KTT BRICS 18 New Delhi - India

BRICS Dorong Pertumbuhan Global Inklusif

| dilihat 33

NEWDELHI | Perdana Menteri India Narendra Modi selaku Presidensi BRICS mengemukakan, negara-negara Global South terhadap BRICS, terus meningkat. Dalam sambutannya di penghujung Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke 18 di New Delhi - India (13/9/26).

"Di dalam BRICS suara mereka didengar, pengalaman mereka dihargai, dan solusi dikembangkan bukan untuk mereka, melainkan bersama mereka," ungkap Modi.

BRICS merupakan organisasi dan forum kerja sama antar-pemerintah negara-negara dengan ekonomi maju dan bertumbuh. Secara kolektif, blok ini mewakili hampir separuh populasi dunia dengan porsi signifikan dari output ekonomi dan perdagangan global.

KTT ke 18 BRICS, itu dihadiri para Kepala Negara / Pemerintahan negara-negara anggotanya, yakni Brazil (Luiz Inácio Lula da Silva), Rusia (Vladimir Putin), India, China (Xi Jin Ping), Afrika Selatan (Cyril Ramaphosa), Ethiopia (Taye Atske Selassie), Indonesia (Prabowo Subianto), Iran (Masoud Pezeshkian), Mesir (Abdel Fattah el-Sisi), Saudi Arabia (diwakili Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan al Saud), dan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan, mewakili Presiden Uni Arab Emirat (UAE).

Pada bagian lain pidatonya, Modi menyatakan, kekuatan BRICS terletak pada keberagaman dan kerja sama.

Keragaman Budaya

"Kita mungkin berpijak pada realitas yang berbeda, namun bersama-sama kita bangkit melalui kerja sama dan berkembang demi kemanusiaan. Semoga keberagaman tetap menjadi identitas kita, kerja sama menjadi inspirasi kita, dan kemajuan kita bermanfaat bagi seluruh umat manusia."

Keragaman wilayah, budaya dan pengalaman pembangunan yang sangat kaya menjadi ciri khas BRICS, tanpa kecuali pada KTT ke 18 dengan tema sentral, "Ketangguhan, Inovasi, Kerja Sama, dan Keberlanjutan: Membentuk Masa Depan bagi Pertumbuhan Global yang Inklusif."

Menurut Modi, keragaman tersebut merupakan bukti nyata dari kekuatan, daya tarik, dan kepercayaan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap BRICS.

Ia menyatakan, di bawah Presidensi India, organisasi kerjasama Global - Selatan, ini  telah memusatkan seluruh upaya pada empat pilar : Ketangguhan, Inovasi, Kerja Sama, dan Keberlanjutan.

Dinyatakannya, berkat kerja sama dan dukungan seluruh anggota, "Kita telah berhasil mewujudkan visi bersama menjadi kerja sama yang saling menguntungkan."

Penguatan Ketangguhan

Modi juga mengemukakan, saat ini konflik dan ketegangan di dunia terus meningkat bilangannya, seraya berdampak yang kian negatif serta luas terhadap kehidupan masyarakat umum.

"Pandemi, bencana iklim, dan gangguan rantai pasok telah menunjukkan bahwa di dunia yang saling terhubung saat ini, tidak ada krisis yang hanya terbatas pada satu wilayah saja. Oleh karena itu, di dalam BRICS, kami memberikan 'penekanan khusus' pada penguatan Ketangguhan," ungkapnya.

Sama pentingnya untuk mengidentifikasi tantangan sejak dini, kata Modi, BRICS bersiap menghadapinya, dan mengambil tindakan cepat. Dengan pendekatan ini, para anggota BRICS telah menyepakati Sistem Peringatan Dini Terintegrasi untuk pencegahan dan penanganan penyakit menular.

Organisasi ini, katanya, telah menyusun 'Pedoman Integrasi Data Peringatan Dini' untuk manajemen bencana. 'Kerangka Kerja Sama Rantai Pasok Logistik' akan membantu menjadikan rantai pasok BRICS lebih andal dan tangguh.

