Selamat Datang Masa Depan

Mobil Otonom Google Tanpa Sopir

| dilihat 2742

CALIFORNIA, AKARPADINEWS.COM | Selamat datang masa depan. Google baru saja meluncurkan teknologi anyar driverless mobil, termasuk untuk anak-anak. Sejumlah bocah dengan kostum hallowen diundang ke kampus Google di Mountainview, California. Josie Ensor dari Telegraph, mencoba melakukan roadtesting.

Josie bercerita, dari dashboard mobil suara perempuan segera terdengar, begitu mesin mobil diaktifkan. “Autodriving,” suara itu terdengar. Seolah, mobil itu dikendarai seorang perempuan. Google menyebutnya sebagai sopir cerdas yang pintar menavigasi perjalanan sepanjang jalan dari Silicion Valley, tanpa bantuan manusia.

Josie mengaku, dirinya sebagai orang Inggris pertama yang pekan ini melakukan tes untuk mobil tanpa pengemudi yang mengandalkan teknologi Google. Perusahaan information technology (IT) yang memulai debutnya dengan SEO (search engine optimization), itu selama berbulan-bulan sudah menguji kendaraan kecil hibrida bermerk Lexus di jalan umum dekat kantor mereka di Mountain View, California. Kelak, Google akan melakukan ujicoba di Inggris, untuk mengetahui seberapa aman mobil-mobil tanpa pengemudi itu.

Sejak bulan April 2015, teknologi mobil tanpa sopir itu sudah diterapkan pada mobil Defender Land Rover yang akan diujicoba, di sekitar kampus West University – Bristol. Akanhalnya  mobil pod, akan diujicoba di Milton Keynes. Mobil pod, akan bersenandung bersama penumpangnya dalam kecepatan 10mph di daerah pejalan kaki, dekat stasiun kereta api bawah tanah. Di penghujung tahun, uji coba juga akan dilakukan di Coventry dan Greenwich, sebelah tenggara London.

Mobil yang dikemudikan dengan komputerisasi, itu mulanya agak menguatirkan Josie, tapi setelah melakukan ujicoba, wartawati Telegraph itu mengaku merasa terhibur dengan sistem hasil kreativitas dan inovasi para insinyur perangkat lunak yang bergabung dalam tim Priscilla Knox, itu.

Mobil tanpa pengemudi itu, diubah laiknya robot. Mobil dilengkapi dengan tombol on/off yang cepat beralih ke manual, ketika terjadi sesuatu. Knox mengemukakan, peralihan itu akan jarang terjadi.

ANAK-ANAK BERKOSTUM MELINTAS DI DEPAN MOBIL SELFDRIVER GOOGLE DAN MOBIL MENGANTISIPASI, BERHENTI | FOTO ISTIMEWA

Mobil tanpa pengemudi itu juga bisa disetel untuk laju pada jarak tertentu dengan perhitungan waktu pencapaian, misalnya 15 menit ke supermarket. Mobil akan mengikuti rute jalan dan memberitahu rata-rata kecepatan mobil lain di jalur itu, seperti disaksikan Josie. Dia melakukan uji coba bersama Knox dan Jared Mendiola, rekannya, yang memegang laptop.

Pada layar laptop, terlihat tampilan mobil dunia, jalan maya dihiasi dengan kotak merah muda yang menunjukkan posisi mobil, kotak kuning yang menunjukkan posisi pejalan kaki, dan kotak merah yang menunjukkan pengendara sepeda. Sebuah jalur hijau menunjukkan rute aman yang harus dilalui.

Tim yang dipimpin Knox telah menghabiskan waktu beberapa bulan terakhir untuk melakukan pemetaan, termasuk pemetaan setiap persimpangan tunggal, traffic light, tanda berhenti, speedbump, bundaran dan zebra cross di kota untuk memberikan informasi yang akan membuat mobil menavigasi sendiri.

Mobil-mobil yang akan disetel sebagai mobil tanpa sopir, dilengkapi sistem informasi lebih dari sekadar pemetaan GPS (Geographic Positiong System) untuk melakukan perjalanan dengan aman. Mobil tanpa pengemudi, itu dipasangi sepasang kamera video high-res di sisi mobil dan di kaca depan sebagai ‘mata,’ serta sensor radar pada bumper depan dan ‘Lidar’ - laser yang dipasang di atap mobil. Lidar dapat berputar 10 putaran kedua, dengan visi 360 derajat mencapai jarak sejauh 500 ft – atau seukuran panjang satu setengah lapangan sepak bola.

