
“Anda merasa baru dilahirkan kembali. Sadarkanlah diri Anda, supaya bisa menggunakan anugerah Tuhan dengan sebaik-baiknya.”
Kalimat ini saya pilihkan dari Hafez, seorang begawan, pujangga sufistik Abad ke 14 untuk Prabowo Subianto dan Yusril Ihza Mahendra. Bagi para petinggi Partai Politik yang menerima nasib dari konstituen dan takdir dari Tuhan, 9 April 2014, saya pilihkan nasihat Hafez berdasarkan numerasi momen pemungutan suara dan nomor urut partai.
Hafez adalah Begawan Persia adalah seorang sufi yang terkenal di Abad ke 14. Nama aslinya Khwaja Shamsud-Din Muhammad Hafez-e Sïrãzî. Nasihat-nasihatnya ampuh. “Nasihat-nasihat Hafez terukir di dalam kebenaran nyata dan abadi,” ungkap Goethe, filosof Jerman.
Bagi petinggi Partai Nasdem saya pilihkan kalimat ini: “Bersabarlah, teruslah lebih telaten dan cermat, Anda memiliki waktu sangat panjang untuk membenahi pekerjaan – pekerjaan Anda.” Bagi petinggi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), saya pilihkan petuah ini: “Lihatlah, betapa lebar jarak antara jalan yang benar dan pekerjaan duniawi. Bersikaplah tenang serta tidak gegabah untuk menggapainya.” Anugerah yang Tuhan berikan, jangan sia-siakan. Kepada petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saya pilihkan nasihat ini : “Dengarkan nasihat para guru, karena kunci kesuksesan Anda adalah mendengar nasihat mereka. Jangan mencela keburukan siapapun.”
Bagi petinggi PDI Perjuangan, saya pilihkan nasihat ini : “Berdoalah, agar Anda menebus kesalahan di masa lalu untuk meraih keberhasilan sejati.” Nasihat untuk petinggi Partai Golkar? Saya pilihkan yang ini: “Anda akan lebih berhasil bila mau bertobat, berusaha, dan mengharap kasih Tuhan, karena Anda telah mereduksi suara-Nya untuk sesuatu yang sebenarnya jauh dari-Nya.” Bagi petinggi Partai Gerindra, ada nasihat yang ini dari Hafez: “Perlakukanlah mereka (rakyat) dengan akhlak yang lebih baik, mereka akan terus membantu Anda. Tentu, Anda harus cermat, supaya seseorang tidak bisa menipu diri Anda lagi. Anda cukup cerdas, seterusnya Anda akan berhasil.”
Bagi Petinggi Partai Demokrat, ada nasihat Hafez seperti ini : “Berusahalah untuk tidak meratapi sedihnya kehidupan dengan terus melakukan perbuatan yang benar. Bergembiralah. Semangatlah. Tanggalkan gaun hitam kesedihan dari tubuh Anda. Sibukkan diri Anda dengan terus bekerja, bersabarlah, dan bertahanlah..” Untuk petinggi Partai Amanat Nasional, renungkanlah nasihat Hafez ini. “Carilah seseorang yang dapat menyelamatkan Anda dari jurang kesulitan dan dapat memberi petunjuk yang benar. Jangan melakukan sesuatu yang sia-sia. Sayangilah kaum papa sepenuh hati. Ada masanya Anda akan berhasil.”
Bagi Petinggi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), nasihat Hafez adalah: “Jangan sia-siakan kesempatan dan gunakanlah dengan sebaik-baiknya. Ucapkan selamat tinggal pada remangnya kehidupan hari kemarin dan jangan menjauhkan diri dari umat, apapun mazhab mereka..” Bagi Petinggi Partai Hanura, nasihat Hafez adalah : “Jangan berputus asa. Jangan merasa apa yang Anda terima adalah takdir abadi bagi Anda. Jangan pesimis. Mulailah kembali dari awal. Pilihlah jalan semula yang Anda telah rancang, dan berusahalah terus membangun masa depan. Sadari, Anda terlalu cepat memilih jalan yang keliru.”
Khusus bagi petinggi Partai Bulan Bintang (PBB), meski perolehan yang didapat belum sesuai dengan cita-cita, yakinilah, “Anda telah meletakkan kesuksesan itu. Tuhan masih menganugerahkan karunia-Nya kepada Anda. Dengan pertolongan-Nya, Anda akan mendapatkan apa yang Anda perjuangkan kini. Jangan tergesa-gesa dalam melangkah ke depan.” Terima realitas dan bersiteguhlah dengan keyakinan Anda. Bagi petinggi PKPI (Partai Keadilan Persatuan Indonesia), begini nasihat Hafez: “Anda belum beruntung kali ini, karena jarak Anda dengan rakyat masih jauh, dan Anda tak punya waktu yang cukup untuk mengungkap siapa Anda sesungguhnya. Ini adalah pengalaman ‘cinta’ Anda yang luar biasa. Jangan bersedih.., Anda pasti bisa mewujudkan hasrat Anda dalam wujudnya yang lain. Terutama ketika Tuhan masih memberi Anda waktu untuk terus memperjuangkan cita-cita Anda.”
Untuk semua petinggi partai: jangan menyalahkan siapapun atas hasil yang Anda terima dari hasil pemungutan suara. Begini Hafez mengungkap nasehat: “Mereka (pendukung) berharap Anda sukses. Bila Anda tidak berhasil dalam ikhtiar kemarin, jangan salahkan Mereka, sebab mereka tidak melakukan kesalahan. Kegagalan Anda, karena kesalahan Anda sendiri. Gunakan akal Anda dan bekerjalah kembali.” Bagi seluruh pemilih, nasehat Hafiz yang relevan adalah : “Anda harus berjanji dengan diri sendiri, lepaskan diri Anda dari kondisi buruk dan tidak akan pernah percaya pada rekayasan orang asing. Berusaha dan bersikaplah rasional.. Bila hal ini yang Anda lakukan, niscaya Anda akan berhasil menentukan arah jalan hidup yag lebih baik di hari esok.” |