
TEHRAN | Ribuan rakyat Iran di seluruh negeri menyatakan ikrar setia kepada Pemimpin Baru, Ayatollah Mojtaba Khameni, Senin (9/3/26). Mereka keluar dari rumah dan turun ke jalan dengan sukacita.
Ayatollah Mojtaba Khamenei, tepilih sebagai pengganti Pemimpin Tertinggi Iran, Allahyarham Syed Aii Khamenei yang gugur bersama cucu, menantu, dan istri terkasihnya sebagai martir Perang Iran (Sabtu, 28/02/26).
Dewan kepemimpinan sementara Iran beranggota tiga orang, mengumumkan pemilihan dan penetapan Ayatollah Mojtaba sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada Ahad (8/03/26) malam.
Ayatollah Mojtaba adalah putera Syed Ali Khamenei - mantan Presiden Iran yang dilantik sebagai pemimpin tertinggi (Rahbar) Revolusi Iran meneruskan perjuangan Ayatollah Ruhullah Khomeini. Ia pernah menjadi bagian dari pasukan Garda Revolusi Iran.
Pemilihan dilakukan oleh Majelis Pakar Iran, yang terdiri dari 88 ulama terkemuka di negara itu, secara resmi memilih Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, 56 tahun, sebagai Pemimpin Revolusi Islam yang baru dan ketiga.
Unjuk rasa rakyat yang meluahkan pernyataan sumpah setia tersebut, membuyarkan fantasi Zionis Israel dan 'Mak Semang'-nya - Amerika Serikat (AS), bahwa serangan agresi dan invasi yang mereka lakukan bakal melemahkan dan membuyarkan perlawanan dan meredakan perang.

Tewaskan Lebih 1000 Rakyat Iran
Invasi dan agresi yang dilakukan zionis Israel dan AS terjadi ketika jalan diplomasi - perundingan - masih berproses, tersebut ternyata memacu dan memicu perlawanan lebih sengit.
Tindakan melakukan invasi dan agresi tersebut memberikan gambaran watak zionis Israel dan AS yang tidak dapat dipercaya. Aksi sejenis sebagai taktik muslihat, sudah pernah mereka lakukan di masa lalu, kala perundingan ihwal tuduhan pengayaan uranium untuk senjata nuklir sedang berproses.
Iran yang memegang tinggi adab Islam cinta damai -- tidak memulai serangan bila tidak diserang -- melancarkan serangan balasan ke ibu kota Israel Tel Aviv, beberapa jam setelah zionis Israel dan AS memulai serangan militer ilegal terhadap Iran.
Serangan zionis Israel dan AS tersebut dengan sengaja menargetkan infrastruktur sipil Iran dan menewaskan sedikitnya 1.332 orang.
Serangan balasan Iran dilakukan beberapa kali melalui udara, berupa rudal dan drone terhadap wilayah yang diduduki Israel serta terhadap aset-aset pangkalan militer AS di negara-negara regional teluk : Qatar, Bahrein, Kuwait, dan Arab Saudi.
Rakyat Iran menguatkan tekad Garda Revolusi Iran untuk terus melakukan perlawanan. Mengirimkan rudal yang lama tersimpan, dan mulai melantakkan beberapa bagian kota Tel Aviv dan sejumlah kota Israel lainnya.
Ikrar setia rakyat Iran yang memberikan dukungan kepada Ayatollah Mojtaba Khamenei dipusatkan di Lapangan Enqelab Teheran, pada Senin (9/03/2026). Kawasan tersebut sebelumnya merupakan sasaran serangan zionis Israel dan AS.

Membalas Darah Suci Ayatollah Khamenei
IRIB TV Iran mengabarkan, rakyat Iran turun ke jalan di Tehran, Esfahan, Shiraz, Kerman, Ahvaz, Tabriz, Hamedan, Ardabil, dan sekitarnya.
Sambil Meneriak Takbir dan yel yel : "Matilah AS, Matilah Israel" para pengunjuk rasa mengibarkan bendera Iran untuk memacu semangat dan adrenalin pasukan Iran.
Di sisi lain, kepada juruwarta Press TV Iran, sejumlah peserta unjuk rasa menegaskan kembali kesetiaan dan ketaatan mereka kepada Pemimpin Revolusi Islam yang baru, dan berjanji akan memberikan dukungan penuh kepadanya.
"Kami kehilangan Pemimpin tercinta kami saat beliau memimpin kafilah kami melawan kekuatan-kekuatan arogan di dunia. Lukanya terlalu dalam, tetapi sekarang ada jaminan dalam diri Pemimpin baru, penerusnya yang layak, yang akan melanjutkan misi ini," kata salah satu peserta unjuk rasa di Teheran kepada Press TV.
Para peserta juga mendukung angkatan bersenjata negara Iran melakukan operasi pembalasan yang kuat terhadap rezim Israel dan pangkalan militer AS di wilayah tersebut.
Mereka mengatakan bahwa bangsa Iran akan membalas darah suci Pemimpin Revolusi Islam, para petinggi militer, warga sipil biasa yang gugur, termasuk 165 anak sekolah yang dibantai di sebuah sekolah di Iran selatan. | jeahan