Setiap kali menginjakkan kaki dan kemudian bermalam di Surabaya, yang selalu terngiang di telinga adalah lagu gubahan Titik Hamzah dari kelompok musik Dara Puspita, bertajuk Surabaya. Begini, syairnya :
Surabaya, Surabaya oh Surabaya / Kota kenangan, kota kenangan, tak kan terlupa /
Di sanalah-di sanalah, di Surabaya / Pertama tuk yang pertama / Kami berjumpa /
Kuteringat, masa yang telah lalu / Seribu insan, seribu hati, terpadu satu /
Surabaya, di tahun empat lima / Kami berjuang, kami berjuang, bertaruh nyawa /
Surabaya, Surabaya, Oh Surabaya / Kota kenangan, kota kenangan / Tak kan terlupa.
Maka segeralah terkenang kembali Kampung Peneleh, Tanjung Perak, Jagir, Kali Mas, Ampel, Simolawang, Simokerto, Tambaksari, Darmo, Dukuh, Jembatan Merah, Balai Pemuda, Gedung Grahadi, Hotel Simpang, Simolawang, Simokerto, Wonokromo, Lakarsantri, dan lain-lain. Terkenang juga sejumlah nama yang tak kan terlupa, Almarhum Pak Azis, Bu Azis, Agil H. Ali, Husen Mulahela, M. Djupri, Sabrot, Purnomo Kasidi, Anang, Sam Abede Pareno, Gombloh, Akhudiat, Djoko Sungkono, dan lain-lain. Surabaya terus tumbuh dan berkembang. Kemajuan yang pantas disyukuri dengan menjaga dan memeliharanya. | Bang Sem