Lelah dan Lelap

| dilihat 975

Lelah, perubahan bioritme, perubahan iklim dan atmosfer hdiup, membuat kita (termasuk anak-anak),  siapapun, dan apapun apapun profesi serta status sosial,  mudah tertidur, di mana saja dan kapan saja. Tak peduli di lobi markas besar Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) - New York, bandar udara internasional (Narita - Tokyo, Halim Perdana Kusumah - Jakarta, I Gusti Ngurah Rai - Bali, Sultan Aji Muhammad Sulaiman - Balikpapan, Tepian jalan Tamblong - Bandung, pedestrian Jl. Suryopranoto - Jakarta Pusat, selasar masjid At Tiin - Jakarta Timur, atau emperan toko Jalan Panjang - Cipulir, Jakarta Selatan).

Secara ragawi, manusia tak sepenuhnya kuasa mengatasi kantuk dan tertidur, bahkan hingga lelap. Lalu segar kembali setelah terjaga. Tubuh perlu rehat ketika lelah, perlu rehat, setidaknya enam jam dalam pusaran hidup sehari. | bangsem

 
Lingkungan
07 Jun 26, 12:42 WIB | Dilihat : 186
Jakarta Baur Budaya
28 Apr 26, 14:29 WIB | Dilihat : 457
Jumhur Hidayat
03 Des 25, 18:35 WIB | Dilihat : 866
Jangan Pernah Menentang Semesta
04 Agt 25, 02:48 WIB | Dilihat : 1553
Almaty Kazakhtan Sentra Suara Akal Sehat
Selanjutnya
Polhukam
08 Jun 26, 09:46 WIB | Dilihat : 131
Gelombang Biru di Negeri Johor
03 Jun 26, 10:21 WIB | Dilihat : 249
Cabaran Kewartawanan Era Baru
30 Mei 26, 04:47 WIB | Dilihat : 294
Kampanye Humor Kemerdekaan Pers
16 Mei 26, 15:22 WIB | Dilihat : 322
Trump Tak Bisa Pengaruhi Xi Jin Ping Ihwal Iran
Selanjutnya