Wayang

Proses Panjang Perjalanan Ramayana dalam Budaya Nusantara

| dilihat 5027
 
AKARPADINEWS.COM | Epos Ramayana yang dikenal di masyarakat Indonesia umumnya dan masyarakat Jawa khususnya berasal dari India. Penulis Epos Ramayana India yang di kenal di Indonesia ialah Walmiki. Epos yang mengisahkan kisah cinta Rama dan Sinta tersebut telah lama disadur di nusantara ini. 
 
Di tanah Jawa, Epos Rama dan Sinta sudah disadur dalam bahasa Jawa Kuna dalam bentuk puisi Jawa Kuna bertembang yang dikenal dengan nama Kakawin.Berdasarkan pemaparan Karsono H Saputra dalam bukunya "Puisi Jawa: Struktur dan Estetika" terbitan Wedhatama Widya Sastra, kakawin dimulai (setidak-tidaknya) pada awal abad IX yang ditandai dengan kakawin yang berjudul "Kakawin Ramayana". Kakawin tersebut dikemas dalam bahasa Jawa Kuna dengan menggunakan kaidah pertembangan yang masih berkaitan dengan tembang-tembang Sansekerta.
 
Dapat dikatakan bahwa Kakawin Ramayana merupakan salah satu versi saduran generasi pertama dari Epos Ramayana dari India. Keberlanjutan saduran Epos tersebut dikemas dalam bentuk prosa berbahasa Jawa Kuna yang dikenal dengan nama sastra parwa. P. J. Zoetmulder pernah menyatakan dalam bukunya yang berjudul Kalangwan: Sastra Jawa Kuno Selayang Pandang bahwa sastra merupakan prosa yang diadaptasi dari bagian epos-epos dalam bahasa Sansekerta dan menunjukkan ketergantungannya dengan kutipan-kutipan dari karya asli dalam bahasa Sansekerta. 
 
Ramayana dalam bentuk sastra parwa salah satunya ialah Uttarakanda. Pada teks tersebut berisikan bagian akhir dari kisah Ramayana yang sudah berbeda dengan versi kakawin. Perbedaan tersebut terlihat dari bagian adegan pembuangan Sinta dan kelahiran anak dari Rama di hutan. Hal itu menunjukkan adanya perubahan yang dilakukan oleh local genius nusantara sesuai dengan perkembangan sosial masyarakat pada zamannya itu. 
 
 
Karena kepopulerannya, Epos Ramayana—juga Epos Mahabharata—ikut disadur dalam perkembangan kesusastraan Jawa selanjutnya. Salah satu saduran kisah Ramayana dalam bentuk bahasa Jawa baru ialah Serat Rama. Naskah yang menggunakan aksara Jawa tersebut dibingkai dalam bentuk puisi Jawa baru bertembang, yaitu macapat. Naskah Jawa yang merupakan karya Raden Ngabehi Yasadipura tersebut termasuk ke dalam versi Ramayana Jawa yang cukup lengkap. Pasalnya, dalam naskah tersebut memuat semua kejadian penting dalam Epos Ramayana.
 
Perkembangan Epos Ramayana kemudian diteruskan dalam bentuk pementasan beragam kesenian. Mulai dari seni tari Ramayana yang sering diadakan di Candi Prambanan hingga beragam lakon-lakon wayang—baik wayang kulit maupun wayang orang—yang berkembang dengan munculnya beberapa pementasan atas bagian-bagian Ramayana. Salah satu lakon yang cukup dikenal masyarakat, khususnya Jawa, ialah Lakon Anoman Obong.
 
Tak hanya dalam bidang kesusastraan dan seni pertunjukkan semata, Epos Ramayana juga disadur dalam seni rupa dalam bentuk relief di Candi Borobudur. Di candi tersebut terdapat kisah Epos Ramayana secara lengkap, dari awal hingga akhir. Hal itu menguatkan anggapan bahwa Epos Ramayana merupakan Epos yang populer di nusantara, khususnya Jawa.
 
Dikenalnya Epos Ramayana di Indonesia tidak muncul begitu saja ataupun hanya sekadar dari tradisi lisan leluhur. Namun, ada suatu proses yang berlangsung melalui penyaduran atau pengalihwahanaan ke dalam beberapa media, seperti dalam kesusastraan, seni rupa dan seni pertunjukkan. Meski Epos tersebut berasal dari India, akan tetapi Epos Ramayana sudah menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia. |Muhammad Khairil.
 
Editor : Web Administrator
 
Budaya
20 Mar 26, 08:16 WIB | Dilihat : 316
Budaya Betawi Mesti Jadi Cover Budaya Jakarta
18 Feb 26, 00:08 WIB | Dilihat : 631
Muhammadiyah Berbeda dengan Pemerintah itu Biasa
26 Nov 25, 18:48 WIB | Dilihat : 735
TIM Harus Kembali Menjadi Mercu Suar
Selanjutnya
Energi & Tambang
09 Apr 26, 07:17 WIB | Dilihat : 141
PHE Pastikan Langkah Strategis Ketahanan Energi
06 Apr 26, 11:32 WIB | Dilihat : 167
PHE Perkuat Eksistensi di Industri Energi Global
21 Mar 26, 09:31 WIB | Dilihat : 467
Berlebaran di Anjung Tengah Laut
Selanjutnya