
Bang Sém
Hari ini, Kamis 10 Juli 2025, Tun Dr. mahathir Muhammad atawa Tun M atawa Cedet genap berusia 100 tahun, seabad. Pada usianya yang melampaui kata 'tua' dalam banyak hal dia masih nampak fit.
Masih jalan kaki, naik sepeda, dan mengemudikan mobil. Masih juga bepergian jauh antar benua, antar negara. Maknanya, secara fisik beliau masih fit.
Memenuhi jemputan (undangan) sebagai pembicara atau penceramah tentang banyak hal. Khasnya politik. Masih menyambangi rakyat. Sekali sekala ke luar kota atau negara untuk kepentingan kesehatannya.
Tun juga masih menulis di blog-nya. Masih membaca berbagai buku. Masih mengikuti perkembangan mutakhir peradaban digital dan kadang berbincang ihwal produk teknologi mutakhir, akal imitasi alias artificial intelligent yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Dokter lulusan King Edward VII College of Medicine di Singapura (1947), selepas selesai sekolah di Kolej Sutan Mahmud - Alor Setar, Negeri Kedah yang populer disebut sekolah Inggris.. Ia memperluas ilmu dan pengetahuannya di Universiti Malaya.
Di sekolah kesehatan (medicine) itulah sosok negarawan kelahiran Alor Setar, Kedah 10 Juli 1925 itu berjumpa dan meluahkan perasaan cintanya dengan Siti Hasmah bin Mohammad Ali yang gemar musik dan piawai bermain biola. Siti Hasmah, dua hari mendatang (12 Juli) akan genap berusia 99 tahun.
Pasangan (dokter) yang panjang usia dan serasi ini, menikah tahun 1956 dan dikaruniai 5 anak (kandung), masing-masing Marina, Mirzan, Mokhzani, Melinda dan Mukhriz, dan 2 anak (angkat), Maizura dan Mahzar.

The Malay Dilema
Tak lama ia menjalani profesinya sebagai dokter. Selama menjalani praktik dokter itulah pasangan ini berinteraksi langsung dengan pasien miskin yang dilayaninya secara gratis. Rupanya interaksi sosial dengan masyarakat ini, yang membuatnya terpanggil untuk melakukan perubahan nasib bangsanya, khasnya orang Melayu.
Ia lantas berkiprah di dunia politik. Menjadi anggota UMNO (United Malay Nation Organization). Pandangannya cergas dan berwawasan luas. Ia juga sosok pemberani. yang kritis tentang banyak hal memantiknya melakukan.
Setelah Pilihan Raya Umum 1969, persisnya 13 Mei 1969, di Kuala Lumpur terjadi konflik etnis (antara orang China dan Melayu) yang menimbulkan kerusuhan berdarah. Pemicunya orang-orang China yang mengklaim telah memenangkan PRU tersebut, Mereka konvoi keliling kota dan memancing friksi kaum Melayu.
Karena penanganan peristiwa itu dipandang tak tangkas, Tun M melayangkan surat berisi kritik kepada Tunku Abdul Rahman pemimpin partai sekaligus Perdana Menteri.
Penghujung tahun itu Tunku Abdul Rahman memecatnya, Tun pun hengkang, lantas menulis buku bertajuk "The Malay Dilema" yang sesungguhnya merupakan otokritik. Tapi buku, itu pun sempat dilarang beredar. Dari bukunya ini nampak, Tun M merupakan pembela kaum Melayu dengan pendekatan yang tak biasa.
Tak lama, Tunku Abdul Rahman diganti oleh Tun Razak (1970-1976) -- ayah Najib Razak (PM ke 6, yang kini dipenjara) -- yang dijuluki Bapak Pembangunan. Tun Razak mengalami sakit acute leukemia dan pergi berobat ke London sampai wafat pada 14 Januari 1976.
Kedudukannya sebagai anggota Dewan Rakyat digantikan Najib, jabatan PM dilanjutkan oleh Tun Hussein Onn yang mengundang kembali Tun M ke dalam UMNO. Tun Hussein Onn menajabat PM ke 3 hanya sampai 1981. Selanjutnya Tun M yang menggantikannya sebagai PM jke 4,

