GM Kembangkan Mobil Otomatis

| dilihat 2084

AKARPADINEWS.COM | Perkembangan teknologi kendaraan otomatis makin menjadi perhatian berbagai pabrikan otomotif dunia. Setelah beberapa pabrikan ternama, seperti Nissan dan Toyota, mengembangkan kendaraan otomatis, kini General Motors (GM) memberanikan diri masuk dalam persaingan perkembangan teknologi kendaraan otomatis.

Pabrikan otomotif yang membawahi beberapa merek dagang ternama, seperti Chevrolet, GMC, Cadillac, dan Opel itu tengah mengembangkan teknologi mobil listrik otomatis. Uniknya, untuk uji coba teknologi itu, GM berkerjasama dengan Lyft, perusahaan provider taksi daring laiknya Uber dan Grab.

Pam Fletcher, Executive Chief Engineer teknologi otomatisasi GM mengatakan, pilihan untuk menggaet provider jasa angkutan daring itu didasari atas perkembangan kebutuhan konsumen terhadap fenomena jasa angkutan umum.

Kerjasama ini dilakoni secara serius antara GM dengan Lyst agar dapat mewujudkan kendaraan otomatis yang dapat menjadi transportasi publik sekaligus menjadi kendaraan pribadi. Tak tanggung-tanggung, GM telah menginvestasikan dana sebesar US$500 juta atau setara dengan Rp6,5 triliun kepada Lyst agar dapat mengembangkan teknologi otomatisasi yang kompektibel dengan fitur provider angkutan daring pada Januari lalu.

Meski amat serius dengan rencana itu, Fletcher mengutarakan, pihaknya belum dapat memastikan kapan eksekusi rencana itu. Karena, ada beberapa hal yang masih perlu dipastikan hingga teknologi mobil otomatis milik GM dapat disempurnakan.

“Kami belum dapat mengumumkan kapan kepastian ini (hasil kerjasama GM dengan Lyst). Tapi, pastinya kami akan mewujudkannya sebelum orang lain dapat membayangkan (pengaplikasian mobil otomatis GM) dapat diaplikasikan sesegera mungkin. Saat itu, kami akan mengumumkannya secara terbuka,” ungkapnya.

Untuk mengaplikasikan teknologi otomatisasi ini, GM dipastikan akan menggunakan mobil Bolt EV besutan Chevrolet. Pilihan itu dijatuhkan GM karena Bolt memiliki kapabilitas yang dirasa cukup pas untuk mengaplikasikan teknologi otomatisasi yang dikembangkannya.

Mobil listrik tersebut menggunakan baterai nickel-rich lithium-ion sebagai jantung penggeraknya. Baterai itu berjumlah kurang lebih tiga pasang baterai dengan berkapasitas mencapai 60 Kwh dan mampu dipacu sejauh 200 mile dari kondisi energi penuh hingga habis.

Kelebihan lain dari baterai itu ialah baterai tersebut dilengkapi dengan teknologi daya tahan panas dan sistem pendingin berbentuk cairan pendingin. Dengan begitu, baterai itu tidak mudah panas dan memiliki daya tahan yang tinggi.

Perbedaan lain dari baterai tersebut dengan baterai kendaraan listrik lainnya ialah ukuran baterainya cukup besar dan terletak di dasar kendaraan. Fitur pengisian energi listriknya, Bolt membutuhkan asupan listrik sebesar 240 Volt. Untuk dapat mengisi hingga penuh, Bolt hanya membutuhkan waktu pengisian daya selama sembilan jam.

Tentunya, untuk pengisian daya, mobil berkapasitas lima orang tersebut membutuhkan piranti tambahan yang harus dimiliki pemiliknya. Piranti tersebut masih didesain untuk pengisian daya di rumah sehingga untuk mengisi dayanya, hanya bisa diisi saat tengah terparkir di rumah pemiliknya.

Dari segi teknologi aplikasinya, Bolt dilengkapi dengan berbagai teknologi terbaru yang dapat menunjang kebutuhan pemiliknya. Dia dilengkapi dengan dua pilihan operation system, yakni Apple Carplay dan Android Auto. Dengan begitu, mobil tersebut mampu tersambung dengan ponsel pintar Apple ataupun Android.

Tak hanya itu, untuk menunjang kebutuhan sinyal internet, mobil ini dilengkapi dengan teknologi wifi 4G. Sehingga, mobil ini dapat menyokong ponsel pintar pemiliknya bilamana membutuhkan suplai internet di manapun. Selain itu, teknologi itu memungkinkan Bolt untuk mengakses GPS dengan lebih akurat.

Untuk fitur keamanan berkendara, Bolt dilengkapi dengan sensor radar yang dapat membaca lingkungan di sekitarnya. Mobil ini dapat bereaksi cepat dan mengambil keputusan yang ideal untuk mengamankan pengendara dan penumpangnya.