Dalam aspek Inovasi, menurut Modi, jaringan inkubator BRICS akan menghubungkan perusahaan rintisan (start-up) dan inkubator antar anggota satu sama lain. Untuk mendorong solusi inovatif yang dapat dikembangkan dalam skala besar.  "Kami telah mengusulkan Dana Inovasi Start-up BRICS," tegas Modi.

BRICS akan menciptakan peluang baru bagi para petani melalui Jaringan Pertanian Digital. Melalui inisiatif ini, Artificial Intelligent (AI), teknologi geospasial, dan Infrastruktur Publik Digital dihubungkan dengan kebutuhan nyata para petani.

Politisasi teknologi dan mineral kritis dapat menghambat kemajuan bersama. Oleh karena itu, BRICS menekankan inklusivitas dalam penerapan teknologi.

"India telah memajukan persahabatan, kemitraan, dan kerja sama melalui platform BRICS. Upaya kami adalah memastikan bahwa kerja sama BRICS tidak hanya terbatas pada lingkup pemerintah saja," tegas Modi.

PM India itu melanjutkan, "Kami berupaya menjadikan para wirausahawan, petani, peneliti, perempuan, kaum muda, dan warga biasa sebagai partisipan aktif di dalamnya," tegas Modi.

Alam sebagai Sosok Ibu

Melalui BRICS CONNECT, Modi dan para koleganya telah mendorong peningkatan keterampilan, peluang kerja, partisipasi perempuan dalam angkatan kerja, jaminan sosial, dan pengembangan kapasitas.

Untuk menghubungkan usaha kecil dengan pengetahuan, akses keuangan, dan pasar baru, organisasi ini telah meluncurkan Portal Kerja Sama UMKM BRICS. BRICS Urban Mobility Hub (Pusat Mobilitas Perkotaan BRICS) untuk memfasilitasi pertukaran praktik terbaik antar-kota negara-negara anggotanya.

Modi mengemukakan, dalam peradaban India, alam dipandang sebagai sosok ibu. "Selama berabad-abad, kami meyakini bahwa pembangunan dan lingkungan bukanlah dua hal yang saling menggantikan, melainkan saling melengkapi,"tegasnya.

"Di dalam BRICS pun, kami menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan manusia dan kelestarian lingkungan. Inilah landasan bagi keberlanjutan," ungkap Modi.

Hal ini juga merupakan tanggung jawab BRICS terhadap generasi mendatang, dengan mencapai kemajuan di berbagai bidang. Untuk teknologi Smart Grid dan penyimpanan energi, selama Presidensi India blok ini telah mendirikan Pusat Keunggulan Digital BRICS (BRICS Digital Centre of Excellence).

Langkah ini akan membantu menjadikan sistem energi bersih negara anggota lebih lebih andal, efisien, dan mudah diakses. "Pusat Keunggulan untuk Agroekologi dan Pertanian Regeneratif" didirikan dan dikembangkan bagi memadukan pengetahuan tradisional dengan sains modern.

Prinsip-prinsip yang dikembangkan untuk adaptasi iklim berbasis masyarakat yang akan menjadikan pengetahuan masyarakat adat sebagai landasan penting bagi aksi iklim.

Dengan berpijak pada keempat pilar ini, melalui BRICS negara-negara anggota berupaya mendorong pertumbuhan global yang inklusif. "Kami meyakini bahwa manfaat dari solusi yang dikembangkan di dalam BRICS tidak boleh hanya terbatas pada lingkup BRICS saja. Solusi-solusi tersebut harus dapat disesuaikan dan diakses untuk memenuhi kebutuhan negara-negara Global South," cetus Modi. | sharia

Editor : haedar | Sumber : berbagai sumber
 
Seni & Hiburan
16 Nov 25, 10:19 WIB | Dilihat : 1271
Hazieq Rosebi Berjenaka dengan Nurlela
19 Nov 24, 08:29 WIB | Dilihat : 3420
Kanyaah Indung Bapak
Selanjutnya
Ekonomi & Bisnis
08 Agt 26, 19:08 WIB | Dilihat : 310
Bukan Karena Wangsit
28 Jul 26, 00:07 WIB | Dilihat : 599
Destry Pjs Gubernur BI
22 Jul 26, 23:27 WIB | Dilihat : 582
AirBorneo Kebanggaan Rakyat Negeri Sarawak
Selanjutnya