
KUALA LUMPUR | Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan (KPKM) Datuk Seri Mohamad Sabu mengatakan stok beras negara per 3 Februari 2026 mencapai 1,09 juta metrik ton.
Jumlah tersebut meliputi dari 200.000 metrik ton stok penyangga dan 889.285 metrik ton stok perdagangan, cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 5,45 bulan.
Sebagaimana dikabarkan Bernama, Selasa (25/2/26) Menteri Pertanian yang juga Presiden Partai Amanah Nasional (Amanah) tersebut, merupakan salah satu langkah kementerian yang dipimpinnya untuk memastikan keberlanjutan pasokan pangan negara jika terjadi bencana.
Dikatakannya pula, upaya lain termasuk implementasi proyek percontohan penanaman padi lima musim selama dua tahun melibatkan area seluas 3.000 hektar, secara bertahap mulai tahun 2024 di wilayah Otoritas Pengembangan Pertanian Muda (MADA).
Ketika menjawab pertanyaan anggota parlemen di Dewan Rakyat, hari ini, Menteri yang populer dipanggil Kata Mat Sabu, itu menyatakan, “Selain itu, peningkatan dan modernisasi sistem pengelolaan air sektor pertanian dengan kolaborasi publik-swasta secara bertahap untuk pengembangan dan pemeliharaan Skema Pengalihan Air Jeniang Tahap II guna mengoptimalkan pengelolaan air selama musim banjir dan kekeringan.”
Selanjutnya Mat Sabu mengatakan, KPKM juga telah menyediakan Tabung Bencana Tanaman Padi (TBTP) melalui penyaluran bantuan segera untuk meringankan beban kelompok sasaran yang terdampak bencana, penyakit tanaman, atau serangan hama.
“Pada tahun 2025, bantuan bencana tanaman padi sebesar RM5,04 juta disalurkan kepada 2.255 petani padi yang mencakup area kerusakan seluas 3.253,4 hektar,” katanya.
Lebih jauh Mat Sabu menyatakan, KPKM juga telah mengintensifkan kegiatan penelitian, pengembangan, dan inovasi selain memperluas sistem peringatan dini untuk serangan hama dan memperkuat hubungan dengan negara-negara pemasok pangan utama seperti anggota ASEAN, Tiongkok, India, Pakistan, Brasil, Australia, dan Selandia Baru.
Menanggapi pertanyaan tambahan tentang bantuan kepada petani padi di Perlis yang terdampak banjir dan kekeringan, ia mengatakan bantuan tersebut akan didistribusikan setelah proses verifikasi selesai.
Mat Sabu mengatakan, total 265 petani padi di negara bagian tersebut diidentifikasi terdampak banjir tahun lalu yang melibatkan area tanaman padi seluas 333,82 hektar.

“Dalam hal ini, permohonan bantuan senilai RM292.426 di bawah TBTP akan diajukan pada Rapat Komite Utama pada tanggal 6 Maret sebelum didistribusikan kepada petani yang terdampak,” katanya.
Selain itu, menurut Mat Sabu, fenomena kekeringan di Perlis Februari lalu melibatkan area sekitar 300 hektar dan investigasi serta penilaian lapangan sedang dilakukan oleh Dinas Pertanian negara bagian.
Ia mengatakan keterlambatan distribusi bantuan disebabkan oleh proses verifikasi kerusakan yang perlu dilakukan dengan cermat untuk memastikan bantuan tersebut didistribusikan kepada penerima yang memenuhi syarat. | sharia