Lelah dan Lelap

| dilihat 941

Lelah, perubahan bioritme, perubahan iklim dan atmosfer hdiup, membuat kita (termasuk anak-anak),  siapapun, dan apapun apapun profesi serta status sosial,  mudah tertidur, di mana saja dan kapan saja. Tak peduli di lobi markas besar Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) - New York, bandar udara internasional (Narita - Tokyo, Halim Perdana Kusumah - Jakarta, I Gusti Ngurah Rai - Bali, Sultan Aji Muhammad Sulaiman - Balikpapan, Tepian jalan Tamblong - Bandung, pedestrian Jl. Suryopranoto - Jakarta Pusat, selasar masjid At Tiin - Jakarta Timur, atau emperan toko Jalan Panjang - Cipulir, Jakarta Selatan).

Secara ragawi, manusia tak sepenuhnya kuasa mengatasi kantuk dan tertidur, bahkan hingga lelap. Lalu segar kembali setelah terjaga. Tubuh perlu rehat ketika lelah, perlu rehat, setidaknya enam jam dalam pusaran hidup sehari. | bangsem

 
Lingkungan
28 Apr 26, 14:29 WIB | Dilihat : 345
Jumhur Hidayat
03 Des 25, 18:35 WIB | Dilihat : 825
Jangan Pernah Menentang Semesta
04 Agt 25, 02:48 WIB | Dilihat : 1510
Almaty Kazakhtan Sentra Suara Akal Sehat
Selanjutnya
Seni & Hiburan
16 Nov 25, 10:19 WIB | Dilihat : 1051
Hazieq Rosebi Berjenaka dengan Nurlela
19 Nov 24, 08:29 WIB | Dilihat : 3160
Kanyaah Indung Bapak
Selanjutnya