Sepasang mikrofon dipasang dekat bagasi mobil, yang berfungsi laksana telinga untuk mendengarkan sirene dan klakson, sedangkan sensor pada ban memberi gambaran tentang lebar areanya.

Josie menceritakan, beberapa detik pertama ketika mobil berjalan, agak sedikit menegangkan. Terutama ketika Knox melepaskan lengannya, menunjukkan kalau dia tidak sedang memegang kemudi. "Aku bisa melakukan apapun sekarang, seperti membaca, bahkan merajut,” kata Knox.

MOBIL-MOBIL SELFDRIVER YANG SEDANG DIUJICOBA OLEH GOOGLE DI SILICON VALLEY | FOTO ISTIMEWA

Ketika itu juga, Josie berfikir, dia sedang melakukan melakukan tes mengemudi dengan mengetuk titik berhenti imajiner, kala mobil seolah ragu-ragu melintas di persimpangan jalan yang kosong, atau ketika melambat dan merangkak di tanjakan dekat sekelompok pengendara sepeda yang merangkak melaju di depannya.

Sesekali, Josie tersentak, ketika mobil berhenti mengikuti marka, tetapi hampir keseluruhannya dia merasa, mobil melaju halus dan terkesan p’ercaya diri. Semua itu menunjukkan keterampilan mengemudi setara dengan sopir piawai, terutama saat melewati mobil lain di dekatnya di jalur yang dilalui. Sistem yang direkayasa Google memberi kesan, ‘pengemudi’ mengetahui dan memberi hak bagi pengemudi lain di mobil lain.

Josie berkesimpulan, sistem kemudi yang diciptakan Google, menunjukan buah pemikiran yang lebih cerdas dan perencanaan ke depan yang lebih besar dari kebanyakan pengemudi yang sesungguhnya. Keyakinan itu mengemuka, ketika dalam test sebagai penumpang mobil tanpa pengemudi, itu melakukan manuver kala seorang pelari menyeberang jalan dan memukul body mobil, sehingga tabrakan dapat terhindari.

Mobil tanpa pengemudi ini, menurut Josie, merupakan mobil idaman sejumlah orang, sejak desainer mobil Norman Bel Geddes memamerkan idenya tentang mobil radio kontrol futuristik di New York World Fair, tahun 1939.  Tapi, Google menciptakan sistem yang jauh lebih canggih, memanifestasikan imajinasi yang pernah ditampilkan oleh James Bond yang glamor, ketika mengemudikan mobilnya dengan gadget.

Mobil tanpa pengemudi ini, merupakan bagian dari proyek besar Google tentang self driving yang membuat jalan lebih aman untuk berkendara. Inovasi ini, selain terinspirasi oleh realitas, rata-rata per tahun terjadi sekitar 33.000 orang tewas dalam kecelakaan mobil di AS dan 1,2 juta di seluruh dunia. Juga untuk mengurangi angka kecelakaan tersebut. Apalagi, sembilan puluh tiga persen dari kasus kecelakaan, itu merupakan akibat kesalahan manusia, dan 30 persen disebabkan oleh perilaku mengemudi yang berhubungan dengan alkohol.

JOSIE ENSOR USAI MELAKUKAN UJI COBA MOBIL SELFDRIVER GOOGLE | FOTO ISTIMEWA

Google percaya mobil dengan sistem yang direkayasanya, itu bisa membantu mengurangi setengah dari jumlah kasus kecelakaan itu. "Sopir kami tidak tertidur atau minum alkohol saat bekerja," kata Knox. "Pengemudi kami paling konservatif di jalan, dan telah diprogram untuk menjadi defensif. Kita benar-benar harus khawatir dengan driver manusia di sekitar kita bukan sebaliknya.”

Knox mengemukakan, setiap fitur dirancang dengan pemikiran yang aman dan nyaman. Semua itu, dilandasi oleh penelitian terhadap statistik, bahwa sebagian besar kecelakaan di persimpangan terjadi dalam dua detik pertama ketika warna lampu lalu lintas berubah. Untuk itu, dalam desain sistemnya, Google merancang ‘sopir’ akan mobil selama 1,5 detik sebelum berhenti atau berjalan, setelah lampu tanda lalu lintas berganti.

‘Sopir’ yang direkayasa Google juga secara otomatis akan mengatur kecepatan di lokasi-lokasi tertentu, misalnya di zona sekolah yang banyak anak-anak melintas dan berjalan. Mobil akan bergerak perlahan, kecuali secara eksplisit diberikan instruksi untuk meningkatkan kecepatannya. Di jalan tol, pengemudi bisa memacu laju mobil sampai 10 mil lebih lebih cepat.

