Kumpul Kebo dan Global Warming

| dilihat 3023

Emak Oom yang tinggal di pesisir pantai selatan tepatnya di Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten adalah warga yang merasakan dampak langsung dari pemanasan global. Emak Oom yang ditemani tiga orang cucunya harus pergi jauh untuk mengembalakan kerbaunya, Dikarenakan rumput yang menjadi makanan pokok kerbau peninggalan suaminya sudah menjadi tanaman langka, Karena rumput mengering akibat kemarau panjang.

Dalam obrolan singkat saya dengan Emak Oom saat itu beliau mengatakan “ Ayeuna mah usum teh geus teu bisa ditebak iraha datangna, Sabenernamah ayeuna teh geus wancina usum hujan, kebo ge geus kuduna ngawuluku . Hese rek neangan parab jang munding ge jukut sawah ge galaring” ( Sekarang itu musim sudah tidak dapat ditebak kapan datangnya, Seharusnya sekarang itu sudah masuk musim hujan, kerbau juga sudah waktunya membajak sawah. Mau nyari buat pakan kerbau aja susah, rumput dan sawah semuanya mengering).

 
Humaniora
25 Apr 26, 18:31 WIB | Dilihat : 183
Dahilang
20 Apr 26, 13:48 WIB | Dilihat : 474
Perihal Wartawan Senior Indonesia 60 Plus
17 Apr 26, 08:10 WIB | Dilihat : 323
Menguatkan Fungsi BAZNAS Melayani Umat
15 Apr 26, 02:13 WIB | Dilihat : 439
Pola Pembinaan a la Haji Agus Salim
Selanjutnya
Lingkungan
28 Apr 26, 14:29 WIB | Dilihat : 168
Jumhur Hidayat
03 Des 25, 18:35 WIB | Dilihat : 799
Jangan Pernah Menentang Semesta
04 Agt 25, 02:48 WIB | Dilihat : 1479
Almaty Kazakhtan Sentra Suara Akal Sehat
Selanjutnya