Sikap Inklusif dan Doa Syed Ali Khamenei

| dilihat 291

Catatan Jeahan

Suatu hari, (14 Desember 2025) Ayatollah Syed Ali Khamenei -- Pemimpin Tertinggi Iran -- datang berkunjung ke rumah salah seorang prajurit Iran yang wafat sebagai martir, di Urmia.  Prajurit itu beragama Kristen.

Kunjungan itu sekaligus membuktikan bagaimana toleransi merupakan inklusivitas dan ekspresi demokrasi pemimpin, yang merupakan pemandu kehidupan khalayak.

Ibu dan keluarga prajurit tersebut menyambut dengan suka cita dan terharu. Di rumah sederhana yang relatif sempit, itu Khamenei duduk di kursi, berhadapan dengan keluarga sang martir. Pohon natal kecil di atas meja kecil, ada di antara mereka.

Wajah sang ibu nampak ceria, kala Khamenei angkat bicara seperti biasa : perlahan, dengan nada dan vibrasi yang khas.

"Insya Allah... Salam untukmu, salam untuk rakyat Iran, salam untuk seluruh bangsa Iran. Insya Allah, semoga kedamaian, keceriaan, dan sukacita selalu mengalir di hatimu, insya Allah... semoga anakmu dibangkitkan bersama para wali-Nya," ungkap pemimpin bangsa Iran tersebut.

"Semoga Allah memberimu kesabaran.... Masya Allah..," ujarnya.

Ibu sang martir mempersilakan Khamenei, sekeping kue. "Enak sekali.... Karena ini kue buatan sendiri...," ujarnya.

Lantas Khamenei bicara ringan, seraya bertanya,  "Kamu tinggal di Urmia selama bertahun-tahun. Apakah kamu juga berbicara bahasa Asyur? Apakah sangat berbeda?"

Melayani Rakyat

Lagi Khamenei dan yang berada di ruangan itu tersenyum. " Bahasa Asyur dekat dengan bahasa Arab, Hajj Agha. Ya, benar. Wilayah ini adalah wilayah Arab, Kaldea dan Asyur dan ini... Kita berkata: Wow!"

Lantas Khamenei berpamitan. "Saya pamit. Saya ingin bekerja, untuk melayani negara kita. Saya seorang pekerja...," ujarnya. Ia memuji ibu sang martir.

Ia menyatakan, kualitas kerja melayani melekat pada perempuan, kaum ibu.. mulai ujaran dan ekspresi semangatnya dalam melakukan kerja yang merupakan karya besar. dari semangatnya bekerja.. melayani.

"Ya, wanita juga melakukan banyak pekerjaan selama perang. Beberapa di antara mereka pergi ke garis depan, melakukan perawatan dan pengasuhan di sana," ungkapnya.

Lantas, Khamenei berkata, "Beberapa membuat roti, membuat kue, dan mengirimkannya. Itu adalah pekerjaan yang berharga, pekerjaan yang sangat berharga, emosional."

Dalam konteks kepemimpinan, Khamenei mengemukakan, pekerjaan pemimpin antara lain adalah melayani rakyatnya. "Orang Asyur, atau di antara semua orang Kristen, atau di antara orang Muslim, yang mengekspresikan semangat ini, itulah pekerjaan yang sebenarnya," ujarnya.

Ujaran itu memantik kegembiraan di wajah ayah sang martir, yang berprofesi sebagai sopir taksi. Khamenei mengatakan, sopir taksi, mekanik, perpipaan, dan sejenisnya.. merupakan pekerjaan yang penting dan mulia.

Kunjungan singkat itu menyenangkan hati keluarga sang martir dan sejumlah tetangga yang menyimaknya. Kala Khamenei pergi melanjutkan urusannya, semua khalayak yang hadir di situ mendo'akan Ayatollah Khamenei sebagaimana mereka mendoakan orang tua sendiri.

Syahid Sekeluarga

Sebagai pemimpin yang memusatkan perhatian kepada rakyat, keberadaannya melekat di benak dan hati rakyatnya. Kenangan ini menyeruak dan meluah kala Ayatollah Syed Ali Khamenei dikabarkan syahid, gugur dalam konsistensi melayani dan melindungi rakyatnya.

Sabtu (28/02/26), pemimpin mulia Iran tersebut gugur sebagai syuhada, kala zionis Israel bersama - Amerika Serikat (AS), menyerang dan menembakkan rudal ke kediamannya. Syed Ayatollah Ali Khamenei, syahid bersama menantu, cucu dan (kemudian) istrinya.

Secara paralel, serdadu zionis Israel dan AS pun menerjang sekolah khuaus anak perempuan dan berbagai lokasi yang dihuni masyarakat sipil, perempuan dan anak-anak.

Pada prosesi pemakamannya, duka menyertai ribuan rakyat Iran yang mengiringi. Sepanjang proses berlangsung, rakyat menghantarnya dengan do'a yang lazim bagi rakyat Iran. Do'a yang tersimpan dalam "Rabbana.."

Khalayak pun teringat do'a yang dibacakan Khamenei pada suatu majelis yang dihadiri berbagai kalangan, namun 'didominasi' generasi muda.

