINEWS.COM | Kemiskinan memaksa para perempuan di desa bekerja keras. Mereka tidak hanya mengurusi ranah domestik (keluarga). Namun juga berjibaku dengan ranah publik demi menyokong pemenuhan kebutuhan keluarga.
Kaum hawa di desa menggeluti sektor pertanian dan perkebunan. Bahkan, ada yang menjadi buruh tani seperti Langkat, Sumatera Utara. Mereka juga bekerja di kebun bawang, di kaki Gunung Sinabung dan memilah kunyit untuk bahan baku di pabrik jamu di Semarang, Jawa Tengah.
Di Bali, para pekerja perempuan seringkali mengerjakan pekerjaan yang biasanya dilakukan kaum laki-laki, yakni menjadi kuli bangunan. Mereka mengambil pasir dari sungai hingga mengaduk adonan semen. Semua itu mereka lakukan dengan ikhlas. Tidak ada perbedaan gender dalam pekerjaan ini.
Para perempuan ini adalah super women yang secara fisik dan lakunya begitu lembut, namun memiliki semangat dalam bekerja. Mereka tak kenal lelah, melakukan kerja-kerja dometik dan publik. Tanpa mengeluhkan kerasnya hidup yang mereka jalani.
Teks dan Foto
Ratu Selvi Agnesia