Lelah dan Lelap

| dilihat 834

Lelah, perubahan bioritme, perubahan iklim dan atmosfer hdiup, membuat kita (termasuk anak-anak),  siapapun, dan apapun apapun profesi serta status sosial,  mudah tertidur, di mana saja dan kapan saja. Tak peduli di lobi markas besar Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) - New York, bandar udara internasional (Narita - Tokyo, Halim Perdana Kusumah - Jakarta, I Gusti Ngurah Rai - Bali, Sultan Aji Muhammad Sulaiman - Balikpapan, Tepian jalan Tamblong - Bandung, pedestrian Jl. Suryopranoto - Jakarta Pusat, selasar masjid At Tiin - Jakarta Timur, atau emperan toko Jalan Panjang - Cipulir, Jakarta Selatan).

Secara ragawi, manusia tak sepenuhnya kuasa mengatasi kantuk dan tertidur, bahkan hingga lelap. Lalu segar kembali setelah terjaga. Tubuh perlu rehat ketika lelah, perlu rehat, setidaknya enam jam dalam pusaran hidup sehari. | bangsem

 
Budaya
18 Feb 26, 00:08 WIB | Dilihat : 408
Muhammadiyah Berbeda dengan Pemerintah itu Biasa
26 Nov 25, 18:48 WIB | Dilihat : 604
TIM Harus Kembali Menjadi Mercu Suar
15 Nov 25, 12:24 WIB | Dilihat : 860
Jakarta dalam Kopor Afrizal Malna
Selanjutnya
Sporta