Dalam menghantar do'anya, yang dibaca seolah dalam gumaman. Syed Ali Khamenei, mengatakan, "Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang. Insya Allah,... Allah meridhai hati dan perasaan kalian yang murni, wahai pemuda. InsyaAllah, Dia pun memberkati kita karena hati mereka yang murni, emosi mereka yang tulus, dan iman mereka yang jelas.

"Ketahuilah ini dengan baik, kita harus menghargai karunia dan berkah ini, yang telah Allah berikan kepada kaum muda yang beriman. Insya Allah, kita pun dapat memperoleh manfaat dari rahmat-Nya melalui kalian," ungkapnya.

Ia berterima kasih kepada kaum muda yang menyelenggarakan kegiatan. "Pertemuan hari ini sangat baik. Saya berterima kasih kepada semua saudara yang menyelenggarakan acara ini, kalian semua, dan semua orang yang telah membantu. Saya akan membacakan beberapa doa. Mohon perhatikan dan ucapkan Amin," ujarnya.

Doa Khamenei untuk Pemuda

Syed Ali Khamenei, lalu menyampaikan do'anya:

"Ya Allah, penuhi hati kami dengan cinta kepada-Mu. Dan rasa takut kepada-Mu, kejujuran dan iman kepada-Mu, kebebasan dari segala gangguan, dan kerinduan kepada-Mu.

"Ya Tuhan semesta alam.... satukan kami dengan orang-orang yang saleh. Dan jadikanlah kami termasuk orang-orang baik yang selalu ada.

"Ya Allah, berilah kami kemenangan dalam agama kami dan kekuatan dalam beribadah, dan pemahaman dalam iman, dan lindungilah kami dengan rahmat-Mu.

"Allah, terangi wajah kami dengan cahaya-Mu dan kuatkanlah keinginan kami kepada-Mu. "Dan biarkan kami hidup dan mati di jalan-Mu untuk umat-Mu dan umat Nabi-Mu.

"Ya Tuhan, wujudkanlah cita-cita dan impian besar Revolusi Islam bagi generasi muda ini. Ya Tuhan, janganlah Engkau menahan nikmat dan kasih sayang-Mu dari bangsa ini, terutama kaum muda.

"Ya Tuhan, tingkatkanlah kemenangan Islam, kaum Muslimin, dan Republik Islam dari hari ke hari. Ya Tuhan, janganlah Engkau membiarkan cahaya harapan di hati kami padam.

"Ya Tuhan, kami memohon kepada-Mu melalui Muhammad dan keluarganya agar Engkau menyatukan para syuhada kami tercinta dengan Nabi dan para syuhada Karbala.

"Ya Tuhan, satukanlah kami dengan mereka juga. Ya Allah, kasihanilah kelemahan kami dan berilah kami kerendahan hati, dan ampunilah ketidakmampuan kami untuk sepenuhnya memenuhi doa-doa ini.

"Dengan rahmat dan kasih sayang-Mu, jauhkanlah musuh dari bangsa ini dan berikanlah kemenangan kepada kami atas orang-orang jahat.

"Ya Tuhan, sebagaimana Engkau telah membimbing kami selama 40 tahun ini, kuatkanlah langkah kami dan teguhlah di jalan ini.

"Ya Tuhan, dekatkanlah pertolongan dari wakil dan bukti-Mu. Ya Tuhan, bukalah mata kami dan kaum muda kami untuk melihat pemimpin besar.

"Ya Tuhan, teguhkanlah kami berpegang teguh pada Al-Quran dan Ahl al-Bayt, dan jadikanlah kami tulus dalam perkataan dan perbuatan.

"Ya Tuhan, terimalah kami sebagai prajurit Islam dan revolusi ini, dan jadikanlah hidup dan mati kami di jalan ini.

"Ya Tuhan, ampunilah kami, ampunilah dosa-dosa kami, ampunilah leluhur kami, dan ridhailah orang tua kami kepada kami.

"Ya Tuhan, satukanlah pemimpin besar dengan para nabi dan orang-orang suci, dan muliakanlah para syuhada setiap hari di negeri kami dan di hati kami.

"Ya Tuhan, berkatilah dan lindungilah keluarga para syuhada, dan berkatilah para pejuang jalan-Mu di seluruh dunia.

"Semoga kedamaian dan rahmat Allah menyertai kami." |

Editor : haedar | Sumber : berbagai sumber
 
Lingkungan
03 Des 25, 18:35 WIB | Dilihat : 615
Jangan Pernah Menentang Semesta
04 Agt 25, 02:48 WIB | Dilihat : 1296
Almaty Kazakhtan Sentra Suara Akal Sehat
16 Jun 25, 13:19 WIB | Dilihat : 1505
JFF 2025 Menyegarkan Imagineering Jakarta
Selanjutnya
Ekonomi & Bisnis
25 Feb 26, 18:17 WIB | Dilihat : 285
Kata Mat Sabu Stok Beras Cukup
06 Feb 26, 10:04 WIB | Dilihat : 467
Optimistis Iklim Bisnis Lebih Baik
05 Feb 26, 08:53 WIB | Dilihat : 453
Kabayanomic Menghadapi Badai Ekonomi
15 Jan 26, 17:21 WIB | Dilihat : 488
Usanita Perkuat 'Halal Modest Fashion' di Pasar Global
Selanjutnya