
Teater Wahyu Sihombing - Taman Ismail Marzuki (TIM) - Jakarta, Jum'at (13/2/26) nampak semarak dari biasanya. Nampak Duta Besar Palestina yang baru, Abdulftattah A.K Alsattari, Sekretaris I Kedutaan Besar Iran dan Malaysia di Jakarta, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Basri Baco, dan Menteri Koperasi Ferry J. Juliantono.
Nampak juga musisi Dwiki Darmawan dan sejumlah musisi. aktivis mahasiswa, sejumlah guru dan anak-anak yang ceria dengan tampilan rapi.
Malam itu Sulis (Cinta Rasul) meluncurkan single terbarunya bertajuk Suara Sukma Palestina (Sholawat Cinta untuk Gaza) dan Sholawat Cinta (Satukan Hati). Dua tembang garapan khas musisi Anwar Fauzi dan Muhammad Nur Ohoitenan (suami Sulis).
Dua tembang khas yang berbeda aksentuasi itu disajikan langsung dengan memikat oleh Sulis dan Anwar Fauzi Band. Dua tembang yang disajikan sebagai singlenya malam itu, menghadirkan Sulis sebagai penyanyi religi yang punya daya menghidupkan ghirah dan gairah yang penuh cinta.
Dengan dua tembang single terbarunya, itu Sulis menghidupkan Ghirah dan Gairah mahabbah. Cinta, kasih sayang, dan kecenderungan hati yang mendalam kepada Rasulullah Muhammad SAW, umat Islam dan insan sesama dalam dimensi kemanusiaan.
Tembang Suara Sukma Palestina dengan komposisi musik dan liriknya yang sangat menggugah, tak cuma menghadirkan daya simpati, empati, apresiasi, respek, dan cinta dalam merawat kemanusiaan. Lebih jauh dari itu, juga menggugah kesadaran tentang persaudaraan dalam ajaran Islam. Pesan yang bertolak dari firman Allah, awal ayat Surah Al Hujurat 10, "Innamal mu'minuuna ikhwah..."

Mengetuk Kesadaran
Lagu ini seolah terhubung kuat dengan isi sambutan Dubes Palestina yang menggambarkan realitas kehidupan sosial dan kemanusiaan yang sedang terjadi di Gaza selama berbilang tahun, sampai hari ini.
Kehidupan yang terampas oleh kejahatan perang zionis Israel yang didukung Amerika Serikat, sehingga, seperti kata Dubes Abdulfattah.
Saudara-saudara kita di Gaza, hidup tanpa air, tanpa makanan, tanpa listrik. Namun mereka punya harapan yang dihidupkan oleh iman yang teguh.
Demikian pula halnya dengan dua diplomat Iran yang mengapresiasi dan berharap, suatu ketika dapat mengundang Sulis ke negerinya.
Akan halnya dua diplomat Malaysia, Sham dan Najwa menyebut, dua single Sulis mengetuk kesadaran tentang ukhuwah insaniah - ihsaniah, ukhuwah yang melampaui ukhuwah wathaniah dan mencerminkan hakikat ukhuwah islamiyah.

Bukan Sekadar Musik
Pada tembang Sholawat Cinta (Satukan Hati), Sulis yang santun dan berakhlak mulia dalam mendudukkan anak, suami, orang tua (ayah dan ibu) dan sejumlah kalangan yang menjadi penguat dan menghidupkan daya kreatif - inovasinya dalam bermusik - bersalawat. Menyajikan karya seni musik sebagai laku dakwah. Minimal dalam konteks syiar dan nida.'
Tembang Sholawat Cinta yang melibatkan anak-anak, ia sajikan sebagai ekspresi ideal siapa saja tentang hakikat keluarga saqinah, mawaddah, bertabur rahmah. Tenang, damai, tempat cinta bertumbuh.
Dua tembang dalam single Sulis tersebur berhasil merasuk dalam benak dan semayam dalam hati, juga karena video clip yang digarap sangat serius dan menghadirkan pesan yang menggedor kesadaran keimanan, keislamanm dan kemanusiaan.
Menteri Koperasi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas karya yang menghadirkan suara kemanusiaan dan solidaritas bagi rakyat Palestina. Pun dalam konteks membangun keluarga saqinah, mawaddah, bertabur rahmah.
Ferry menyatakan, "Hati kita dipertemukan dalam doa, nada, dan kepedulian." Ia mengemukakan, karya seni dalam single Sulis bukan sekadar karya musik, tetapi panggilan nurani untuk kemanusiaan. Karenanya, menteri yang 'melodius' itu merasa tersentuh dengan dua tembang single yang diluncurkan malam itu.
Ia mengucapkan selamat kepada Sulis, Muhammad Nur, Anwar Fauzi dan seluruh insan seni dan kreator yang berkolaborasi dengan sajian kreatif single tersebut. | dza