Sensor radar itu juga berfungsi sebagai navigasi parkir kendaraan. Bolt dilengkapi dengan kamera pada bagian belakangnya sehingga membantu pengendaranya untuk dapat memarkirkan kendaraan dengan baik. Tak ketinggalan, mobil ini juga dilengkapi dengan fitur airbag sebanyak sepuluh buah yang didesain tidak memberikan keselamatan kepada pengendaranya bila terjadi kecelakaan.

Dengan ragam kelebihan tersebut, pilihan GM menggunakan Bolt sebagai purwarupa mobil otomatis pertamanya sangat tepat. Sebab, segala teknologi penunjang berkendara aman, secara otomatis sudah terdapat di dalamnya.

Fletcher meyakini, mobil Bolt berfitur teknologi otomatisasi itu akan mampu memberikan pengalaman baru bagi penggunanya kelak. Menurut dia, kemampuan Bolt untuk dapat berasimiliasi dengan teknologi otomatisasi merupakan buah dari program pengembangan teknologi GM yang terpisah, namun saling terintegrasi. Oleh sebab itu, kapabilitas kedua teknologi itu untuk menyatu memang sudah dirancang sebelumnya.

Dia menjelaskan, menggabungkan dua teknologi itu seperti menggabungkan beberapa bagian menjadi satu teknologi mobil otomatis yang utuh. "Mobil itu (Bolt) didesain memang untuk memberikan pengalaman baru kepada pengendara. Bila anda melihat aspek kemampuan Bolt dengan teknologi otomatisasi (yang dikembangkan bersama Lyst) menjadi satu fitur berkendara dengan pengaplikasian yang baik," jelasnya. Pengendara, lanjut dia, nantinya akan merasakan sensasi berkendara seperti berada dalam kepompong. "Mereka dapat tertidur pulas atau mengerjakan hal lain tanpa harus mengendarainya,” pungkasnya.

Keseriusan GM itu menunjukkan bahwa era mobil otomatisasi akan semakin nampak di depan mata. Bila dikatakan sebagai pelopor, GM memang kalah cepat dibandingkan Tesla. Namun, upaya memadukan teknologi dengan fitur angkutan daring milik Lyst, dapat menjadikan mobil besutan GM itu menjadi moda transportasi publik yang baru.

Mobil itu akan mampu menjadi mesin penghasil uang bagi pemiliknya secara mandiri, tanpa harus dikendarai pemiliknya. Bisa jadi, pengembangan teknologi mobil otomatis GM ini akan menjadi pilihan baru bagi mereka yang sudah berkecimpung di dunia angkutan jasa daring.

Selain memberikan kemungkinan keuntungan finansial kepada pemiliknya, mobil otomatis GM itu akan mampu mengurangi tingkat kelelahan pemiliknya ketika harus berkeliling mengantarkan penumpang. Saat lelah, pengendara tetap dapat mengambil penumpang tanpa harus menepi untuk beristirahat.

Dengan begitu, potensi pendapatan pemiliknya tidak akan berkurang. Hanya saja, ada beberapa fitur lainnya yang kiranya harus dilengkapi pada mobil besutan GM tersebut. Salah satunya fitur pengamanan dari perampokan kala pengendara sedang mengaktifkan fitur otomatisnya.

Hal ini amat penting untuk menghindari perampokan penumpang kepada pengendara mobil tersebut. Apalagi, saat pemiliknya sedang beristirahat. Teknologi yang ditawarkan oleh GM ini nantinya dapat dipastikan mampu menggeser teknologi milik Tesla. Dengan segala fitur yang dimilikinya, ditambah kapabilitasnya bersinergi dengan teknologi angkutan umum daring, mobil ini dapat menjadi mobil angkutan daring yang dapat menjadi pilihan utama, baik untuk mendapatkan penghasilan maupun pengalaman baru penumpangnya.

Pastinya, mobil ini akan menjadi mobil eksklusif bagi Lyst sehingga dapat menarik perhatian penumpang langganan pesaing lainnya sesama provider angkutan daring, seperti Uber. Bukan tidak mungkin, GM dan Lyst akan menghasilkan untung yang besar bilamana pengembangan mobil ini telah disempurnakan.

Muhammad Khairil

Editor : M. Yamin Panca Setia | Sumber : The Wall Street Journal/Tech Insider/Green Car reports/Chevrolet/Auto Evolution
 
Energi & Tambang
29 Mar 21, 20:15 WIB | Dilihat : 367
Pertamina Jamin Pasokan BBM Aman
28 Jan 20, 13:31 WIB | Dilihat : 1210
Komitmen Budaya pada Reklamasi Pertambangan
22 Okt 19, 12:46 WIB | Dilihat : 1464
Sinergi PHM dengan Elnusa Garap Jasa Cementing di Rawa
Selanjutnya
Seni & Hiburan
31 Jul 21, 04:03 WIB | Dilihat : 155
Mata Maut
03 Mar 21, 06:38 WIB | Dilihat : 390
Industri Game Naik Saat Pandemi
Selanjutnya