Hadapi Geopolitik

Pertamina Memperkuat Operasional di Seluruh Lini Bisnisnya

| dilihat 175

JAKARTA, 12 April 2026 | Indonesia sebagai negara kepulauan memerlukan pasokan energi, khasnya BBM (Bahan Bakar Minyak) dan Gas. Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen selalu menjaga pasokan BBM dan Gas ke seluruh wilayah Indonesia.

Dalam keterangan tertulis, Pertamina mengabarkan, pekan ini pekan ini, kapal pengangkut LPG Pertamina MT Gas Attaka berhasil sandar di Jetty Integrated Terminal LPG Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.

Kapal dengan kapasitas muatan sekitar 1.700 metrik ton LPG ini berperan penting dalam mendukung ketahanan pasokan LPG di wilayah Sulawesi dan Kalimantan.

Tak hanya itu, LPG Tanker Gas Ambalat juga berhasil sandar di Kalbut, Situbondo. Gas Ambalat membawa pasokan LPG untuk kebutuhan di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengungkapkan, jalur maritim menjadi salah satu penopang distribusi energi penyaluran BBM dan LPG ke seluruh wilayah Indonesia.

"Di tengah geopolitik global, Pertamina terus berkomitmen untuk mengupayakan distribusi energi. Kapal-kapal kami dalam perjalanan untuk mengantar energi ke masyarakat," jelasnya.

Secara keseluruhan, Pertamina melalui subholding Downstream mengoperasikan sebanyak 345 kapal, baik kapal milik maupun kapal chartered, yang terdiri dari 271 kapal pengangkut BBM/BBK, 27 kapal pengangkut Crude, 4 Kapal mengangkut petrochemical dan 43 kapal pengangkut LPG.

Armada ini melayani berbagai rute, termasuk 57 wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang tersebar di berbagai penjuru Nusantara, mulai dari Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku hingga Papua.

Optimalisasi Pengolahan Kilang

Baron menambahkan, operasional kapal dilakukan oleh awak yang bekerja secara bergantian selama 24 jam guna memastikan distribusi berjalan aman dan tepat waktu, khasnya dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan navigasi geografis di wilayah kepulauan dan daerah 3T.

Menghadapi geopolitik, Pertamina juga memperkuat operasional di seluruh lini bisnisnya. Sebagai perusahaan energi terintegrasi, produksi hulu migas didorong untuk meningkat, sehingga dapat menambah kontribusi produksi dalam negeri. Selain itu optimalisasi pengolahan kilang untuk memenuhi kebutuhan produk energi bagi masyarakat dan sektor industri.

Tak hanya melakukan penguatan operasional, Pertamina juga memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk menjaga tata kelola distribusi energi nasional.

Pertamina mendukung langkah tegas aparat dalam menindak oknum yang melakukan penimbunan maupun penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi.

“Masyarakat dapat berperan aktif dengan melaporkan indikasi penyalahgunaan energi melalui aparat penegak hukum maupun Pertamina Contact Center 135. Pertamina juga mengajak masyarakat untuk menjaga energi bersama-sama, dengan bijak menggunakan energi sesuai kebutuhan,” jelas Baron. | rilisa_perta

Editor : haedar | Sumber : pertamina
 
Sporta
Energi & Tambang
09 Apr 26, 07:17 WIB | Dilihat : 130
PHE Pastikan Langkah Strategis Ketahanan Energi
06 Apr 26, 11:32 WIB | Dilihat : 157
PHE Perkuat Eksistensi di Industri Energi Global
21 Mar 26, 09:31 WIB | Dilihat : 454
Berlebaran di Anjung Tengah Laut
Selanjutnya