Hari Kebangsaan Malaysia 2026

Tun Mahathir Senang Melihat Semangat Anak Muda

| dilihat 40

Catatan Iasha

Pemerintah Malaysia menggelar perbarisan dan perarakan (atau karnaval) Hari Kebangsaan Malaysia 2026 di titik pusat bulevar Putrajaya yang membentang antara Kantor Perdana Menteri (PMO) hingga Putrajaya Convention Center (PCC).

Perhelatan ini juga boleh disebut sebagai Hari Kemerdekaan Malaysia  berlangsung Selasa (31/8/26) itu meriah, ditingkah gempita sukacita rakyat dengan beragam atraksi.  

Untuk pertama kali, laungan pekik "Merdeka" (tiga kali)  dilakukan oleh Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj di tempat yang kini dikenal sebagai Dataran Pahlawan - Banda Hilir, Melaka.

Laungan pekik "Merdeka" itu disambut gempita oleh lebih 100 ribu rakyat yang datang menyambut rombongan pemimpin yang membawa pengakuan kemerdekaan dan kedaulatan Tanah Melayu dari kekuasaan British -- dari London.

Sebelumnya (20/2/1956) di daratan Pahlawan itu pula, Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj (Bapak Kemerdekaan Malaysia) menyampaikan maklumat, bahwa 31 Agustus 1957 sebagai tarikh kemerdekaan Persekutuan Tanah Melayu.

Selanjutnya, laungan pekik "Merdeka" (tujuh kali) yang ikonik, itu di lakukan dalam perhelatan hari kemerdekaan di dataran Merdeka - Kuala Lumpur, di hadapan bangunan peninggalan masa kolonial Sultan Samad - Sultan Selangor (1857-1898).

Belakangan hari, pada peringatan Hari Kebangsaan Malaysia ke 46 dilaksanakan di Putrajaya (31/8/2003 dan 2005). Acara peringatan hari kebangsaan itu dilakukan bergilir -- sesuai dengan formatnya -- di kawasan Dataran Merdeka - Kuala Lumpur.

Kelopak Lima Rukun Negara

Pada tahun 2018, 2019, 2023, 2024, 2025, dan 2026 kembali digelar di Putrajaya dengan format acara yang sama : perbarisan dan perarakan.

Senin (30/8/26) di langit Kuala Lumpur persis di atas kawasan KLCC (Kuala Lumpur City Centre) - Menara Kembar Petronas dan di atas Gedung Merdeka 118  -- bangunan tertinggi kedua di dunia, yang terinspirasi oleh sosok Tunku Abdurrahman ketika melaungkan pekik "Merdeka" -- dan gedung pencakar langit lainnya kembang api aneka pesona mengekspresikan sukacita rakyat Malaysia. Gedung ini menghadap ke arah Stadium Negara Merdeka.

Kembang api warna-warni dengan ratusan drone menghiasi udara membentuk berbagai formasi membentuk Bunga Raya (ikon bunga nasional sejak 28/7/1960 bekelopak lima yang melambangkan 5 rukun negara), layang-layang Melayu, dan lain-lain.

Sukacita dan gairah hidup sebangsa berdaulat dan merdeka memang nampak di wajah-wajah rakyat yang hadir. Tun Dr. Mahathir - Bapak Pembangunan dan Modernitas Malaysia, nampak berada dekat dengan rakyat yang menonton dan bersemangat.

Duduk di atas kursi roda, Tun Dr. Mahathir hadir sebagai rakyat biasa. Posisinya jauh dari panggung utama tempat Yang di-Pertuan Agong 17 Malaysia, Sultan Ibrahim Sultan Iskandar dan Permaisuri Agung Raja Zarith Sofiah, Perdana Menteri (PMX) Anwar Ibrahim, Timbalan PM Zahid Hamidi, dan para menteri Kabinet Malaysia Madani, para petinggi, dan tetamu khas.

"No invitation. No Problem. Demi Malaysia," tulis Mukhriz Mahathir dalam unggahan di akun facebook-nya, seolah mengomentari keberadaan Tun Dr. Mahathir -- yang dua kali menjadi PM Malaysia -- berada di antara pengunjung rakyat amah - kebanyakan.

Sukacita Tun Mahathir

Tun Dr. Mahathir sendiri agaknya bersuka cita. Sambil mengibarkan bendera Jalur Gemilang, di atas kursi roda-nya nampak ia bergembira menyaksikan perbarisan dan perarakan yang dikelola panita khas pimpinan Menteri Komunikasi Fahmi Fadil.

Lewat unggahannya yang dipublikasi Utusan Malaysia dan Malaysia Gazette, Tun Dr. Maharthir menulis, "Selamat Menyambut Kemerdekaan dan Hari Kebangsaan yang ke 69, Malaysia." Ucapan tersebut juga ditularkan melalui beberapa platform media sosialnya.

Tun Dr. Mahathir senang menyaksikan peringatan Hari Kebangsaan Malaysia ke 69 tersebut. Ia merasa, semangat anak-anak muda, termasuk generasi Z, menunjukan tidak benar anggapan yang mengesankan golongan anak muda tidak menghargai kemerdekaan negara dan bangsanya.

"Saya gembira kerana sambutan masih hangat. Betul-betul hangat," tulis Tun Dr. Mahathir, yang kini berusia 101 tahun. “Tak benar sangkaan kononnya anak muda tidak hargai merdeka,” lanjutnya.

Ia pun menyatakan, turut melihat dan merasakan langsung, ramai anak muda Melayu, Cina dan India berada dalam barisan pemerhati pada perhelatan tersebut. "Muka mereka ria dan jelas mereka sedang sambut kemerdekaan seolah-olah mereka baru merdeka selepas dijajah," ungkapmua.

PM Malaysia ke 4 (16 Juli 1981 - Oktober 2003) dan 7 (2018-2020) itu menyatakan, semangat kamu muda tersebut penting maknanya karena akan memastikan kelangsungan negara.

"Semangat sedemikian itu akan kekalkan negara. Tidak ada yang lebih mulia daripada mempertahankan negara tercinta," ungkap Tun lagi. Optimisme Tun Dr. Mahathir dan kaum muda ekspresi optimisme Malaysia? Mungkin !|

[Gombak, 1 Agustus 2026 ]

Editor : haedar | Sumber : berbagai sumber
 
Sainstek
Polhukam
03 Sep 26, 14:38 WIB | Dilihat : 41
Tun Mahathir Senang Melihat Semangat Anak Muda
14 Agt 26, 09:40 WIB | Dilihat : 448
Hentikan Perusakan Demokrasi dan Politik
08 Agt 26, 19:13 WIB | Dilihat : 270
Negara Utang Budi kepada Rakyat
05 Agt 26, 20:16 WIB | Dilihat : 441
Rakyat Negeri Sembilan Bagi Kuasa kepada BN & PN
Selanjutnya