Teras Cikapundung Sebagai Ruang Publik
Teras Cikapundung merupakan sebuah ruang publik yang berada di daerah Babakan Siliwangi, Bandung. Sebenarnya, ruang publik tersebut dahulu bernama Amphitheater Cikapundung. Saat soft launching pada tanggal 31 Januari 2016, Amphiteater Cikapundung diubah namanya oleh Ridwan Kamil, Walikota Bandung, menjadi Teras Cikapundung. Hal itu dilakukan agar penyebutan nama tempat itu menjadi lebih mudah dan gampang diingat. Informasi tersebut tertera pada salah satu dinding yang berada di Teras Cikapundung.
Sebagai ruang publik, Teras Cikapundung memiliki konsep urban dengan mempertahankan ekologi di sekitar aliran Sungai Cikapundung. Sungai itu sendiri merupakan sungai yang membelah Kota Bandung, terbentang dari kawasan Bandung Utara hingga Bandung Selatan dan bermuara di Sungai Citarum. Sungai ini berhulu dari mata air di daerah Gunung Kasur.
Aliran sungai itu melewati perkebunan kina Bukit Ungggul lalu masuk ke daerah Maribaya Lembang, Dago Pakar, Babakan Siliwangi. Aliran Sungai Cikapundung juga mengalir hingga permukiman dan kawasan pusat bisnis di tengah Kota Bandung, yakni kawasan Viaduct dan alun-alun Kota Bandung sebelum bermuara di Sungai Citarum
Aliran Sungai Cikapundung yang melewati kawasan Teras Cikapundung ini masih terbilang agak kotor. Hal itu terlihat dari masih adanya sampah yang mengapung walau jumlahnya tidak sebanyak dahulu. Penyebab masih agak banyaknya sampah tersebut dikarenakan di daerah hulu terdapat objek wisata Maribaya dan pemukiman penduduk yang kesadaran akan membuang sampahnya masih kurang sehingga sampah terbawa arus dan melintasi kawasan Teras Cikapundung.
Semoga dengan adanya Teras Cikapundung, sebagai ruang publik, bisa menjadi control area kebersihan Sungai Cikapundung. Karena, aliran sungainya dilihat oleh masyarakat sehingga kesadaran akan kebersihan Sungai Cikapundung meningkat.
Teras Cikapundung ini dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap, nyaman dan eksotik untuk berwisata keluarga atau sekedar nongkrong sembari foto foto. Fasilitas tersebut diantaranya area parkir yang cukup memadai, terasering berupa kebun dan tangga duduk membentuk pola yang menarik untuk dilihat, pusat informasi, mushola, toilet, air mancur, jembatan merah, gazebo, kursi taman, kolam dan fasilitas lainnya yang didesain dengan apik sebagai ruang publik.
Foto dan tulisan : Dani Budiana