
Salah satu jenis angin yang berpengaruh pada pelayaran dengan perahu atau kapal layar, termasuk yacht angin buritan. Angin searah yang bertiup dari arah belakang, yang berembus kuat 'mendorong' kapal melaju lebih cepat, sesuai dengan arah kemudi untuk mencapai tujuannya.
Para mekanik di lingkungan industri otomotif dan pesawat terbang menyediakan perangkat 'lorong angin' dalam proses uji kelayakan. Perangkat ini penting dalam menyigi besaran daya hempas yang dengan ukuran kecepatan yang disebut knot per jam.
Kendati knot juga kerap dimaknai sebagai simpul ikatan pada tali, dalam konteks kapal, kapal layar, otomotif, dan pesawat udara knot terbabit langsung dengan satuan kecepatan kapal yang setara dengan satu mil laut per jam. Setara dengan 1,15 mil per jam atau 1,85 kilometer per jam.
Dalam konteks budaya, angin buritan yang juga dikenali sebagai metafora yang bertalian dengan momentum, keberuntungan atau situasi - kondisi kehidupan yang bergerak lebih cepat, karena dorongan berbagai faktor yang membantu percepatan dalam meraih keberjayaan.
Dalam konteks otomotif dan pesawat terbang, angin buritan juga dikenal dengan istilah tailwind, following wind, dan atau fair wind. Istilah ini juga kerap dimaknai sebagai do'a bagi pelaut, sebelum pelaut berlayar atau bagi mereka yang baru mengakhiri masa kerjanya dan memasuki masa pensiun.
Sebagai metafora, angin buritan atau tailwind sering menjadi isyarat bagi para pemimpin yang lebih kerap mengikuti strategi staf tanpa menganalisis secara tajam relasi strategi tersebut dengan pencapaian tujuan yang sudah digagas dan dirancang sebelumnya (‘The Art of Strategy: A Game Theorist’s Guide to Success in Business and Life,‘ Avinas Dixit, Barry J Nalebuff. 1958).

Seorang nakhoda, pilot, pengemudi sebagai pemimpin sekaligus pengendali manajemen organisasi mesti mesti memiliki kefahaman yang paripurna dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya.
Kefahaman tersebut memandu dirinya untuk selalu tangkas menjalankan berbagai aspek dan fungsi kepemimpinannya dalam menghadapi berbagai situasi dan keadaan.
Kefahaman itu pula yang akan menentukan momentum: bila ia dapat mengadopsi seraya mengikuti taktik dan strategi stafnya. bilamana juga ia harus menjadikan taktik dan strateginya sebagai taktik dan strategi seluruh stafnya.
Dalam menghadapi keadaan darurat dan krisis, misalnya, ia mesti tangkas menentukan strategi dan bernas dalam memilih dan memilah apa yang sungguh diperlukan untuk mengatasi keadaan.
Pemimpin yang paham situasi dan kondisi akan tahu pasti mengambil keputusan dengan menerapkan taktik dan strategi yang mengandalkan intuitive reason. Atau memutuskan cara menerapkan taktik - strategi the way of salvation (jalan keselamatan) atau the path to safety (jalan menuju keselamatan). Keputusan yang dipertimbangkan secara masak dengan segala risiko yang menyertainya.
Ada masa, pemimpin harus memanfaatkan 'angin buritan' dengan mengadopsi dan menerima ide - gagasan - staf. Mengadopsi informasi, taktik dan strategi yang disampaikan oleh staf, setelah menguji lebih dulu informasi tersebut secara obyektif.

Dengan demikian seorang pemimpin tidak mudah terbuai oleh informasi yang hanya menyenangkan hati, namun secara serta merta membahayakan dan mendatangkan petaka. Di sisi lain, ada pula masa ia harus melakukan penetrasi, intervensi gagasan dan tindakan. Khasnya dalam melaksanakan program utama kepemimpinannya.
Dalam hal memanfaatkan angin buritan, yang mesti diadopsi adalah informasi, gagasan, taktik, dan strategi dari staf umum, staf khas dan staf ahli yang sepenuhnya obyektif, namun pahit dan menyengat.
Itulah sebabnya mengapa pemimpin mesti mengacu pada teknokrasi berasas ilmu pengetahuan dalam melaksanakan kepemimpinannya, sekaligus seorang yang dapat menerima baik beragam pandangan dari para pengeritiknya, setajam apa pun kritiknya.
Angin buritan yang menjelma sebagai pandangan, taktik, dan strategi para staf yang kritis memang tak senyaman angin sepoi-sepoi (slight breeze).
Justru karena itulah manfaatnya sangat besar dalam mengelola manajemen organisasi yang sesuai dengan prinsip-prinsip good governance.
Angin buritan yang besar manfaatnya akan datang dari staf atau kalangan dekat yang berani menyatakan kebenaran. Bukan staf yang senang menyampaikan pembenaran dan menyembunyikan kebenaran. |