Menara Kembar Petronas
Di masa kepemimpinan Tun M inilah Malaysia berubah. Tun M mewujudkan imajinasi, obsesi dan visinya dengan menghadapi berbagai peristiwa yang sangat dinamis, dan dalam hal-hal tertentu menuntutnya mesti mengambil keputusan - keputusan tegas. Bahkan keras.
Pada masa ini juga, kawasan Kuala Lumpur City Central (KLCC) dengan Menara Kembar Petronas terbangun. Di masa pemerintahannya juga bekas kebun Perang Besar berubah menjadi pusat pemerintahan modern terintegrasi Putrajaya. Kemudin dibangun pula Cybercity untuk merespon perubahan megatren.
Di masa Tun M juga Kuala Lumpur International Airport (KLIA) dan Litar (sirkuit) balap mobil dibangun, Minda masyarakat Malaysia pun berubah pesat disertai dengan perubahan gaya hidup.
Ia menjadi pemimpin dunia terpilih tertua di usia 92 tahun ketika dilantik sebagai perdana menteri Malaysia pada tahun 2018, satu setengah dekade setelah pensiun. Mahathir juga menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia ke 4 dari Juli 1981 hingga Oktober 2003. Ia sempat merangkap jabatan sebagai Menteri Kehakiman.
Kali pertama mengemban amanah sebagai Perdana Menteri Malaysia ke 4 (1981-2003) banyak yang dilakukannya. Tun melakukan creativity kick off transformasi (perubahan dramatik) asasi untuk negaranya.
Di masa kepemimpinannya, secara budaya, Tun M secara terencamna dan sistemik memulasi perubahan Malaysia melalui perubahan minda alias perubahan pola dan cara berpikir.

Dinar Emas Malaysia
Tun M lantas dijuluki sebagai Bapak Modernisasi Malaysia. Modernitas nampak dengan kasat mata dan terasakan, termasuk pembangunan lebuh raya (jalan tol) yang menghubungan satu Negeri ke Negeri lain. Pun bagaimana Tun berpikir mengubah Langkawi menjadi salah satu dari sedikit daerah tujuan wisata internasional.
Tun juga menggerakkan pembangunan Malaysia menjadi sentrum industri yang penting. Antara lain membangun Proyek Otomotif Nasional (Proton) dengan produk perdana diberi jenama Proton Saga. hasil kerjasama Malaysia dengan Jepang. Kemudian menyusul Pro 2 yang juga memproduksi city car, Kanc. Alhasil Malaysia menjadi kekuatan perdagangan dan industri pilar ekonomi utama di Asia Tenggara.
Ketika resesi melanda dunia dan banyak negara termasuk Indonesia memilih jalan menambah utang kepada IMF (International Monetary Fund) - Bank Dunia, Mahathir menegaskan Malaysia punya cara sendiri mengatasi masalah. Malaysia, mempunyai rancangan pembanngunan bertahap (Rancangan Malaysia) mengikuti Wawasan 2020 (Malaysia vision), laksana 'north star' perubahan.
Banyak yang alpa, bahwa Tun M seorang dokter yang punya cara tersendiri dalam mengatasi penyakit dan memulihkan kesehatan manusia. Demikian pula halnya dengan realitas dan orientasi pembangunan.
Kala itu, jauh sebelum orang berfikir dengan mata uang cripto, Tun M sudah berpikir tentang mata uang Dinar Emas Malaysia yang tak menggunakan mata uang asing (USD) sebagai standar kurensi yang dalam banyak hal membuat banyak negara sempoyongan. Mengalami krisis fiskal dan moneter yang kemudian menimbulkan krisis yang lebih kompleks, sampai ke krisis politik.
Jurus amputasi yang biasa berlaku dalam dunia kedoteran, diterapkannya menjadi amputasi politik, kendati kemudian memantik terjadinya gerakan perlawanan untuk dan atas nama reformasi, tanpa mempertimbangkan bahwa perubahan reformatif melelahkan dan justru dapat menjadi proses penghancuran sistem. Masa itu reformasi yang boleh disebut berhasil hanya Polandia dengan gerakan Solidarnoöc yang dipimpin oleh Lech Wawensa.

