Harga Elpiji 12 Kg Direvisi

| dilihat 2757

JAKARTA, AKARPADINEWS.COM. Rapat konsultasi dan koordinasi dengan Ketua BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) Hadi Purnomo, terkait kenaikan harga gas elpiji 12 Kg, akhirnya berlangsung di Gedung BPK, Jakarta, Senin (6/1).

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengisyaratkan rapat itu di Halim Perdanakusumah, Jakarta, Minggu (5/1), usai memimpin Rapat Terbatas Kabinet Indonesia Bersatu II yang khusus membahas harga kenaikan gas yang dilakukan Pertamina atas rekomendasi BPK itu.

Tentang harga elpiji, itu Presiden SBY sempat ngetweet melalui akun twiter-nya, “Ini harusnya tak boleh terjadi.”

Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Energi Sumberdaya Mineral Jero Wacik, dan Menteri BUMN Dahlan Iskan, nampak dalam rapat itu. Keputusan pun diambil rapat itu: Pertamina akan memperbarui harga gas elpiji kemasan tabung 12kg yang sempat dinaikkan hampir Rp4.000 per kg, menjadi naik hanya Rp1.000 per kg-nya.

Menteri BUMN Dahlan Iskan yang mengumumkan hasil rapat itu, mengatakan, kenaikan harga gas elpiji yg sebelumnya diumumkan Pertamina - mencapai Rp3.950 per kg - dianggap terlalu tinggi, sehingga dikoreksi pemerintah.

"Dianggap terlalu tinggi, jadi kalau naiknya Rp1.000 saja, ya mulai nanti malam", kata Dahlan dari Gedung BPK di Jakarta.  

Presiden SBY memberikan teguran kepada sejumlah petinggi, pembantu-pembantunya, setelah kenaikan harga itu mendapat reaksi negatif dari masyarakat. Sementara itu, sampai sebelum Rapat cabinet terbatas di Halim, sejumlah menteri terkait masih saling lempar ‘kambing.’ Hanya Dahlan Iskan yang mengaku bersalah dan meminta maaf. “Kurang koordinasi,” katanya kepada wartawan.

Sebelum dinaikkan, harga gas elpiji per kg dalam tabung 12 Kg adalah Rp5.850 atau Rp10.000 setingkast ongkos produksi. Dengan penurunan harga gas elpiji tabung 12 Kg itu, diperkirakan harga di pasar akan menjadi  Rp110.000 sd Rp120.000 per tabung.

“Baguslah. Tapi bikin kita judge nikh,” ujar Daud, agen penyalur gas Elpiji 12 Kg di Rawabelong, Jakarta Barat.

“Kita lihat dulu besok, bener turun apa gak,” seru atika seorang ibu rumah tangga di Bintaro, yang keburu kesal dengan kenaikan itu.

Penyesuaian harga itu terjadi karena Presiden SBY menganulir keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pertamina. Presiden meminta sejumlah menterinya dan Pertamina segera menggelar RUPS dalam waktu 1 x 24 jam.

Sikap para Menteri yang menunjukkan tidak mempunyai formula policy design mendapat kritik keras dari masyarakat. Berbagai ocehan dan kritik, bahkan makian merebak di media social.. | noora.

 

Editor : Web Administrator
 
Lingkungan
19 Jun 26, 11:49 WIB | Dilihat : 248
Penang
07 Jun 26, 12:42 WIB | Dilihat : 376
Jakarta Baur Budaya
28 Apr 26, 14:29 WIB | Dilihat : 488
Jumhur Hidayat
03 Des 25, 18:35 WIB | Dilihat : 890
Jangan Pernah Menentang Semesta
Selanjutnya
Humaniora
26 Mei 26, 06:53 WIB | Dilihat : 490
Dimensi Haji
21 Mei 26, 21:54 WIB | Dilihat : 462
Jamaah Haji Syarikat Islam Apresiasi Peningkatan Layanan
Selanjutnya