JAKARTA, AKARPADINEWS.COM | Shannah, seorang perempuan asal Inggris yang tinggal di Jakarta pernah mengatakan bahwa agama di Inggris tak terlampau penting. Menurutnya, sepakbola adalah agama nomor satu di Inggris. Tak heran, banyak masyarakat Inggris yang memilih sebagai atheis.
“Agama tak terlalu penting bagi saya dan rakyat Inggris kebanyakan. Sepak bola justru yang paling penting dan agama di Inggris,”begitu pengakuan Shannah pada Akarpadinews. “Buat saya agama apapun sama, yang penting adalah berbuat baik pada sesama.”
Begitu sekelumit percakapan dengan Shannah yang berprofesi sebagai guru yang belakangan beralih profesi menjadi instruktur yoga, beberapa waktu lalu.
Ungkapan Shannah tentang kondisi beragama di Inggris itu memang benar adanya. Terbukti dari penelitian terbaru sebanyak 54 persen responden pria dan 34 persen perempuan di Inggris mengaku ateis atau agnostik.
Pria Di Inggris Memilih Atheis
Sebuah studi baru yang melibatkan lebih dari 9.000 orang Inggris berusia 40-an tahun menunjukkan kesenjangan besar antara pria dan perempuan dalam kepercayaan mereka kepada Tuhan dan kehidupan akhirat.
Lebih dari setengah pria yang diuji (54%) mengatakan bahwa mereka ateis atau agnostik. Persentase itu 20 peren di atas responden perempuan yang mengaku ateis atau agnostik.
Responden Muslim yang ikut dalam penelitian ini sebanyak 82 orang, memiliki keraguan paling sedikit tentang adanya Tuhan dan akhirat.
Angka-angka itu dianalisa oleh David Voas, seorang profesor bidang studi populasi di Institut Penelitian Sosial dan Ekonomi di Universitas Essex, Inggris.
Adapun hasil penelitian Voas tersebut diterbitkan hari ini oleh Insitut Pendidikan di University College London, seperti dilaporkan Caroline Wyatt, wartawati BBC di bidang agama dan kepercayaan.
Profesor David Voas mengatakan bahwa angka-angka tersebut menunjukkan perbedaan besar antara jumlah pria dan wanita yang percaya akan Tuhan dan akhirat. Sebanyak 60 persen responden perempuan mengatakan bahwa mereka percaya adanya dunia akhirat, sedangkan hanya 35 persen responden pria percaya akan hal tersebut.
Hampir setengah dari seluruh responden mengatakan bahwa mereka tidak memiliki agama. Profesor Voas mengatakan bahwa pria lebih cenderung mengatakan bahwa Tuhan tidak ada.
Dari responden yang beragama – sekitar 71 persen dari responden yang beragama Kristen Protestan—mengatakan tidak ragu akan adanya Tuhan. Namun hanya 33 persen dari responden yang mengaku Katolik serta 16 persen Kristen Anglikan dan Metodis yang memiliki keyakinan tersebut.
Studi ini juga menunjukkan bahwa kepercayaan akan Tuhan dan akhirat tidak selalu bersangkutan.
Sekitar 25 persen dari responden yang mengaku agnostik ternyata percaya adanya dunia akhirat. Namun, sepertiga dari mereka yang percaya adanya Tuhan tidak mengakui keberadaan dunia akhirat.
Profesor Voas juga menyoroti kepercayaan tinggi terhadap Tuhan dan dunia akhirat di antara responden Muslim. Sebanyak 88 persen dari 82 responden yang beragama Islam mengatakan bahwa mereka yakin akan adanya Tuhan dan tidak memiliki keraguan apapun.