Sandal dan Kain Ihram Gratis

| dilihat 104

Nota Ringan Bang Sèm

Layanan atas jama'ah haji Indonesia (musim haji 1447 H/2026) sejak ada Kementerian Haji dan Umrah, agaknya kian membaik.

Jama'ah haji dikenali secara fokus dan jelas. Karenanya layanan kepada jama'ah haji di Saudi Arabia berubah orientasinya, dari jama'ah mengikuti layanan menjadi layanan mengikuti jama'ah.

Sasaran capaiannya juga jauh lebih jelas : peningkatan kualitas keamanan dan kenyamanan, sehingga jama'ah dapat lebih berkonsentrasi menunaikan seluruh proses rukun haji.

Informasi dari jama'ah dan petugas haji sama. Upaya pelayanan pemerintah via Kementerian Haji dan Umrah terasakan.

Upaya peningkatan layanan petugas haji langsung ke simpul keperluan asasi jama'ah, yakni memastikan kelancaran dan penambah-baikan.

Berbagai hal yang tak terpikirkan dan rada mengganggu kelancaran pelaksanaan ibadah, kini dilakukan. Boleh jadi terkesan sepele. Namun sangat membantu. Antara lain pembagian sandal dan kain ihram gratis. Khasnya kepada jama'ah yang mendarat di King Abdul Azis International Airport, Jeddah.

Dicky, salah seorang petugas haji yang mengurusi jama'ah di bandar udara (bandara). Pembagian sandal bagi jama'ah terpaut dengan hasil pantauan petugas haji ketika jama'ah masih di bandara.

Sisik Melik

Masih banyak jama'ah yang masih mengenakan sepatu tertutup kendati telah berihram. Padahal, dalam ketentuan berihram (bagi laki-laki), penggunaan alas kaki yang menutupi mata kaki, termasuk larangan yang kudu dihindari.

Melihat situasi demikian, sebagai antisipasi agar pelanggaran tidak terjadi, sebelum jama'ah menuju Makkah untuk menunaikan umrah, para petugas haji sigap bergerak membagikan sandal gratis.

Tak hanya sandal, kata Dicky yang di Jakarta berprofesi sebagai produser Salam Radio / URadio. Para petugas hajiu juga membagikan kain ihram dari kementerian / pemerintah.

Pembagian kain ihram gratis diperlukan oleh jama'ah sebagai cadangan, lantaran -- tanpa sengaja -- acapkali kain ihram kotor alias ternoda, sehingga tak lagi suci mensucikan.

Dengan kain ihram cadangan, jama'ah dapat terus melaksanakan rangkaian ibadahnya, bila kain ihram mereka yang kotor atau ternoda najis, dicuci. Artinya, jama'ah tak harus menunggu cucian kain ihram layak dipakai lagi.

Pembagian sandal dan kain ihram oleh petugas haji menunjukkan, petugas haji tak hanya mengurusi layanan akomodasi dan transportasi belaka.

Mereka juga dibekali pengetahuan ihwal sisik melik ibadah haji, sering mampu melaksanakan tugas - fungsi edukasi, tanpa kecuali pasal berihram.

Sabar dan Gembira

Petugas haji kudu memastikan, jama'ah haji yang mereka layani melaksanakan syarat dan ketentuan berihram secara benar.

Saya apresiasi upaya yang dilakukan Kementerian Haji dan Umrah melalui para petugas haji yang melakukan tugas pokok layanan.

Mendengar informasi ihwal aksi para petugas haji yang dalam layanannya -- minimal -- mesti sigap dan humanis, tentu mesti ditanamkan kesadaran, bahwa melayani itu mulia.

Karenanya, tak ada alasan layanan tereduksi oleh hal-hal kecil yang berdampak buruk. Umpamanya dalam berinteraksi yang memerlukan komunikasi antar personal yang mesti mengalirkan sikap simpati, empati, apresiasi, respek, dan dilakukan sepenuh cinta ( khasnya sabar dan gembira). Termasuk dalam membagikan sandal dan kain ihram itu.

Bagi mereka yang dalam kehidupannya sehari-hari di rumah dan lingkungan sosial sudah terbangun oleh 'kesadaran melayani,' boleh jadi tak begitu sulit. Namun, bagi mereka yang terbiasa dilayani, soalnya tentu lain. Dalam konteks ini, interaksi antar petugas haji untuk saling memotivasi tentang kesabaran dan kebajikan menjadi penting. |

Editor : haedar | Sumber : berbagai sumber
 
Energi & Tambang
Polhukam
09 Mei 26, 09:42 WIB | Dilihat : 171
Hanya Perdamaian dan Buka Selat Hormuz
09 Mei 26, 03:12 WIB | Dilihat : 214
Tengku Mahkota Pahang Kecewa Kepada Pemerintah Madani
08 Mei 26, 17:48 WIB | Dilihat : 204
Jurnalis Hadapi Ancaman Hukum Penguasa
05 Mei 26, 06:18 WIB | Dilihat : 298
Permusuhan kepada Pers Kian Menjadi
Selanjutnya