 “Ketika orang-orang mencoba mobil untuk pertama kalinya, mereka memberitahu kami itu bukan pengalaman menggembirakan," kata Knox, yang telah bekerja pada proyek ini selama dua tahun terakhir. "Bagi kami, informasi itu merupakan hal yang benar-benar baik untuk membuat sistem yang dapat menjamin setiap orang merasa aman."

Mobil tanpa sopir itu agaknya telah menguasai hampir semua manuver mengemudi yang paling kompleks. Mulai dari manuver mengubah jalur sesuai giliran yang diisyaratkan dalam waktu tiga persimpangan, memahami aturan untuk berhenti, dan lain-lain. "Setiap kali kami membawanya keluar untuk melakukan ujicoba, setiap kali itu juga kita belajar sesuatu yang baru. Ketika kita menghadapi masalah, kita kembali memperbaiki dan menyempurnakan sistemnya," kata Knox. "Pada akhirnya, mobil harus mampu memprediksi secara akurat hampir keseluruhan perilaku apapun yang akan dihadapinya."

Josie sendiri mengatakan, setelah melakukan ujicoba, dirinya merasa aneh, menjadi sangat percaya kepada sopir maya, hanya beberapa menit di dalam mobil. sulit. Para insinyur Google sudah melakukan percobaan terhadap sistem pengemudi maya ini, sampai hampir satu juta mil. Dan selama percobaan dilakukan, hanya terjadi satu kecelakaan, ketika mobil itu ditabrak oleh kendaraan lain yang dikendarai secara konvensional, oleh manusia.

DALAM UJI COBA - GOOGLE MENGUNDANG ANAK-ANAK BERKOSTUM HALLOWEN | FOTO ISTIMEWA

Google memprediksi mobil self-driving ini akan tersedia untuk umum pada tahun 2020. Namun produsen mobil seperti Mercedes-Benz, Nissan dan Tesla, sedang berlomba mengalahkan mereka dan mempercepat waktu penggunaannya sebelum tahun 2020.

Di sisi lain, yang juga ikut berlomba adalah perusahaan asuransi. Meski belum jelas bagaimana mereka harus bekerja kelak untuk merespon mobil otonom seperti itu. Kalangan asuransi lebih berfkir, bagaimana mereka harus membayar klaim asuransi atas peristiwa kecelakaan yang melibatkan mobil driverless seperti ini. Kalangan asuransi masih memperdebatkannya.

Yang pasti, Google sudah memperkenalkan mobil tanpa sopir ini, kepada kalangan anak-anak. Khasnya untuk memberikan pengajaran dan pendidikan untuk berhati-hati dalam berlalu lintas. "Kami mengajarkan kepada mereka, mobil kami lebih berhati-hati di sekitar anak-anak, bahkan ketika mereka berkostum tak biasa,”ujar Knox.

Dikatakannya, ketika sensor mobil tanpa pengemudi, itu mendeteksi anak - berkostum atau tidak - di sekitarnya, perangkat lunak mobil itu akan langsung memahami dan mengubah pola kendalinya. Gerakan anak bisa lebih tak terduga. Misalnya, tiba-tiba melesat di jalan atau melintas trotoar. Mereka juga mudah kabur di belakang mobil yang diparkir.

Kepada anak-anak, Google memperkenalkan prototipe mobil berbentuk seperti permen karet anak bentuk, yang dirancang sendiri pada bulan Juni 2015. Mobil otonom yang tidak memiliki pedal atau roda kemudi, tetapi hanya sensor dan software. | JM Fadhillah

Editor : sem haesy | Sumber : BERBAGAI SUMBER
 
Sainstek
27 Okt 21, 17:41 WIB | Dilihat : 253
Waspadai Kabar Palsu Artis Meninggal di Media Sosial
20 Nov 19, 13:05 WIB | Dilihat : 1970
Rumah Ilmuwan Bukan di Menara Gading
Selanjutnya
Polhukam
24 Sep 21, 09:17 WIB | Dilihat : 174
Pembangkang dalam Pusaran Transformasi Politik Malaysia
19 Sep 21, 16:48 WIB | Dilihat : 331
Cermin Buram Kekuasaan dan Luka Rakyat
31 Agt 21, 21:38 WIB | Dilihat : 230
Milisi Houthi Serang Lagi Bandara Abha Saudi
Selanjutnya