Membaca ASEAN Dalam Kepemimpinan Malaysia

| dilihat 1337

Haèdar

Sejak Mei 2025 rantau Asia Tenggara menjadi kawasan yang menjadi pusat perhatian dunia. Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN, 26 Mei 2025 yang digelar di Kuala Lumpur dinilai berjaya.

KTT ASEAN ke 46 yang mengusung tema 'Inclusivity & Sustainability,' itu tak hanya menghasilkan Deklarasi Kuala Lumpur yang mengacu kepada "Visi 2045 : Masa Depan Kita Bersama." Satu visi, satu identitas, satu khalayak.

Malaysia yang menjadi Ketua - Presidensi ASEAN berhasil menjadikan KTT ASEAN sebagai medium dialektika orientasi baru geo politik dan geo ekonomi Indo Pasifik dan Tiongkok Belt & Road Initiative terkait investasi pada proyek-proyek infrastruktur di berbagai negara sepanjang 'jalur sutra' perdagangan internasional yang bersejarah.

Keketuaan Malaysia dalam Presidensi ASEAN yang melekat pada Perdana Menteri (PM) X Anwar Ibrahim dianggap berhasil. Khasnya dalam menguatkan intra koneksi negara-negara anggota ASEAN di tengah perang dagang Amerika Serikat (AS) versus Tiongkok. Pun dalam hal politik dagang AS yang populer dengan 'tarif Trump.'

Komitmen dan konsistensi negara-negara ASEAN pada tujuan pembentukannyapatut dipujikan. Tanpa krcuali pada pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Masyarakat Pilitik dan Keamanan ASEAN, dan Masyarakat Sosial Budaya ASEAN.

Terkait dinamika Masyarakat Politik dan Keamanan ASEAN, terasa upaya dinamis yang sedang berlangsung untuk meletakkan dasar bagi kerangka kelembagaan guna memfasilitasi arus informasi yang bebas berdasarkan hukum dan peraturan nasional masing-masing negara; pencegahan dan pemberantasan korupsi; serta kerja sama untuk memperkuat supremasi hukum, sistem peradilan dan infrastruktur hukum, serta tata kelola pemerintahan yang baik. Untuk memajukan dan melindungi hak asasi manusia dan kebebasan fundamental, Piagam ASEAN menetapkan pembentukan badan hak asasi manusia ASEAN.

Dalam konteks MEA, dengan ukuran pasar sebesar $2,3 triliun dan 600 juta penduduk, MEA berorientasi mencapai pasar tunggal melalui proses integrasi ekonomi regional. Mewujudkan ASEAN yang tangguh dan inklusif ditopang oleh berbagai inisiatif utama yang berfokus pada pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan promosi integrasi di antara negara-negara anggota ASEAN yang sedang berkembang.

Mempersempit Kesenjangan

Inisiatif-inisiatif tersebut menjembatani kesenjangan pembangunan di kawasan. Tanpa kecuali inisiatif pembaruan arsitektur keuangan ASEAN dan integrasi ekonomi Kamboja, Laos Myanmar, Vietnam, dan Thailand di satu sisi. Integrasi ekonomi Malaysia, Singapura, Indonesia, Brunei Darussalam, dan Filipina di sisi lain. Termasuk kesepakatan untuk mengukuhkan Timor Leste sebagai anggota penuh, Oktober 2025 mendatang. Pun penguatan Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Singapura yang mesti memainkan peran sebagai energizer.

Demikian pula halnya dengan Komunitas Sosial Budaya ASEAN yang merupakan hasil Deklarasi ASEAN Concord II (Bali Concord II) di Bali, Indonesia (7 Oktober 2003) dan mewujud pembentukan Komunitas Sosial Budaya ASEAN 2020. Pembentukan ini untuk memastikan ASEAN berkembang sebagai organisasi regional yang lebih efektif, terpadu, berbasis aturan, dan berorientasi pada rakyat.

Masing-masing negara terpacu untuk menjadi kontributor dan kolaborator percepatan perkembangan ASEAN sebagai blok penting dalam skala global. Pertemuan Menteri-menteri Luar Negeri ASEAN ke 58 di Kuala Lumpur (9/7/25) sebagai tindak lanjut KTT ASEAN 2025 yang dipimpin Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohammad Hasan kian menegaskan ASEAN sebagai mitra setara bagi berbagai negara di dunia. Tercermin dalam KTT Asia Timur yang juga berjaya.

Salah satu tanda keberhasilan Malaysia sebagai Ketua dalam Presidensi ASEAN adalah kemampuan yang ditupang kemauan menjadi inisiator, fasilisator dan katalisator menghimpun yang terserak, mendekatkan yang jauh, mengkaribkan yang dekat, untuk sama berkomitmen menciptakan dunia yang damai, stabil, dan bergerak mewujudkan kesejahteraan dan keadilan.

Fokus capaiannya adalah mempersempit kesenjangan pembangunan dan ketimpangan, peningkatan standar hidup, mitigasi dampak perubahan iklim. Bertumpu pada kesadaran kolektif untuk memberi perhatian khas pada ekologi, ekosistem dan ekonomi yang stabil melalui kesadaran merawat bumi.

