
BANDAR Udara internasional Kuala Lumpur (KLIA) I, pada Selasa petang (20/07/26) menjadi peristiwa penanda sejarah baru bagi Negeri Sarawak.
Hari itu, sejumlah pemimpin Malaysia -- yang berkhidmat pada pemerintahan Malaysia Madani -- asal Sarawak nampak di KLIA I. Antara lain, Wakil Perdana Menteri Fadhillah Yusof, Yang di Pertua Dewan Negara Malaysia Awang Bemee Awang Ali Basah, Menteri Pembangunan Wanita, Keluarga dan Masyarakat Nancy Shukri, Menteri Pelancongan - Seni dan Budaya Tiong KLing Sing, dan Timbalan Menteri Kesehatan Hanifah Thaib, serta pemimpin asal Sarawak lainnya.
Para pemimpin pemerintahan yang juga meupakan anggota parlemen dari Gabungan Parti Sarawak (GPS), itu datang untuk menjemput dengan sukacita dan antusias (seperti tertampak dari wajah Hanifah dan Nancy) penerbangan perdana pesawat AirBorneo yang membawa Primer Sarawak Abang Haji Abdul Rahman Zohari bin Tun Datuk Abang Haji Openg yang populer dipanggiol Abang Jo.
Pesawat dengan rute penerbangan langsung Kuching - Kuala Lumpur (KCH-KUL) itu juga membawa serta sejumlah penumpang lain (termasuk jurnalis).
Dalam unggahan di akun facebook-nya, Menteri Nancy meluahkan ungkapan syukur dan sukacita. "Semoga AirBorneo terus melebarkan sayap, menghubungkan lebih banyak destinasi di rantau ASEAN serta dapat memudahkan perjalanan rakyat dengan tambang (tarif) yang terjangkau rakyat. Ini satu detik bersejarah bagi Sarawak," unggahnya.
Berbagai media Sarawak dan kantor berita Bernama mengabarkan, penerbangan perdana AirBorneo rute Kuala Lumpur-Kuching (KUL-KCH) hari ini disambut dengan antusias oleh para penumpang dari Sarawak.
Di KLIA I itu pula Primer Sarawak Abang Jo meluncurkan penerbangan AirBorneo rute yang menghubungkan secara langsung Kuching - Kuala Lumpur - Singapura.

Kepada para jurnalis, sejumlah warga Sarawak yang menumpang penerbangan perdana itu mengungkapkan kebanggaan, seraya berharap AirBorneo berkembang terus sebagai maskapai penerbangan yang menghubungkan Sarawak dengan lebih banyak destinasi domestik dan internasional.
Mereka juga mengungkapkan, bahwa keberadaan AirBorneo merupakan kebanggaan bagi rakyat Sarawak, mimpi mempunyai maskapai penerbangan yang menjadi kenyataan.
“AirBorneo bukan hanya maskapai penerbangan, tetapi juga simbol aspirasi dan kebanggaan kita sebagai warga Sarawak," ungkap Walter Asa, warga Bumi Kenyalang
Pria berusia 30 tahunan, itu menyatakan, “Kita tidak mengharapkannya untuk terus menjadi maskapai besar, tetapi lebih kepada pertumbuhan sedikit demi sedikit hingga mencapai level yang lebih baik,” katanya kepada TVS.
Penerbangan dengan kode MY500 AirBorneo dari take off dari Bandara Internasional Kuching mendarat mulus di KLIA, membawa Premier Sarawak, Abang Openg dan delegasi administrasi Pemerintah Sarawak mendarat dengan selamat di Terminal 1, sekitar pukul 15.11.
Walter dan beberapa penumpang baik dari Sarawak maupun Kuala Lumpur juga memuji layanan awak kabin (khasnya pramugari - pramugara) yang menampakkan pesona sosio budaya Sarawak yang mengekspresikan layanan sangat baik kepada penumpang.
Akan halnya Hanifah Thaib yang juga anggota parlemen dari Mukah mengunggah di akun instagramnya, penerbangan bersejarah itu menandakan satu lagi pencapaian penting buat Sarawak.
Maskapai penerbangan AirBorneo, merupakan Badan usaha milik pemerintah Sarawak, yang berjaya (sukses) melaksanakan penerbangan komersial perdananya.

Keberadaan Primer Sarawak Abang Jo yang memimpin langsung perjalanan dengan pesawat tersebut, menurut Hanifah merupakan simbol keyakinan terhadap inisiatif strategik pemeintahan Negeri.
"AirBorneo bukan sekadar menawarkan tambang yang lebih berpatutan dan akses perjalanan yang lebih baik kepada rakyat, malah merupakan pelaburan (investasi) strategik jangka panjang yang mampu memperkukuh jaringan pengangkutan udara, sekaligus meningkatkan kesalinghubungan antara Sarawak dengan destinasi utama, sekaligus merancakkan pertumbuhan ekonomi, pelancongan dan pelaburan negeri," ujarnya.
Lebih lanjut, Hanifah -- yang sebelumnya merupakan Wakil Menteri Perekonomian -- menegaskan, pendirian syarikat (korporat) penerbangan ini mencerminkan komitmen pemerintah Sarawak dalam membangunkan sektor penerbangan yang lebih berdaya saing demi kesejahteraan rakyat.
Turut hadir menyambut ketibaan Premier Sarawak ialah jajaran pemimpin Gabungan Parti Sarawak (GPS) dari Pemerintahan Persekutuan dan pemerintah Negeri sebagai tanda sokongan padu (terintegrasi) terhadap visi dan kepimpinan Premier Sarawak.
Khasnya dalam membawa negeri Sarawak ke arah pembangunan yang lebih progresif, berdaya tahan dan makmur.
"Kehadiran mereka juga mencerminkan semangat kebersamaan dalam merealisasikan aspirasi Sarawak sebagai sebuah negeri maju yang terus mencipta kejayaan di peringkat nasional dan antarabangsa," pungkas Hanifah. | sharia