Hutan Kalimantan Membara Jerebu Kepung Sarawak

| dilihat 87
Semak belukar di tengah hutan
Anak biawak terlihat samar
Api membakar hutan Kalimantan
Udara Sarawak luas tercemar

Bara api masih membara melumat kawasan ladang dan hutan di pulau Kalimantan, mulai dari Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, juga Kalimantan Utara. Asap (jerebu) yang membubung tinggi di udara pulau yang juga disebut Borneo, itu.

Api bakaran hutan di wilayah Kalimantan Barat segera menjadi petaka,  menyesakkan dada dan infeksi pernafasan warga Kucing, ibu negeri Sarawak - Malaysia. Juga mulai mengkhawatirkan Sultan Brunei Darussalam, Sultan Hasanal Bolkiah.

Dalam perbincangan Sultan Brunei dengan Perdana Menteri (PM) X Malaysia, kekhawatiran tersebut mengemuka. PM X Anwar Ibrahim segera menugaskan Menteri Luar Negeri Malaysia Muhammad Hassan (Tok Mat) membawa masalah ini ke jalur diplomasi via perhimpunan bangsa-bangsa di rantau Asia Tenggara (ASEAN).

Pemerintah Malaysia dan pemerintah Indonesia segera melakukan koordinasi. Pemerintah Malaysia, mengambil inisiatif membantu Indonesia memadamkan api, antara lain melalui pesawat bomba.  Indonesia mengizinkan pesawat Malaysia melintas di wilayah udaranya untuk memperlancar operasi memadamkan api dengan membuat hujan buatan.

Kementerian Luar Negeri Indonesia, menyatakan Indonesia menerima baik bantuan Malaysia, dan aktif berkoordinasi dengan negara-negara tetangga via ASEAN. Tak hanya di Kalimantan saja yang memang parah, tetapi juga di  Sumatera.

Data dari lapangan  menunjukan, kondisi kabut asap atau jerebu di Sarawak, Malaysia, itu telah mencapai tahap kritis.  Indeks Pencemaran Udara (IPU) di Serian - Sarawak ytelah melampaui angka 500 (tahap darurat) pada awal September 2026.

 

Keputusan Yang di-Pertuan Agong

Merespon data mutakhir indeks pencemaran udara, Yang di-Pertuan Agong Malaysia ke 17, Sultan Ibrahim -- yang juga Sultan Johor -- telah mengumumkan keadaan darurat di seluruh Serian dan Kuching, Sarawak.

Keputusan Sultan Malaysia tersebut dikarenakan kabut asap telah mencapai tingkat polusi udara yang membahayakan kesehatan dan keselamatan khalayak.

Selari dengan itu, Kantor Perdana Menteri (PMO) Malaysia menginformasikan bahwa keputusan Yang di-Pertuan Agong, Sultan Ibrahim tersebut dilakukan mempertimbangkan saran PMX Datuk Seri Anwar Ibrahim dan Premier Sarawak, Tan Sri Abang Johari Tun Openg, serta lembaga-lembaga terbabit mengenai tingkat kualitas udara di daerah yang terkait.

"Langkah-langkah yang diperlukan akan diambil secara lebih efektif untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan warga yang terdampak," ungkap pernyataan media PMO Malaysia.

Pernyataan itu mengatakan, pemerintah juga akan terus memantau perkembangan situasi dari waktu ke waktu, seraya memastikan bahwa semua tindakan yang diperlukan segera dilaksanakan.

Tindakan tersebut termasuk langkah-langkah mitigasi dan penyampaian informasi serta panduan kesehatan kepada khalayak.

“Pemerintah akan terus memantau perkembangan dari waktu ke waktu dan memastikan bahwa semua tindakan yang diperlukan segera dilaksanakan, termasuk langkah-langkah mitigasi dan penyampaian informasi serta nasihat kesehatan kepada masyarakat,” lanjut pernyataan media tersebut.

Sekolah Diliburkan > Menyusul pernyataan Agong 17 tentang keadaan darurat, pemerintahan Serawak telah menutup 647 sekolah di Negeri Sarawak ditutup selama lima hari mulai tanggal 7 hingga 11 September 2026. Proses pembelajaran beralih ke pengajaran. Maknanya, 198,559 siswa belajar dari rumah, seperti ketika virus nanomonster Covid 19 menyerang pada masa beberapa tahun berselang.

Jabatan (kantor) Pendidikan Negeri (JPN) Sarawak, dalam pernyataan resmi media mengabarkan, penutupan itu melibatkan 563 sekolah rendah dengan 108,477 murid serta 84 sekolah menengah. Melibatkan 12 Kantor Pendidikan Negeri (PPN) Kuching, Padawan, Bau, Lundu, Samarahan, Simunjan, Serian, Sri Aman, Lubok Antu, Kanowit, Julau dan Meradong.

PPN Sarawak mengingatkan semua sekolah mematuhi standar prosedur operasi dan garis panduan Kementerian Pendidikan Malaysia (KPM) berkaitan manajemen operasi sekolah mengutamakan kesehatan dan keselamatan murid serta guru. Termasuk konsisten memantau terus informasi perkembangan IPU

Kantor Meteorologi Malaysia (METMalaysia) memprediksi kabut asap di Sarawak akan bertahan selama beberapa hari ke depan, menyusul terdeteksinya banyak titik api akibat pembakaran terbuka di Kalimantan.

 Direktur Jenderal METMalaysia, Dr. Mohd Hisham Mohd Anip, mengatakan METMalaysia terus memantau kondisi cuaca di Sarawak, khasnya perkembangan kabut asap serta faktor meteorologi yang dapat memengaruhi situasi tersebut.

Ia mengatakan, berdasarkan analisis prakiraan pergerakan dan konsentrasi kabut asap melalui model Kualitas Udara Multiskala Komunitas (CMAQ) METMalaysia, kondisi kabut asap di negara bagian tersebut diperkirakan berlanjut selama beberapa hari ke depan.

Mohd Hisham mengatakan, situasi kabut asap diperkirakan akan menurun bila kebakaran yang saat ini terjadi di wilayah Kalimantan (Indonesia) dapat segera dipadamkan.

 Ia mengatakan, "Perubahan situasi kabut asap bergantung pada faktor cuaca saat ini, terutama arah pergerakan angin dan adanya hujan yang dapat memengaruhi pergerakan dan konsentrasi kabut asap," katanya. | iasha - haedar

 

Editor : haedar | Sumber : berbagai sumber
 
Humaniora
26 Agt 26, 12:25 WIB | Dilihat : 204
PM Wong Ungkap Peran Besar Puak Melayu Muslim Singapura
23 Agt 26, 12:57 WIB | Dilihat : 206
Keterbatasan Bukan Penghalang
11 Jul 26, 22:56 WIB | Dilihat : 509
Daya Cinta Rakyat kepada Ayatollah Ali Khamenei
Selanjutnya
Sporta