Lelah dan Lelap

| dilihat 1006

Lelah, perubahan bioritme, perubahan iklim dan atmosfer hdiup, membuat kita (termasuk anak-anak),  siapapun, dan apapun apapun profesi serta status sosial,  mudah tertidur, di mana saja dan kapan saja. Tak peduli di lobi markas besar Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) - New York, bandar udara internasional (Narita - Tokyo, Halim Perdana Kusumah - Jakarta, I Gusti Ngurah Rai - Bali, Sultan Aji Muhammad Sulaiman - Balikpapan, Tepian jalan Tamblong - Bandung, pedestrian Jl. Suryopranoto - Jakarta Pusat, selasar masjid At Tiin - Jakarta Timur, atau emperan toko Jalan Panjang - Cipulir, Jakarta Selatan).

Secara ragawi, manusia tak sepenuhnya kuasa mengatasi kantuk dan tertidur, bahkan hingga lelap. Lalu segar kembali setelah terjaga. Tubuh perlu rehat ketika lelah, perlu rehat, setidaknya enam jam dalam pusaran hidup sehari. | bangsem

 
Humaniora
25 Jun 26, 00:19 WIB | Dilihat : 196
Duka Ashura
26 Mei 26, 06:53 WIB | Dilihat : 521
Dimensi Haji
21 Mei 26, 21:54 WIB | Dilihat : 469
Jamaah Haji Syarikat Islam Apresiasi Peningkatan Layanan
Selanjutnya
Polhukam
28 Jun 26, 09:30 WIB | Dilihat : 189
Hukum Merupakan Fondasi Keadilan dan Harmoni Negara
13 Jun 26, 06:26 WIB | Dilihat : 498
Langkah Berani Dato Onn Hafiz
08 Jun 26, 09:46 WIB | Dilihat : 367
Gelombang Biru di Negeri Johor
03 Jun 26, 10:21 WIB | Dilihat : 342
Cabaran Kewartawanan Era Baru
Selanjutnya