Lantas, kesungguhan kolektif membalikkan kemiskinan; mengendalikan demografi bertumpu pada populasi; menghidupkan budaya kreatif - inovatif berbasis sains dan teknologi; menyeimbangkan kecerdasan dan keterampilan dengan kearifan; menghidupkan gaya hidup lestari (sustainable life data-style); menaklukan penyakit (endemi dan pandemi); mengefisienkan globalisasi; mengendalikan singularitas; melayari transhumanisma; melawan teror; menghentikan dan mencegah perang total yang tak terkendali; menghadapi risiko eksistensi manusia dan kaum; mengembangkan potensi manusia; dan, merancang peradaban baru.

Dari perspektif optimisme, kita melihat Malaysia berhasil menunjukkan kemampuannya dalam berbagi peran dan fungsi dengan anggotanya untuk mengatasi berbagai masalah internal dan eksternal ASEAN. PM X Malaysia Anwar Ibrahim, tak segan meminta bantuan Presiden Indonesia Prabowo Subianto untuk membantu mengatasi masalah internal Myanmar.

Tenang Menghanyutkan

Dalam kesejarahan ASEAN, Indonesia berhasil membantu persoalan internal Kamboja. Akan halnya Malaysia, terus memainkan peran dalam mengatasi persoalan perbatasan Thailand dengan Myanmar, dan Thailand dengan Malaysia sendiri. Malaysia dan Indonesia juga memainkan peran aktif dalam mengatasi persoalan di Filipina Selatan, khasnua di Mindanao. Singapura melalui PM Wong, yang karib dengan Israel, kali ini menyuarakan secara lantang penghentian genosida dan ethnic cleansing, sera kemerdekaan Palestina.

Sejak selepas KTT ASEAN, selain para Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN ke 58 berhasil mempertemukan dan menghidupkan komunikasi kuat dengan para Menteri Luar Negeri dari berbagai belahan dunia. Termasuk memfasilitasi pertemuan dan dialog terbuka Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, dan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi.

Setarikan nafas kita menyaksikan aksi diplomatik PM X Anwar Ibrahim dan Presiden Prabowo Subianto ke berbagai belahan dunia, yang dalam banyak hal mengubah minda sejumlah sikap dan pandangan pemimpin dunia tentang Palestina dan upaya perdamaian di Timur Tengah. Perubahan sikap Presiden Prancis Macron yang mendesak PM Inggris menyatakan kemerdekaan bagi Palestina bolehb dikata salah satu hasil dari gerak diplomasi paralel kedua tokoh ASEAN tersebut.

Komunikasi Presiden Iran Masoud Pezeshkian dengan PM X Anwar Ibrahim di tengah perjalanan diplomatik Anwar Ibrahim ke Italia dan Prancis boleh diduga membawa pesan khas ikhtiar perdamaian. Pun perjalanan diplomatik Prabowo Subianto ke Rusia, Arab Saudi, Yordania, Uni Arab Emirat, Belgia, Prancis, bahkan Belarusia, termasuk komunikasinya dengan Donald Trump, serta pertemuan keduanya dengan sejumlah pemimpin dalam KTT BRICS di Rio de Janeiro menunjukan peran aktif tak hanya Malaysia dan Indonesia, melainkan juga ASEAN.

Dinamika dan gerak pro aktif ASEAN yang kita saksikan, sedang menunjukkan ASEAN sedang memainkan peran globalnya secara integral dan progressif. Kendati secara domestik, di dalam negeri  -- kecuali Singapura dan Brunei Darussalam -- masing-masing pemimpin ASEAN sedang menghadapi persoalan yang juga tidak ringan. PM Thailand Paetongtarn Shinawatra sedang menghadapi penyelidikan Mahkamah Konstitusi atas komunikasinya dengan mantan PM Kamboja Hun Sen, perihal perbatasan. Presiden Filipina Bongbong tak seiring jalan dengan Wakil Presiden Sara Duterte.

PMX Malaysia Anwar Ibrahim sedang menghadapi aksi sejumlah kalangan yang mendesaknya turun dan meletakkan jabatan. Presiden Prabowo Subianto sedang menghadapi masalah wakilnya, yang didesak untuk dimakzulkan oleh sejumlah purnawirawan militer. Antara lain, karena keberadaan wakilnya yang dianggap cacat konstitusi. Pun persoalan gugat menggugat antara mantan Presiden Jokowi dengan sejumlah kalangan dari masyakat sipil.

ASEAN laksana laut yang nampak tenang dipermukaan, namun bisa jadi menghanyutkan. Kendati demikian, gerak gerik Anwar - Prabowo dipandang positif oleh Datuk Dr. Woo Wing Thye, Research Professor Sunway University, Malaysia. Dalam programa sembang-sembang Woo Says - Astro Awani International (19/7/25), Woo menyatakan, "Saya pikir kabar baiknya adalah Perdana Menteri kita berteman baik dengan Prabowo. Kita punya hubungan yang sangat dekat dengan Indonesia."  |

Editor : delanova
 
Energi & Tambang
Budaya
23 Jun 26, 22:10 WIB | Dilihat : 676
Jakarta Ruang Lebih Luas Bagi Budaya dan Seni
01 Jun 26, 21:47 WIB | Dilihat : 622
AGI Sosok Artistik yang Bergerak
20 Mar 26, 08:16 WIB | Dilihat : 586
Budaya Betawi Mesti Jadi Cover Budaya Jakarta
Selanjutnya