Berkunjung ke Maranello

Taman Asri di Dalam Pabrik Ferrari

| dilihat 2518

N. Syamsuddin Ch. Haesy

PAGI belum beranjak, ketika saya meninggalkan hotel di Modena, Italia Utara. Dingin menyergap, meski musim panas mulai masuk. Menelusuri jalan tak begitu besar, yang agak berliku dengan suasana pedesaan hijau berhias bunga rumput pembuat pasta, kebun anggur, dan pabrik keju rumahan, saya tiba di Piaza Maranello.

Kota kecil ini begitu indah dan artistik. Tak bising. Tak berapa lama, saya tiba di pabrik pembuatan super car Ferrari, ‘kuda jingkrak’ yang sohor di seantero dunia itu. Tak begitu lama menunggu, lelaki muda dan keren, Matteo Torre menemui saya di ruang tunggu. Setelah meminta saya meninggalkan kamera di petugas sekuriti, lelaki muda itu segera mengajak saya masuk ke pabrik.

“Mau berjalan kaki atau naik sepeda?” tanyanya.

Saya memilih berjalan kaki. Ia mengajak saya menuju ke pabrik pembuatan blok mesin, sambil bercerita panjang lebar tentang Ferrari. Kami masuk ke mezanin bangunan besar pembuatan blok mesin untuk melihat seluruh situasi pabrik di situ.

Hmmm.. benar yang dikatakannya, Ferrari memadu serasi teknologi, estetika, dan lingkungan. Tak hanya bersih dan tak bising, pabrik pembuat blok mesin itu nyaman. Pada bagian-bagian tertentu pabrik, terdapat tanaman hidup yang dirawat dengan baik.

Pabrik pembuatan blok mesin ini sangat efisien dan efektif. Tak banyak pekerja di situ. Seluruh proses pabrikasi yang sangat teliti, dibantu oleh beberapa robot sesuai dengan proses produksi. Torre mengajak saya turun langsung untuk melihat bagaimana proses produksi berlangsung.

Pekerja di masing-masing sub blok bekerja dengan sangat cermat dan teliti.

“Selain kompetensi, faktor keamanan dan kenyamanan menjadi prioritas di sini,” ujarnya.

Ferrari memberi prioritas pada lingkungan yang harmonis, terutama dalam menggunakan energi yang ramah lingkungan.

“Meski pengecoran logam dan pembuatan blok mesin memerlukan sumber energi listrik yang besar, kami menggunakannya secara hemat,” sambung Torre. Ferrari menggunakan teknologi solar sel secara optimum untuk mendapatkan energi listrik bagi keperluan pabriknya. Pembangkit listrik tenaga matahari dan gas, dibangun di lingkungan pabrik, sehingga sedikit menggunakan bahan bakar minyak.

Seluruh bangunan di kompleks pabrik yang asri, itu menjaring cahaya matahari dan pencahayaan alami untuk 300 lebih dinding ruang kerja. Antara lain dengan memasang bris soleil yang memutar sirip alumunium, guna mengendalikan pencahayaan ruang. Dengan cara ini, Ferrari menghemat energi dan sedikit mungkin menggunakan listrik untuk ruangan kerja manajemen dan pabrik.

Chairman Ferrari, Luca di Montezemolo menerapkan prinsip hemat energi secara terintegrasi dan menyeluruh. Tidak sekadar memperoleh dan memanfaatkan energi, melainkan juga memberi nilai lebih penghematan energi itu bagi keseluruhan kepentingan pabrik dan lingkungan sosial sekitarnya. Luca terinspirasi oleh di Silicon Valley dan beberapa kajian ilmiah yang dilakukan Standford University, saat sekolah di sana.

Energi ramah lingkungan, bagi Ferrari memberikan efek ganda, baik terhadap produk maupun lingkungan pabrik Ferrari itu sendiri. Hal itu tampak pada bangunan bengkel teknik mesin dan perakitan, yang didesain arsitek Marco Visconti. Arsitek yang peduli lingkungan, ini merancang ruang pabrik yang mewadahi aplikasi teknologi canggih dan memerlukan energi besar, tapi tetap ramah lingkungan.  Visconti menyebut konsep pabrik yang didesainnya, Meccaniche Motori. Konsep itulah yang menjadi model hampir seluruh kompleks pabrik, termasuk ruangan Chairman Ferrari, Luca.

