Gubernur DKI Jakarta Pramono Kukuhkan Anggota AJ

Jakarta Ruang Lebih Luas Bagi Budaya dan Seni

| dilihat 87

JAKARTA | Gubernur DKI jakarta Pramono Anung mengemukan, “Jakarta ingin membuka ruang yang lebih luas bagi budaya, seni, dan ekspresi masyarakat. Karena itu, pembenahan, perbaikan, dan pengelolaan bersama panggung-panggung utama seperti Taman Ismail Marzuki menjadi penting untuk membentuk wajah seni dan budaya Jakarta ke depan.”

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Pramono, Selasa (23/6/26) di Balairung - Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta selepas mengukuhkan 16 Anggota Akademi Jakarta periode  2026–2031. Mereka terdiri atas sembilan anggota lama dan tujuh anggota baru.

Akademi Jakarta (AJ) merupakan lembaga independen yang diatur oleh Peraturan Gubernur No.4/2020 (Pasal 1,ayat 6) sebagai dewan kehormatan para seniman dan budayawan yang beranggotakan tokoh seniman dan/ atau budayawan yang memiliki integritas, kearifan, pengetahuan yang luas di bidang kesenian cinn kebudayaan, berdedikasi bagi pengembangan kesenian dan kebudayaan, serta dikenal atau diketahui masyarakat secara luas.

Sejak dibentuk (Agustus 1970) AJ memberikan pandangan serta rekomendasi bagi pengembangan seni dan budaya di Jakarta.

Pada kesempatan itu Gubernur Pramono berharap para anggota yang dikukuhkan dapat menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam merumuskan arah kebudayaan menjelang lima abad Jakarta pada 2027 sekaligus mendukung transformasi Jakarta sebagai kota global.

“Dalam transformasi menuju kota global, budaya tidak boleh hanya menjadi pelengkap pembangunan. Budaya harus menjadi identitas, karakter, dan kekuatan yang membedakan Jakarta dari kota-kota besar lain di dunia,” ujarnya.

Jakarta Semakin Penuh Warna

Gubernur Pramono menegaskan, Pemprov DKI Jakarta akan membuka ruang yang lebih luas bagi seniman, komunitas, dan masyarakat untuk berkarya serta berekspresi.

Dikemukakannya, pembenahan tata kelola fasilitas kesenian, termasuk Taman Ismail Marzuki, juga menjadi perhatian agar ruang budaya semakin inklusif dan mudah diakses.

Dukungan terhadap ekosistem budaya juga dilakukan melalui pembukaan kembali Planetarium Jakarta, peningkatan fasilitas Taman Ismail Marzuki, serta pemberian insentif berupa keringanan pajak 50 persen bagi produksi film.

Menurut Gubernur Pramono, Jakarta harus tumbuh sebagai kota yang terbuka bagi beragam komunitas dan ekspresi budaya. Hal tersebut tercermin pada  penyelenggaraan berbagai perayaan keagamaan dan budaya di ruang publik, mulai dari Christmas Carol, Imlek, Waisak, dan Nyepi hingga Idulfitri.

“Ruang-ruang seperti itulah yang harus kita jaga bersama. Mudah-mudahan Jakarta semakin penuh warna. Pembangunan fisik terus berjalan, tetapi yang paling utama adalah membuat warga Jakarta merasa nyaman,” pungkas Gubernur Pramono.

Sedangkan, anggota Akademi Jakarta, N. Syamsuddin Ch. Haesy, menilai seni dan budaya perlu ditempatkan sebagai bagian dari kekuatan ekonomi Jakarta, bukan semata-mata sektor yang membutuhkan pembiayaan semata.

“Pertama, meningkatkan atraksi seni dan budaya. Kedua, mengembangkan kreativitas dan inovasi. Ketiga, menempatkan seni bukan lagi sebagai kegiatan yang menghabiskan dana, melainkan sebagai aktivitas ekonomi yang memberikan nilai tambah,” jelasnya seraya menyebut posisi Jakarta sebagai kota global membuka peluang kerja sama kebudayaan dengan berbagai kota besar di dunia.

Office Tour

16 anggota Akademi Jakarta yang dikukuhkan adalah: : Afrizal Malna, Alia Swastika, Armantono, Bambang Harymurti, Candra Darusman, Dewi Noviami, I Sandyawan Sumardi, Dwinita Larasati, JJ Rizal, Kamala Chandrakirana, Karlina Supelli, N. Syamsuddin Ch Haesy, R. Ay. Siti N. Kusumastuti, Seno Gumira Ajidarma, Tisna Sanjaya, dan Zeffry Alkatiri.

Kepada wartawan, sejumlah anggota AJ: Seno Gumira Ajidarma, I Sandyawan Sumardi, Candra Darusman, Nungki Kusumastuti dan Bambang Harymurti dipersilakan Gubernur untuk menyampaikan pandangan dan percik pemikirannya terkait dengan pemajuan kebudayaan dalam konteks Jakarta yang ditetapkan UU No. 2 /2024 sebagai pusat perekonomian nasional dan kota global.

Upacara pengukuhan Anggota AJ juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan para para pimpinan berbagai Dinas, Staf Khusus Gubernur, Wakil Rektor Institut Kesenian Jakarta, Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ)  dan wartawan.

Selepas upacara pengukuhan, Gubernur Pramono Anung mengajak dan memandu anggota AJ 'office tour' menyaksikan berbagai koleksi koleksi lukisan dan karya seni rupa seniman Indonesia. Termasuk lukisan dan karya seni rupa yang ditata dengan baik.

Gubernur Pramono juga menjelaskan sejumlah ruang, mulai dari ruang kerja Gubernur dan ruang - ruang fungsional yang diperindah oleh aneka lukisan dan karya senirupa terkurasi.

Suasana semarak peringatan Hari Jadi Jakarta juga masih tersisa dan terasa, antara lain oleh bunga anggrek yang memperindah ruangan. Juga bentang batik Betawi yang terpasang di bawah plafon beranda Balairung Balai Kota DKI Jakarta. | haedar

Editor : haedar | Sumber : diskominfotik_dkiJakarta dan sumber lain
 
Humaniora
26 Mei 26, 06:53 WIB | Dilihat : 486
Dimensi Haji
21 Mei 26, 21:54 WIB | Dilihat : 460
Jamaah Haji Syarikat Islam Apresiasi Peningkatan Layanan
Selanjutnya
Sainstek
11 Jun 26, 12:33 WIB | Dilihat : 280
Joki Pengendali Kuda
23 Des 25, 09:17 WIB | Dilihat : 734
Gubernur Pramono Anung Aktifkan Planetarium Jakarta
Selanjutnya