Kejahatan Zionis
Tun M melaksanakan apa yang diyakininya benar dan tepat. Langkah 'penyelamatan' Malaysia dari kepungan dan tekanan berat krisis multidimensi. Malaysia selamat dengan cara Tun M.
Juni 2002 dalam Perhiompunan Agung UMNO, Mahathir memngundurkan diri dan menunjuk Tun Abdullah Achmad Badawi menjadi Presiden UMNO - Barisan Nasional dan Perdana Menteri ke 5. Mengumumkan pengunduran dirinya.
Selama menjabat PM Tun -- bahkan sampai sekarang, Tun M sangat geram melihat polah zionis Israel. Pada 16 Oktober 2003 di hadapan pertemuan puncak organisasi konferensi Islam di Malaysia yang diikuti 57 negara,
Tun M lantang mengingatkan khalayak perihal kejahatan zionis Israel dan zionis Yahudi umumnya. Tun M mengungkap, zionis selalu ingin memerintah dunia melalui perantara. Mereka membuat orang lain berjuang dan mati untuk mereka. Apa yang dikemukakan Tun masa itu, menjadi kenyataan sampai saat ini.
Dalam berbagai kesempatan baik di Jakarta, Kuala Lumpur dan Putrajaya saya banyak mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada Tun M -- yang oleh sebagian teman dianggap sensitif. Khususnya keputusan-keputusan politiknya. Mulai dari berbagai peristiwa di dekade 1980-an. Juga berbagai pertanyaan di tingkat regional dan global.
Sekali sekala saya juga bertanya tentang persoalan politik dalaman Malaysia. Misalnya tentang tindakan kerasnya yang menimbulkan tudingan presumtif kepada dirinya sebagai sosok yang 'mahazalim,' setiap kali orang menyebut nama Anwar Ibrahim (PMX Malaysia kini). Pula tentang kecerewetannya yang tak pernah berhenti berisik mengkritisi Pak Lah. Kemudiannya juga tentang Najib.
Suatu kali di Kuala Lumpur Convention Hall, menjawab pertanyaan saya, Tun M mengatakan, kecerewetannya lebih untuk meluruskan agar siapa saja yang berkecimpung di politik praktis melalui partai yang ada jangan hanyut oleh perilaku politicking. Wilayah kiprah politisi itu politik, bukan politicking.

Tajam
Tun M yang lebih suka memberikan tantangan melalui aneka kritik yang dilakukannya, termasuk bergabung dengan massa aksi Bersih, lebih merupakan isyarat agar politisi menjalankan laku politiknya yang bermuara kepada watak seorang negarawan.
Pada kali yang lain, kala menemani sejumlah jurnalis senior berdialog dengannya di Putra Perdana - kantor Perdana Menteri Malaysia, Tun menyediakan dirinya untuk ditanya apa saja secara terbuka. Kala itu, Tun M menjabat PM ke 7.
Saya menyimak dan mencermati, jawaban-jawaban Tun M atas pertanyaan para jurnalis senior dari Indonesia, membuat decak hormat. Tak terbayangkan, dalam usia 93 tahun Tun M masih melakukan berbagai hal yang memerlukan kondisi fisik dan minda yang prima.
Salah seorang jurnalis mengatakan, pikiran dan jawaban Tun M masih sangat tajam. Ihwal demikian dijawab Tun dengan senyuman, kelola diri dengan disiplin. "Jangan berlebih dalam banyak hal dan harus tahu diri," ujar Tun, termasuk dalam hal makan, berolahraga, dan bekerja.
Asupan minda melalui literasi (membaca dan menulis) untuk menjaga keseimbangan akal budi, harus pas. Jangan berlebihan. Tentang kefasihan dalam menghampiri dan menangani berbagai masalah, pelihara kondisi berpikir agar otak terus bekerja. Mengharmonisasi pengetahuan dengan pengalaman, ilmu dan kearifan dalam mengelolanya.
Boleh jadi, ini yang membuat Tun M tetap fasih dan mengelola kefasihannya dengan baik. Banyak do'a dan ucapan selamat kepada Tun M. PMX Anwar Ibrahim di akun instagram pribadinya, menulis.
"Saya dan Azizah mendoakan setulusnya agar Tun terus dikurniakan kesejahteraan, ketenangan jiwa, dan kekuatan tubuh dalam menjalani kehidupan dengan penuh makna. Gaya hidup sihat serta amal bakti yang tidak pernah terhenti menjadi teladan kepada sebuah negara yang sedang menua, namun tetap punya harapan yang tinggi. Semoga Allah SWT terus merahmati Tun, Insya-Allah." Selamat hari kelahiran, Tun M. Panjang usia kefasihan! |