Bayangkan, taman-taman dengan aneka tumbuhan endemik berada di dalam dan di luar lingkungan pabrik mobil jingkrak itu. Semua itu terwujud karena konsistensi Luca dan seluruh pekerja Ferrari menerapkan kebijakan korporasi sebagai produsen supercar, pesawat, dan kereta api cepat dengan standar kekuatan, keamanan dan kenyamanan prima, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan (fisik dan sosial).

Untuk mendapat energi matahari, terutama di musim dingin, beberapa bangunan area elevasi timur dipasangi tirai dengan gerakan vertikal untuk menyaring sinar matahari.

Kajian tentang energi dan antisipasi Ferrari terhadap menurunnya produksi energi (khususnya bahan bakar berbasis fosil), mendorong para teknolog pabrik ini, mendesain produksi mobil hibrid bertenaga listrik.

Perancangan produk mobil hibrid itu, secara khas direncanakan untuk mengurangi gas emisi yang banyak dihasilkan mobil dan kendaraan bermotor. Ferrari, menurut Torre, terus berinovasi dan menjadikan perusahaan itu dan produknya sebagai perusahaan otomotif yang paling depan memelopori hemat energi, menawarkan energi baru terbarukan, dan mengurangi polusi dari gas emisi kendaraan yang diproduksinya.

Mobil-mobil super dan kereta api cepat yang akan diproduksi Ferrari, harus melalui seluruh proses sesuai dengan standar pengendalian lingkungan di pabrik ini. Manajemen Ferrari mensyaratkan, desain bangunan pabrik harus memenuhi osmosa interior dan eksterior, terutama di unit-unit pabrik yang sangat memerlukan keseimbangan energi dan lingkungan. Misalnya, di bangunan pabrik blok mesin itu. Di bagian ini, kaca dan sell logam, dilengkapi dengan ‘pulau-pulau’ vegetasi, seperti diceritakan di awal. Hal itu membuat ruangan kerja terasa lebih manusiawi dan ergonomis.

Giles Gibbons, ahli sustainabilitas lingkungan, setelah mengunjungi pabrik Ferrari, ini mengatakan, Ferrari "telah membayar lunas tanggung jawabnya untuk memelihara lingkungan dan mengendalikan energi secara efektif dan efisien. “Pabrik ini, contoh sinergitas energi dan lingkungan yang dibangun di atas green policy yang visioner,” ungkap Gibbons, seperti dikutip Torre.

Ferrari memproduksi energi dengan dampak lingkungan yang rendah, disertai penghijauan pabrik dan pengembangan mobil hibrida berkinerja tinggi, dalam satu irama kerja yang kongkret. Semua itu, masih ditupang oleh pengembangan green value sebagai bagian dari corporat culture, yang dilakoni konsisten oleh seluruh pimpinan dan karyawannya.

Di lingkungan pabrik, pimpinan dan pekerja bergerak dari bangunan satu ke bangunan lain dengan berjalan kaki dan naik sepeda. Hanya rombongan pengunjung yang ingin melihat situasi pabrik, diangkut dengan bis khusus Ferrari. Kendaraan lainnya, termasuk kendaraan pribadi CEO, harus parkir di halaman pabrik yang sudah ditetapkan sesuai dengan rencana tata ruang pabrik.. |

 

 

Editor : Web Administrator
 
Budaya
12 Jan 22, 08:56 WIB | Dilihat : 115
Cermin Adab di Jalan Tol
11 Jan 22, 09:20 WIB | Dilihat : 157
Pesona Masjid Rao Rao di Sungai Tarab Bungo Satangkai
17 Des 21, 07:31 WIB | Dilihat : 239
Membaca Zaman Edan dengan Isyarat Pantun Bogor
07 Okt 21, 09:26 WIB | Dilihat : 438
Cindai Kebangsaan yang Koyak dan Lusuh
Selanjutnya
Lingkungan
27 Sep 21, 12:15 WIB | Dilihat : 394
Selamatkan Kebun Raya Bogor
10 Sep 21, 14:55 WIB | Dilihat : 235
Ida Mengamuk Sejumlah Kota Amerika Serikat Berantakan
01 Agt 21, 09:31 WIB | Dilihat : 224
Membaca Sinyal Presiden Joe Biden tentang Jakarta
Selanjutnya